
Kak Daniel di buat kesal oleh Nasya karena malam ini ia merengek ingin tidur bersama Al.
"Udahlah Sayang tidur disini aja"bujuk Kak Daniel.
"Engga mau Papi, pokoknya aku mau nya tidur sama Al, kalo ga tidur sama Al aku ga mau tidur"ancam Nasya.
"Udahlah Pih, gapapa kok Mami tidur sama aku mungkin dedek di perut Mami ingin dekat dengan Kakaknya"ucap Al menengahi.
"Yasudah boleh tapi kita tidur bertiga aja, Mami sama Al tidur di atas biar Papi tidur fi kasur lantai aja"ucap Kak Daniel ia tidak bisa jauh-jauh dari Nasya.
"Yaudah oke"jawab Nasya.
Tidak butuh waktu lama Nasya dan Al sudah terlelap tidur sementara Kak Daniel masih berusaha untuk tidur.
Baru saja Kak Daniel memejamkan matanya tapi tiba-tiba ia terkejut karena tangan Nasya mengusap-ngusap kepalanya.
"Loh Mami belum tidur?"ucap Kak Daniel.
"Papi pindah ke atas yaa Mami pengen peluk"
__ADS_1
Walaupun masih bingung tapi Kak Daniel tetap menuruti kemauan Nasya, mereka kini tidur bertiga dengan Nasya ditengah dan syukurlah Ranjang nya cukup besar dan muat untuk mereka tidur bertiga.
"Tetep aja yang menang pasti Papi"batin Kak Daniel lalu memeluk Nasya.
Nasya dan Kak Daniel kembali tidur, sementara Al jangan di tanya lagi ia mungkin sedang menjelajah dunia mimpinya.
***
Keesokan paginya Nasya ngotot ingin sarapan di rumah Belva, ia tidak mau sarapan di rumahnya, alhasil Kak Daniel langsungu pergi ke rumah Belva dan untungnya dulu mereka pindah jadi hanya butuh kurang lebih 5 menit jalan kaki ke rumah Belva.
"Gapapa dong Kak, kebetulan juga pagi ini aku masak banyak"
"Wihh enak-enak nih makasih yaa"ujar Nasya.
"Makasih ya Bel masakan kamu emang paling enak deh, gapapakan kalo aku setiap sarapan makan disini?"ucap Nasya.
"Ya gapapa dong Kak, apasih yang engga buat Kakak ipar sama Calon keponakanku"
"Makasih ya Bel nanti uang belanjanya biar Kakak tambahain"ujar Kak Daniel.
__ADS_1
"Oke Kak"
Selesai sarapan Nasya lalu ikut bersama Belva mengantarkan Aeri sekolah sementara Kak Daniel masih lanjut ngobrol-ngobrol bersama Andra.
"Kalo anakku cewek mungkin seperti Aeri yaa, bisa di dandanin ini itu"ucap Nasya.
"Iya Kak, tapi cuma pas kecilnya aja pas udah masuk sekolah begini susah kalo disuruh pake ini itu"ucap Belva pelan.
"Iya mungkin malu dia sama temen-temennya padahal bagus kan"
"Iya benar Kak"
Setelah mengantarkan Aeri sekolah, Belva dan Nasya lalu pergi ke taman berjalan-jalan sebentar menikmati segarnya udara dan mumpung hari biasa jadi tidak terlalu banyak orang.
"Aduh jadi ke inget pas dulu hamil Al dan kamu hamil Arvan, senam bumil bareng, ini itu bareng duhh ternyata waktu udah berlalu begitu cepat ya"ujar Nasya.
"Iya Kak benar, sekarang malah Al sama Arvan udah mau wisuda terus nanti menikah, rasanya baru kemarin ya kita beli pakaian bayinya"
"Semoga aja kamu hamil lagi Bel biar bisa bareng lagi kaya dulu"ucap Nasya.
__ADS_1
"Aamiin Kak, aku sih sedikasihnya aja kalo di kasih ya Alhamdulillah kalo engga juga gapapa"
Matahari semakin tinggi dan panggilan telpon dari Andra dan Kak Daniel, akhinya Nasya dan Belva memilih untuk pulang.