
Belva mulai membuka matanya perlahan dan ia melihat Andra yang tersenyum kepadanya.
" aku dimana Sayang" ucap Belva yang berusaha bangun untuk duduk
" Kamu di Rumah sakit Sayang" ucap Andra membantu Belva dan setelah itu mengambilkan segelas air kepada Belva
" ini minum dulu Sayang"ucap Andra memberikan segelaa ai pada Belva lalu ia meminumnya sampai habis.
Belva sedikit termenung mengingat kejadian sebelum pingsan.
" Papa iya aku harus liat keadaan Papa" ucap Belva berusaha membuka jarum infus.
" Sayang Hey tenang dulu yaa, Papa baik-baik aja kok, plis kamu istirahat yaa kalo kamu sakit kesian anak kita nanti" ucap Andra berusaha membujuk Belva.
" pokokknya aku pengen liat Papa, kenapa sih ga ada yang kasih tahu aku tentang Papa hiks Hiks" ucap Belva memeluk Andra dan menumpahkan semua air matanya.
" Sayang, Kak Daniel, Papa , Mama dan Kakak ipar mungkin ga mau kamu terlalu khawatir, kamu tenang yaa sekarang kamu istirahat dulu nanti setelah bangun baru kita pergi ke ruangan Papa" ucap Andra sembari mengusap lembut Rambut Belva.
" Maaf Mas aku butuh sendiri, kamu sebaiknya keluar" ucap Belva melepaskan pelukannya dan berbaring membelakangi Andra.
" aku tungguin kamu diluar ya, jangan terlalu dipikirkan ingat kamu lagi hamil"ucap Andra mengecup kepala Belva lalu segera keluar membiarkan Belva sendirian karena ia sadar istrinya butuh waktu untuk menerima semuanya.
__ADS_1
Andra duduk di kursi yang berada diluar ruangan Tempat Belva di rawat, Andra merenung cara agar Belva bisa cepat menerima kenyataan.
tiba-tiba Mama datang menghampiri Andra dan duduk disebelahnya.
" Bagaimana keadaan Belva ?" tanya Mama
" Udah lebih baik Ma tapi Belva belum bisa menerima semuanya, Andra sedih Ma Andra belum bisa jadi suami yang baik Buat Belva"
" Tenanglah Nak, cepat atau lambat Belva akhirnya akan tahu, dan sekarang Belva sudah tahu yang terpenting sekarang kamu sebagai suami harus extra jagain Belva, semoga saja Belva bisa segera menerima ini"
" Biar nanti Mama coba bicara sama Belva "
\=\=\=\=
Kak Daniel sampai di rumah dan langsung mencari Nasya.
" Bi Nasya dimana Bi?" tanya Kak Daniel pada pembantunya
" anu tuan, Non Nasya sedang di kamar"
Kak Daniel segera bergegas menuju kamarnnya, namun ketika akan membuka pintu ternyata Nasya menguncinya, Kak Daniel segera mencari kunci cadangan.
__ADS_1
setelah menemukan kuncinya Kak Daniel segera membuka pintunya, terlihatlah Nasya yang duduk di lantai sambil menangis.
" Sayang"ucap Kak Daniel menghampiri Nasya
" maafkan aku Mas, Gara-gara aku Belva jadi tahu penyakit Papa Maaf Mas hiks hiks"
" Sudahlah Sayang, mungkin ini waktuny Belva tahu kamu ga salah kok jangan nangis yaa ingat kata dokter kamu jangan terlalu stres dan tertekan, cepat atau lambat Belva pasti akan Paham kok alasan kita semuanya menyembunyikan Penyakit Papa" ucap Kak Daniel mengangkat tubuh Nasya dan memindahkan ke ranjang.
" Sudah ya aku yakin semuanya akan baik-baik aja sekarang kamu istirahat yaa" ucap Kak Daniel memeluk Nasya.
" Tapi Mas, keadaan Belva sekarang gimana ?"
" Belva gapapa kok, lagian ada Andra yang jagain udah sekang kita istirahatya"ucap Kak Daniel mencium kening Nasya dan mengusap lembut perut Nasya.
mungkin karena lelah menangis tidak butuh waktu lama Nasya sudah terlelap.
" Maafkan aku Sayanh" batin Kak Daniel yang merasa bersalah pada Nasya.
\=\=\=
mohon maaf ya aku baru update
__ADS_1