Janda Perawan

Janda Perawan
Extra Part


__ADS_3

Sepanjang jalan Belva sangat khawatir memikirkan tentang suaminya, banyak pertanyaan melintas di pikirannya.


"Mommy"ucap Arvan manja lalu duduk di pangkuan Belva dan memeluknya.


"Kenapa anak Mommy? ngantuk ya"ucap Belva lembut sembari mengusap-usap punggung Arvan.


Arvan hanya mengangguk dan tidak butuh waktu lama Arvan sudah tertidur pulas, sementara Silla asyik dengan ipadnyOa menonton video-video belajar.


Beberapa menit kemudian mereka sampai juga, Belva menyuruh Sopir dan Art untuk membawa belanjaan, Belva langsung masuk sembari menggendong Arvan yang tertidur dan menggandeng tangan Silla.


"Princess tidur siang dulu ya sama Arvan"ucap Belva sembari mengganti seragam Arvan supaya lebih nyaman.


"Iya Mommy" ucap Silla lalu segera berbaring di ranjang sebelah Arvan, Memang Kamar Arvan memiliki dua ranjang, entah apa niat awalnya tapi yang pasti ranjang yang satu sering di pakai Silla untuk tidur.


Setelah memastikan Silla dan Arvan tertidur, Belva lalu segera menuju ke kamarnya.


"Sayang kenapa lama sekali"ucap Andra yang sudah berdiri di pintu niatnya ia ingin menyusul Belva.


"Maaf Sayang, tadi aku habis nemenin Silla tidur sama Arvan dulu"


"Oh Iya kamu tumben banget pulang jam segini tadi katanya ga enak badan"


Belva mendekat kearah Andra menempelkan punggung tanganya pada


dahi Andra untuk memastikan suhu tubuhnya.


"Normal kok sayang, sakit di sebelah mana sayang?"tanya Belva.


"Ga tau sayang tadi di kantor aku mual muntah terus sampe lemes sekarang ga tau kenapa udah agak mendingan"ucap Andra memeluk tubuh Belva.

__ADS_1


"Mual muntah? kamu punya penyakit maag sayang?"


"Engga sayang, udah aku pengen tidur aja tapi peluk kamu"ucap Andra mengajak Belva berbaring di ranjang.


Andra memeluk Belva sangat erat tangannya memeluk pinggang Belva dan Andra bersandar pada dada Belva persis ketika Arvan masih berusia sekitar 1 tahun.


"Dasar Bapak dan Anak kelakuannya sama"batin Belva.


Setelah di rasa Andra sudah sangat nyenyak, Belva perlahan-lahan bangun ia sudah tidak tahan ingin segera cepat-cepat mandi.


\=


\=


\=


Ketika selesai makam malam seperti biasa Belva dan Andra akan berkumpul di ruang keluarga bukan hanya sekedar menonton tv terkadang Belva dan Andra membantu Silla belajar atau menemani Arvan bermain.


Setelah menemani anak-anaknya tertidur sekarang giliran Belva yang harus menidurkan bayi besarnya.


ketika masuk ke kamar Belva melihat Andra yang sudah berbaring menunggu Belva.


Belva pergi ke kamar mandi dulu sebelum menyusl Andra, ketika Belva sedang mencari pasfa gigi di lemari kecil di kamar mandi Belva tidak sengaja melihat 2 buah test pack yang belum di gunakan.


"Liat ini jadi pengen ngerasain hamil lagi"batin Belva lalu meletakkan ke tempat semula.


Setelah itu Belva keluar dan segera berbaring di samping Andra yang sudah terpejam.


"tumben banget udah tidur padahal tadi sore tidur"gumam Belva lalu menyelimuti Andra dan mencium pipi kanannya lalu berlanjut tidur.

__ADS_1


Ketika jam 1 pagi, Andra membangunkan Belva, ia merengek pengen beli roti bakar.


"Ya ampun Mas ini jam 1 pagi loh"ucap Belva


"ya terus kenapa? aku laper banget sayang pengen roti bakar ayooo kita beli"ucap Andra manja pada Belva persis seperti Arvan yang jika meminta di belikan barang.


"Roti panggang aja gimana? aku bikinin ya"tawar Belva


"Yaudah ga jadi"ucap Andra ngambek lalu berbaring kembali membelakangi Andra.


"Mas Andra tuh kenapa sih, aneh banget malem-malem minta roti bakar kaya orang ngidam aja eh masa ngidam sih"batin Belva.


"Yaudah ayo kita beli, udah jangan ngambek"ucap Belva yang akhirnya menuruti kemauan Andra.


"Hore asyik makasih ya Sayang, ayok buruaan"


"Sebentar pakai dulu jaket diluar dingin Mas"ucap Belva berlalu pergi ke walk in closet membawa jaket Andra dan Hoodie Belva.


Akhirnya mereka pergi berkeliling mencari pedagang roto bakar yang masih buka dan untung saja ada yang masih buka dan jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.


"Tolong di bungkus ya Mas, saya mau rasa Coklat sama keju"ucap Andra


"Iya Mas sebentar"


Belva memilih menunggu di mobil, dan ketika pandangan Belva tidak sengaja menatap pada penjual nasi goreng yang dekat dengan penjual toti bakar akhirnya Belva pun ikut turun.


"Mas aku mau beli nasi goreng ya kamu mau ga ?"tanya Belva pada Andra.


"Engga deh kamu aja "

__ADS_1


Belva mengangguk lalu pergi memesan nasi goreng. sekitar sepuluh menit nasi goreng dan roti bakar sudah jadi mereka lalu berlanjut untuk pulang.


__ADS_2