
"mas ngapain ke bank?" tanya adel setelah berdiam diri mengikuti perjalanan tanpa berani bertanya
saat tiba disebuah gedung yang banyak orang datangi untuk menitipkan uangnya.
"ayo ikut saja, mas ada meeting sebentar!" ajak niko tak lupa menggandeng tangan yang takut akan tersangkut pangeran lain
adel mengikuti niko masuk kedalam ruangan kantor.
"selamat sore pak niko ada yang bisa saya bantu" ucap seorang pegawai bank khusus pelanggan prioritas
"sore bu, bisa saya bertemu langsung dengan pak oka, saya sudah ada janji dengan beliau!" jelas niko agar tak ada pertanyaan
"baik pak, silahkan tunggu sebentar!" ucap pegawai tadi lalu memanggilkan atasanya
"kak! kenapa ngga bilang mau kesini, ayo keruangan saya!" ajak oka yang merupakan sepupu niko dari ibunya
"ada sedikit perlu, kak adel ayo silahkan!" oka mempersilahkan tamunya masuk
"pak min tolong buatkan minuman dingin ya untuk tamu saya!" perintah oka pada ob
"baik pak!" pak min segera membuatkan minum
"kantormu sangat nyaman ka" puji niko kagum
__ADS_1
"ahh kakak bisa saja! ini tak seberapa dengan kantor di perusahaanmu!" ucap oka
"oh iya saya kesini mau minta tolong buatkan credit card dan juga atm atas nama istri saya. berkasnya sudah saya kirim melalui ferdi asisten saya!" ucap niko
adel terkejut" mas untuk apa? aku ngga butuh credit card dan juga masih punya atm dan tabungan!" bisik adel yang masih terdengar oleh oka
niko mengelus kepala adel "ini nafkah yang mas berikan padamu! gunakan untuk kebutuhanmu. untuk ibu mira dan disti sudah mas siapkan juga!" jelas niko pada adel tentang tanggung jawab yang niko ucapkan dan berikan
"ngga usah mas!" adel menolak secara halus dengan berbagai macam alasan tapi niko tetep kekeh pada pendiriannya
"saya periksa dulu berkasnya ya kak, mau untuk limit berapa credit cardnya?" tanya oka yang dari tadi baru saja melihat sisi lemah sang kakak yang sangat jarang diketahui orang lain
"dua ratus juta!" jawab niko membuat adel menghembuskan nafas kasarnya
setahun lebih bekerja diperusahaan niko tak sampai gajihnya sebanyak itu.
"kebanyakan mas!" adel tak menyerah
"sudah segitu saja!" ucap niko
"tunggu saya berikan berkasnya dulu, mungkin lima belas menit sudah selesai! ada lagi kak?" ucap oka
sepertinya niko belum selesai dengan keperluannya
__ADS_1
"saya mau deposito atas nama niken sanjaya dan juga adelia kamila. masing masing sepuluh miliyar!" niko menambahkan
adel makin bingung dengan tingkah aneh suaminya "mas apa ada masalah?" tanya adel serius
"masalah apa? ini tabungan untuk mu dan niken jika aku bangkrut kalian yang pertama akan ku pinjami!" ucap niko becanda
"ngga lucu mas!" adel kesal niko malah bercanda
"sudah itu saja tolong diurus! saya tunggu disini" ucap niko
"baik kak, tunggu sebentar!" oka keluar ruangannya mengantarkan berkas niko pada
pihak yang harusnya menerima
"mas jujur deh ada apa!" adel mencoba mengorek informasi
"tidak apa apa sayang, tenang saja ya! niko mengecup pipi adel dan menenangkannya
adel menyerah dan tak bertanya lagi, harapanya suatu saat pasti niko akan bercerita padanya
"setelah ini kita mampir ke mini market ya mas! beli bahan makanan untuk kita makan malam bersama!" ucap adel
"iya sayang! kemana pun mas akan antarkan!" ucap niko
__ADS_1
"credit cardnya pakai untuk keperluan yang cukup besar! kalau belanja sehari hari atau bulanan pakai atm ini. dan yang ini untuk keperluan pribadimu" niko memberikan tiga kartu sekakigus untuk istrinya
adel makin tak mengerti dengan orang kaya " adel hanya memiliki satu kartu atm untuk semuanya, tapi sang suami memberinya banyak kartu sekaligus!