
"suka!" tanya rio
"maksudddnya kak!" jawb disti bingung
"ohh iya nasi gorengnya suka!" disti gugup mendengar kata suka dari orang yang entah sejak kapan membuatnya sering salah tingkah
"iya lah nasi goreng, emang ada yang lain yang kamu suka!" ucap rio dengan menahan senyumnya
"ada!" jawab disti disela makannya
rio berhenti mengunyah dan menatap wajah disti "siapa?" tanya rio penasaran
"ayo habiskan makannya. keburu dingin kayak seseorang!" jawab disi lain dari pertanyaan rio
Keduanya menyelesaikan makan malamnya lalu rio membayar makanannya.
"lain kali kamu yang harus bayar!" ucap rio agar disti merasa nyaman
"bisa diatur!" sahut disti saat keduanya berada didalam mobil
Bunyi ponsel rio berdering
"iya ada apa?" jawab rio mengangangkat panggilan telfonnya
"beb, kangen besok jemput aku ya. Kita jalan jalan!" ucap seseorang yang menghubungi rio
"kita lihat besok ya, nanti saya kabari!" jawab rio lalu memutuskan panggilan telfon dari dias tunangannya
"jangan galak galak sama tunanganya. Nanti ditinggal baru tahu rasa!" ucap disti memperingatkan
"bagus kalau bisa begitu!" ucap rio tanpa rasa bersalah
"hahahaha, ngga lucu becandanya!" ucap disti lalu mengambil ponselnya yang juga berbunyi tanda pesan masuk
Adel mengirimi pesan jika malam ini menginap dirumah neneknya zain dan bude sari sedang izin pulang kampung
"hmmm, ya sudahlah!" ucap disti setelah membalas pesan sang kakak
"kenapa?" tanya rio
"kekenyangan, hehe makasih ya kak!" ucap disti saat mobil rio tiba didepan gerbang rumah adel
"tunggu!" rio menahan tangan distiq
"rumah sepi banget, kamu yakin ada orang didalam!" tanya rio meyakinkan dirinya sendiri
Karena merasa tak tenang saat akan meninggalkan disti
"ada sudah pada tidur, makasih ya kak maaf merepotkan!" rio berinisiatif membukakan seatbelt dan tak sengaja pipinya menempel dibibir disti
__ADS_1
"ehemm!" rio menghentikan apa yang ia lakukan san berdeham agar tak canggung
Keduanya terdiam disti berlari membuka pintu gerbang dan masuk kerumah kakaknya yang tidak ada orang sama sekali
Setelah menutup pintu ia menghela nafasnya. Yang terjadi baru saja adalah hal yang membuat nafasnya terhenti jantungnya berdetak lebih cepat
Dan badannya gemetar
Disti tak mau berpacaran karena takut seperti kakaknya. Ia hanya ingin langsung mengenal laki laki dan menikah sekali seumur hidupnya
Sementara diluar rumah rio masih menunggu dan tak tahu apa yang ditunggu
Bibirnya tertarik kesamping menyimpulka. Senyum manis terbayang apa yang baru saja terjadi
"lupakan rio! Kamu hanya bisa menikahi dias jangan terlalu berharap. kamu akan menyakiti disti!!" ucap rio pada dirinya sendiri
lalu rio menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan pekarangan rumah niko dan adel
Ada sepasang mata yang mengintipnya dari jendela kamar dilantai dua, yang dapat melihat kearah luar
Rio melajukan mobilnya kencang dan menuju apartemen kakaknya.
Tak sampai setengah jam rio tiba dan memarkirkan mobilnya dan masuk
Rio menekan bel kamar ferdi
"sama siapa? Ayo masuk!" ajak ferdi melihat sekelilingnya tak ada orang lain
Flasback on
rio yang pulang dari luar negeri saat libur kuliah. Rasa rindu terhadap kakak dan juga orang tuanya! Membuatnya nekat pulang tanpa memberitahu berniat memberikan kejutan
Nyatanya dirinya lah yang terkejut saat tiba dirumah
"rio! Kenapa ngga ngabarin ayah dulu" pak dimas menyambut anaknya dan meminta bu dewi untuk mengajaknya kekamar
"saya tinggal dulu pak burhan, dias" ucap bu dewi
"ayo nak istirahat dulu!" bu dewi menarik rio yang bingung dengan orang tuanya
"bu ada apa?" tanya rio setelah tiba dikamarnya
"kamu ganti baju yang rapi lalu ikut ibu keluar, nurut sama ibu ya nak
Ibu mohon! Kamu gantikan kakakmu menikahi anak pak burhan.
Karena ayahmu berhutang dan sangat banyak jika tak mau menikahi putrinya
Ayah akan dipenjara nak. Ibu mohon lindungi keluarga kita
__ADS_1
Anggap saja ini baktimu pada kami!" bu dewi dengan tangisnya mengatakan pada anaknya
"tapi bu! Kenapa tak bilang sebelumnya? Kenapa kakak ngga mau bu. Pasti ada cara lain rio akan bekerja keras bu dan membayar utang ayah!" ucap rio tak mau terima permintaan ibunya begitu saja
"waktunya satu minggu lagi nak, jika tidak ayah akan dipenjara dan pak burhan tak mau dibayar uang
Dia mau anaknya dinikahi putra ayah dan ibu!" ucao bu dewi lagi
Sambil berlutut memohon pada rio
"bu jangan begini bu, rio akan fikirkan dengan kak ferdi bu! Ibu bangunlah!" rio menarik ibunya
"tapi ibu maunya dias jadi menantu ibu nak, kakakmu durhaka dengan kami tak.mau membantu kami nak. Kamu harapan ibu satu satunya" bu dewi terus menangis
"baiklah bu, tapi tunggu rio lulus dulu baru menikah!" ucap rio pasrah
"iya nak sekarang tunangan saja ya, ayo bersiap!" bu dewi langsung senang
Ia mengharapkan anaknya mendapatknya istri orang kaya agar tak hidup susah lagi
"ibu keluar dulu, rio bersiap dulu!" ucap rio
Ia menghubungi kakaknya tapi tak ada jawaban. Dan akhirnya rio menerima pertunangan yang tak ia sangka. Ada rasa sesal saat ia nekat pulang
Yanh harusnya membuatnya bahagia tapi entah apa yang akan terjadi nanti
Flasback off
"duduk lah, kakak ambilkan minum dulu!" rio seolah lemah dan tak sekuat yang orang lain lihat
Dua tahun belakang ini rio terus digangu oleh dias yang merasa menjadi tunangannya dan terus mengekang rio bahkam dengan ancaman
"jika tak sanggup maka lepaskan, jangan sakiti keduanya!" saran ferdi yang seperti mengetahui masalaj adiknya tanpa rio bercerita
"minumlah!" ferdi membuatkan teh hangat untuk adiknya
"maksud kak ferdi?" rio tak mau berterus terang
"dias atau disti, tentukanlah dengan hatimu dan putuskan dengan benar jangan terpengaruh apapun!" ucap ferdi berterus terang
"tapi kak aku juga ngga tahu harus bagaimana!" ucap rio bimbang
"coba jauhi keduanya, mana yang akan memperdulikanmu dan mana yang akan membuatmu merasa rindu serta kehilangan! Setelah itu tetapkan hatimu kakak akan selalu mendukungmu. Jangan khawatir!" ferdi menepuk pundak adiknya
Mesko sudah dewasa rio tetaplah adik kecil menurut ferdi
"terima kasih kak!" rio akan mencoba saran kakaknya
"menginaplah disini, tadi ibu sudah telfon kakak dan kakak bilang kamu menginap.disini!" ucap ferdi
__ADS_1
"iya kak!" rio menurut dan ia juga ingin sejenak melepaskan masalahnya