Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Walaupun perusahaan sudah ditangani Silla, namun tetap Andra slalu mengawasinya dari jauh, ia kan ke kantor mungkin beberapa kali dalam sebulan dan sisanya ia habiskan bekerja di rumah.


"Bagaimana caranya ya membujuk Belva untuk segera memberitahu kebenarannya pada Silla"batin Andra.


Sejak semalam pikirannya slalu tentang bagaimana cara memberitahu Silla.


"Daddy" Panggil Arvan yang membuyarkan lamunan Andra.


"Iya Kenapa?"ucap Andra cepat-cepat merubah ekspresinya.


"Mommy lagi ke kantor Kak Silla ya ?"ucap Arvan tidak lupa mencium tangan Andra.


"Iya terus nanti pulangnya mau jemput Aeri memangnya kenapa ?"


"Tidak Daddy, Arvan boleh minta izin untuk pergi sama Alfan ?" ucap Arvan.


Walaupun anak laki-laki satu-satunya, Arvan tipe laki-laki yang penurut dan tidak pernah neko-neko, sama seperti Silla Arvan slalu meminta izin jika akan berpergian, biasanya ia akan meminta izin sang Mommy namun karena tidak ada ia meminta izin Daddynya.


"Mau kemana memangnya dan lagi bukannya hari ini kuliah ya?"tanya Andra walaupun ia dan Arvan bagaikan pinang di belah dua namun Andra tidak mudah begitu percaya omongan Arvan ia sebisa mungkin bersikap seperti Belva yang slalu protektif pada anak-anaknya tanpa terkecuali.

__ADS_1


"Untuk hari ini udah selesai Dadd, Arvan sama Alfan mau main futsal sama temen-temen SMA Arvan boleh ga Dad?"


"iya Boleh tapi awas kalo aneh-aneh yaa"


"Iya Daddy, kalo gitu Arvan berangkat ya mau jemput Alfan dulu soalnya"


"Hati-hati"


Andra melihat kepergian Arvan yang sangat semangat, ia tahu hobinya memang olahraga jadi apapun itu Arvan pasti sangat senang.


Arvan menaiki mobil milik Daddy nya, ia tidak memiliki mobil sendiri walaupun Andra sudar menawarkannya mobil namun Arvan menolak baginya sudah cukup fasilitas milik orang tuanya dan untuk keinginan memiliki mobil biarlah Arvan yang bekerja keras membeli dengan uang hasil jerih payahnya sendiri.


Mungkin sebagian orang berpikir Arvan anak orang kaya yang bebas membeli ini dan itu, pergi kemanapun dia inginkan namun nyatanya Arvan tidak memiliki sifat seperti itu.


"Ya Sorry jalanan macet, Tante Nanas tumben ga ada kemana?"ucap Arvan sembari melajukan mobilnya.


"Oh Mami lagi pergi ikut Papi ke acara temen bisnisnya, tenang aja udah izin kok"ucap Alfan santai.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai juga di salah satu gedung olahraga yang mempunyai fasilitas lumayan lengkap.

__ADS_1


\=


\=


\=


Karena keasyikan mengobrol dengan Silla, Belva hampir saja terlambat menjemput Aeri.


"Alhamdulillah pas banget untung aja ga telat"gumam Belva.


Setelah menunggu beberapa saat, Aeri terlihat baru keluar dari gerbang sekolah, Belva turun dari mobil menyambut Aeri.


"Gimana sekolah nya hari ini?" itulah kalimat pertama yang sering Belva tanyakan ketika Aeri pulang sekolah.


"Ya Begitulah Mommy, ga da yang aneh seperti biasa aja Aeri belajar lalu pergi ke kantin bersama Jenny terus belajar lagi"ucap Aeri.


"Jalan Pak"ucap Belva pada sang sopir.


"Gimana kabarnya Jelly kucingnya Jenny udah ketemu?"ucap Belva sembari menyerahkan minuman dan cemilan yang ia bawa sekalian untuk Silla juga.

__ADS_1


"Oh Si Jelly, udah ketemu Mommy katanya dia ngumpet di bawah ranjang di kamar Jenny, dasar di Jelly tuh memanng suka aneh-aneh aja tingkahny" ucap Aeri tertawa, membayangkan kelakuan kucing sahabatnya.


"Tuh kan bener kata Mommy, si Jelly tuh ga akan pergi jauh-jauh paling masih sekitar rumah"ucap Belva karena dua hari yang lalu Aeri menceritakan tentang sahabatnya itu pada Belva, karena panik mencari kucing kesayangannya sahaabat Aeri sampau melapor polisi padahal cuma kucing biasa.


__ADS_2