Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.110


__ADS_3

"pagi bude!" sapa disti yang sudah bangun lebih dulu


Adel semenjak hamil tak bisa bangun lebih awal.


"pagi neng! Sudah bangun? Yang lain masih istirahat!" ucap bude sari


"disti takut kebiasaan bude nanti pas waktunya kuliah malah kesiangan!" ucap disti


"mau masak apa buat sarapan?" tanya disti lagi


"ibu pesen suruh nyiapin bahan bahan ini yang sudah ditulis semalam. Nanti ibu yang masak!" jawab bude sari


"oke kalau gitu aku bantu beresin ruang tamu ya bude!" disti anak yang rajin dan juga ia tak mau berdiam diri saja meski tinggal dirumah kakaknya


"tolong sampaikan pada yang lain, saya ada kelas pagi!" ucap rio pada disti yang sedang sibuk memebereskan sisa kegiatan semalam


"baik pak!" jawab disti tanpa melihat rio ia tak ingin jadi salah tingkah melihat wajah tampan rio


"astaga jantung gue masih aman kan ya!" gumam disti pada dirinya sendiri


lalu melanjutkan pekerjaanya, selesai membantu beberes disti merasa gerah dan membersihkan dirinya


Ditempat lain " sayang bangun! Kita jalan jalan pagi yukk biar segar!" ajak niko membangunkan adel yang masih terlelap dengan wajah imutnya


"males mas, ingin tidur aja!" jawab adel enggan membuka matanya


"nanti kita lanjut tidur lagi setelah sarapan, gimana?" rayu niko agar istrinya mau bangun karena kurang bagus juga jika tidur kelamaan tanpa makan apapun

__ADS_1


"iya mas tapi gendong!" adel mengulurkan kedua tangannya dan langsung disambut oleh suaminya


"dengan senang hati ratuku! Gemes banget istri siapa sih ini hemmm?" canda niko


Adel tercengang "mas lupa jika aku istrimu!" ucap adel dengan tarik gas


"ngga dong sayang, mas kan sedang memuji istri mas yang semakin membuat mas jatuh cinta! Ayo buka bajunya mas bantu mandi!" bak merawat anak kecil niko mulai terbiasa dengan sikap manja adel dan menikmati saat bantuannya begitu berarti untuk sang istri


"mas belajar gombal dari mana sih, ngga banget deh!" sahut adel


Selesai dengan mandi pagi keduanya terlihar segar dan keluar kamar menuju lantai bawah


"pagi bu adel, pak niko!" ucap bude sari senang melihat adel kembali ceria dan terlihat sangat bahagia


"pagi bude! Hari bisa bantu masak adel ngga bude? Saya mau jalan pagi sama bapak!" ucap adel


Adel tersenyum senang " terima kasih bude!" adel menggandeng tangan suaminya


Perutnya sudah membuncit dan membuat adel susah berjalan.


Usia kandungan adel saat ini sudah beranjak ke sembilan bulan. Dan perlu olahraga ringan agar mempermudah persalinan nantinya


"mas mau makan surabi!" ucap adel melihat tukang surabi dipinggir jalan yang tercium aroma gurih dan terlihat menggiurkan saat adel dan niko berjalan disekitar taman komplek


"tunggu disini ya, mas belikan dulu!" niko memastikan adel duduk dengan aman baru ia pergi kepenjual surabi keinginan istrinya


"pak mau surabinya semua rasa masing masing satu ya pak! Baru buka pak kok masih sepi!" tanya niko

__ADS_1


"sudah satu minggu ini agak sepi mas, mungkin belum rezekinya saya!" jawab tukang surabi terlihat sabar dan sopan


"semoga setelah ini makin laris ya pak!" niko sambil melirik kearah istrinya memastikan lagi dan lagi


"ini pak sudah siap pesanannya!" ucap pedagangnya


"terima kasih pak, maaf pak ini tolong berikan sisanya pada yang membutuhkan!" niko memberi lima lembar pecahan seratus ribuan


Ia meminta agar surabinya diberikan pada orang yang memang sedang membutuhkan


penjualnya sangat senang bertemu orang baik pagi ini. Ia langsung membuat semua adonan dan membagi bagikannya


Niko menghampiri istrinya " ini sayang! Masih hangat mau makan dirumah atau disini!" tanya niko


"dirumah saja mas, makasih ya mas udah bantuin bapak itu!" adel sangat bangga pada suaminya yang sangat baik


"tadi katanya mau makan ini, mas suapi ya? Atau mau yang laim mas belikan!" tawar niko


Mungkin istrinya nyidam jadi sebagai suami yang telah meninggalkannya lama, ingin membayar waktu yang tak dapat ia ulang


"ngga mas, nanti buat orang rumah saja aku mau makan dirumah. Tadi kasihan bapaknya daganganya sepi dibandingkan yang lain!" ucap adel tulus


Niko terkejut betapa ia tak pernah salah memilih pasangan. Hatinya sangat baik dan tulus terhadap orang lain


"ya sudah ayo kita pulang!" niko menggandeng tangan adel dan beberapa kali menciumnya dengan berulang ulang


"love you adelia!"

__ADS_1


__ADS_2