Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.139


__ADS_3

"kalian pulang jam berapa semalam?" tanya niko setelah sarapan bersama


"sebelum jam dua belas kak, kita sudah dirumah!" jawab disti takut niko akan memarahinya


"ohh, ya sudah! Lain kali menginap saja jika sudah larut malam. Bahaya dijalan malam malam!" ucap niko santai


"enak aja!! Ngga ada nginep dirumah cowok!" tegas adel tak terima


"sabar mba, zain takut tuh!" ucap niken menunjuk zain yang kaget mendengar suara keras ibunya


"ohh sayang maafkan mama ya nak. Suara mama kayak onty niken ya nakutin!" ucap adel pada anaknya


entah mengerti dengan ucapan mamanya zain ikut tersenyum saat tantenya diledek


"waaahh zain masih kecil udah diajarin ngebuli orang nih!" ucap niken mencubit pipi zain yang menggemaskan


"eiitttzz cubit papanya aja kalau gemes!" elak adel agar anaknya tak jadi sasaran para tantenya


"sudah siang, mas berangkat dulu ya sayang!" pamit niko


"hati hati mas, aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu!" ucap adel


Niko mengecup pencak kepala adel dan bergantian ke anaknya


"kak bareng ya!" pinta niken


"ogah!" niko tak mengehentikan jalannya ia masuk kemobil dan langsung tancap gas


"ken kamu kan mau menikah dalam waktu dekat, sebaiknya banyak istirahat dirumah!" pesan adel


"tapi perusahaan juga butuh aku mba, kami harus berjuang kalau tidak akan direbut oleh orang yang bukan seharusnya

__ADS_1


"mba hanya bisa mendoakan yang terbaik" ucap adel


"disti ngga ikut sarapan kemana mba?" tanya niken baru menyadari disti tak ada dirumah


"sedang mengurus keperluan dikampus, sebentar lagi akan dimulai semester baru!" jawab adel


Disti izin ke kampus dan berangkat pagi hari agar tak macet dan juga antrian panjang


"kapan kalian pindah?" tanya niken yang sudah diberitahukam oleh niko


"rencana besok, semoga semuanya lancar dan tak ada masalah lagi!" ucap adel ikut besedih bukan karena akan kehilangan harta


Namun lebih pada tak tega melihat suaminya yang harus menghadapi masalah yang menimpanya


"oke tenang saja kita banyak pasukan. Mba ngga kenapa kenapa kalau kita jatuh miskin?" tanya niken khawatir kakaknya akan ditinggalkan


Meski niken percaya adel bukan orang semacam itu


"aku percaya kak niko juga mendapatkan istri terbaiknya! Ahh itu pasti kak ferdi! Aku berangkat dulu mba" pamit niken mencium kedua pipi adel dan juga zain


"hati hati dek!"


niken berangkat ke kantor bersama calon suaminya, " sayang maaf terlambat tadi ada teman yang kebetulan ketemu" ucap ferdi yang sedikit terlambat menjemput niken


"tak apa kak, aku jadi bisa lebih lama bermain dengan zain. oh iya kak jadi apa rencana kak niko saat ini?" tanya niken yang tak sabar ingin segera membebaskan kakaknya dari masalahnya


"sabar niken, kita tunggu perintah saja. sementara tetap bekerja seperti biasanya karena mantan istri kakekmu tak mengenalmu, dan itu tujuan niko agar kamu tetap bisa bekerja disana dan mengawasi jika hal buruk benar benar menimpa perusahaan dan niko" jelas ferdi pada niken


"jadi bukan tanpa alasan ternyata kak niko menyuruhku bekerja, aku fikir karena kak niko sudah tak mau terbebaniku lagi" ucap niken sedikit menyesal pernah berfikir buruk tentang kakaknya dan juga adel


ferdi hanya tersenyum menatap niken dan mengelus kepalanya " semua pasti akan niko lakukan demi kebaikan keluarganya. bahkan tabungan yang jumlahnya tak sedikit telah disiapakan atas namamu" lanjut ferdi

__ADS_1


"iya aku kaget kak, saat kak niko bilang aku punya tabungan sebanyak itu"  keduanya tiba di kantor


"ada apa ini?" tanya niken melihat ruangan kakaknya banyak orang tak dikenal


"ayo kita pergi dari sini!" ferdi menarik niken keruangannya


"kita harus sembunyi agar mereka tak tahu jika kamu adik niko, untuk para pegawai sudah diperingatkan agar tak menyebut namamu jika ada yang menggantikan niko. jadi sementara kita aman" ferdi memberikan pengertian agar niken tak salah faham


"baiklah kak, aku menurutimu demi kakak dan keluargaku" niken patuh dan tak ada bantahan sama sekali atas apa yang disampaikan oleh ferdi


***


diruangan niko


"gugatan belum terbukti, jadi anda tidak berhak masuk kesini apalagi tanpa seizin saya!" ucap niko tegas


"tinggal ketuk palu saja, dan tak akan ada bedanya sekarang atau nanti karena ini semua milikku yang telah dititipkan padamu jadi persiapka dirimu untuk berkemas, atau.....! vira mengibaskan tanganya tanda mengusir anak buah yang ia bawa ke kantor niko


"kamu mau menerima penawaranku, itu masih akan berlaku hanya untukmu!!" vira dengan berani mendekati niko dan berbisik padanya


"jangan harap! pertama ini milikku karena kakek telah memberikannya padaku dan semua ini terjadi juga atas kerja kerasku. kedua masih banyak lelaki diluar sana bisa menerima mu dengan baik jadi bertobatlah" ucapa niko


"hahahaha, jangan sok suci kamu!!! aku tau siapa kamu dulu. pikirkalah tawaranku sekali lagi atau segera berkemas ku beri waktu satu minggu dari sekarang" ancam vira lalu pergi meninggalkan ruangan niko


niko terus berfikir bagaimana caranya agar mengubah nama perusahaan yang tentu saja sangat sulit saat ini, karena gugatana sudah masuk ke pengadilan


namun ia juga tak rela begitu saja melepaskan apa yang sudah menjadi bagian dari hidupnya


"kak! bagaimana?" tanya niken masuk diam diam keruangan niko


"kamu harus lebih hati hati, jangan sampai orang diluar curiga dia adalah mata mata vira" ucap niko pelan

__ADS_1


"aku punya rencana! tapi ini cukup beresiko apakah kalian mau bantu?" ucap niko pada niken dan juga ferdi yang baru masuk keruangan niko menyusul niken


__ADS_2