Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.188


__ADS_3

setelah berbicara dengan Belva, Nasya memilih menuju kamarnya.


" Sayang are u oke ?" tanya Kak Daniel yang mengikuti Nasya pergi ke Kamar


Nasya tidak menjawab ia terus melangkah pergi ke kamar.


" hei kenapa Sayang, apa Belva memarahimu?" tanya Kak Daniel ketika sudah sampai di dalam kamar.


" engga papa Mas, aku hanya lelah aja "


ucap Nasya dengan senyum terpaksa.


" yasudah kamu istirahat ya, aku keluar dulu Dokter Reza sudah datang"


" Iya Mas "


Kak Daniel lalu pergi keluar, sebenarnya ia sangat penasaran tapi ketika melihat raut wajah Nasya, Kak Daniel memilih untuk tidak menanyakan lebih lanjut ia membiarkan Nasya berisitirahat.


Dokter Reza dan Mba Mita sudah sampai di kediaman Andra,


" Dokter Reza dan Mita duduk dulu" ucap Mama


" Eh udah dateng" ucap Kak Daniel yang baru datang


" Lebih baik aku langsung saja melihat kondisi Belva Niel" ucap Dokter Reza yang sudah menganggap Belva seperti Adiknya


Kak Daniel mengangguk dan mereka segera pergi ke Kamar Belva.

__ADS_1


ketika akan mengetuk, Andra keluar dari kamar.


" Belva lagi tidur Kak, Habis nangis" ucap Andra sedikit berbisik


" biar aku periksa dulu" ucap Dokter Reza


Andra mempersilahkan Dokter Reza masuk.


Andra dan Kak Daniel menunggu di luar, tidak beberapa lama kemudian Dokter Reza sudah keluar.


" Syukurlah Kondisi Belva tidak terlalu buruk, dia akan membaik beberapa hari ke depan lebih baik jangan mengungkitnya biarkan dia sendiri namun perlu di pantau, menurutku sekarang Belva lebih bisa menerima di bandingkan dulu ketika masa kelam itu, mungkin juga karena sekarang sudah ada Andra"ucap Dokter Reza


" Alhamdulillah" ucap Andra dan Kak Daniel bersamaan


" Kalo bisa ajak dia jalan-jalan di taman mungkin bisa sedikit membuat rileks Belva dan membantunya pulih " saran Dokter Reza


setelah itu Dokter Reza dan Kak Daniel pergi, Andra memilih masuk kembali ke kamar.


\=\=\=\=


ketika sore hari tiba semua orang panik, Karena Nasya tiba-tiba mengalami pecah ketuban padahal usia kandungan nya belum waktunya melahirkan.


Kak Daniel menyetir sedangkan Nasya dan Mama di kursi belakang,


" hati-hati Niel, kamu harus fokuss" ucap Mama


Kak Daniel berusaha sebisa mungkin untuk tenang, namun ia benar-benar tidak sanggup melihat Nasya.

__ADS_1


akhirnya setelah beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di salah satu rumah sakit bersalin ibu dan anak.


Karena sebelum tiba di rumah sakit, Andra sudah menghubungi pihak rumah sakit makanya itu Nasya langsung dintangani oleh dokter.


" Ma kenapa bisa ini terjadii" ucap Kak Daniel


" Kamu tenanglah nak, berdoa semoga Istrimu dan calon anakmu baik-baik saja jangan lemah kamu harus kuatt" ucap Mam berusaha menenangkan Kak Daniel.


tidak lama kemudian dokter keluar


" Bagaiamana keadaan istri saya dokter"


" Mari kita bicara di ruangan saya Pak" ajak Sang dokter pada Kak Daniel.


Kak Daniel mengikuti sang dokter dengan perasaan yang tidak menentu.


" Jadi begini Pak, Pasien mengali pecah ketuban dini, hanya beberapa persen ibu hamil.yang mengalami ini belum diketahui sebab pasti namun dilihat dari riwayat Pasien mengalami stress berat sehingga mengakibabatkan pecah ketuban, maka dari itu saya menyarankan untuk segera dilakukan operasi Caesar " ucap Dokter


" lakukan apapun dok untuk menyelamatkan istri dan anak saya"


" Baik kalo begitu silahkan tanda tangani dulu berkasnya, setelah itu saya akan segera melakukan operasi"


setelah itu Kak Daniel keluar dan menuju mushola.


\=\=\=


aku bingung nih buat nama anaknya Kak Daniel sama Nasya, ada saran ga ? kalo ada komen di bawah yaa

__ADS_1


di tunggu up selanjutnya ya


__ADS_2