
Disti mengikuti kelas pelatihan yang didaftarkan oleh niken. niken mengetahui jika adik dari kekasihnya adalah seorang yang membuka pelatihan tentang pertanian dan peternakan
"hari ini cukup sekian untuk pertemuan kita! untuk minggu depan kita akan lihat bibit mana yang sudah tumbuh dan menganalisannya! saya persilahkan bagi yang ingin melanjutkan kegiatan lain!" rio menyelesaikan pelatihannya untuk yang kedua kali diminggu ini
"pak saya kan kemarin ngga ikut, apa ada materi atau praktek yang bisa saja pelajari sekarang!" disti memberanikan diri menanyakan pada rio yang berwajah galak dan juga jutek
"kemarin ya kemarin, kalau ngga ikut bukan urusan saya!" jawab rio ketus lalu meninggalkan disti sendirian
"ngeselin banget sih!! untuk ganteng" ucap disti tanpa sadar
"upps! untung ngga denger bisa kepedean tuh orang" lanjut disti bergumam
ia pun ikut pulang karena sekarang hanya tinggal dirinya yang berada ditempat itu, diarea pembibitan dan juga banyak tanaman yang ada disana sebagai alat praktek
disti keluar gerbang dan melangkahkan kakinya mencari tukang ojek yang mangkal maupun online tapi tak ia dapatkan, ia berjalan untuk mencari kendaraan umum sambil menekan ponselnya berusaha memesan ojek atau taksi online
"hai manis!" ucap dua orang pria dengan wajah ditutupi helm
disti terus berjalan tak menghiraukannya
"sombong banget neng, mau kemana ayo abang antar!" salah satu dari pria tadi menarik tangan disti lalu disti mengibaskannya
"mau apa kalian, pergi!!" disti berteriak kencang tapi sekitar daerah itu sangat sepi tak ada kendaraan atau satupun mobil yang lewat
__ADS_1
"mau antar neng, kasihan sendirian. sudah jangan malu malu! abang baik kok mau buat neng senang! hahahahah" kedua pria itu tertawa kencang betapa bahagianya mendapatkan mangsa baru
"pergi atau saya teriak!" disti berusaha lari sekuat tenaganya mencari pertolongan tapi langkahnya terhenti kala pria tadi menarik tangan disti lagi agar berhenti berlari
disti terjatuh dan menangis, tak tau akan terjadi seperti apa ia nanti "tolong lepaskan saya! saya mohon" disti memohon pada dua pria yang tak punya hati dan perasaan itu
"akan abang lepaskan kalau neng nurut, ayo ikut abang sebentar saja!" kedua pria itu mencekal kedua tangan disti dan membawanya
"tolong! tolong saya! tolong siapapun tolong saya!' disti memberontak tapi tak berhasil dan terus berteriak
"tenang manis, setelah ini kamu akan berteriak bahagia! simpan tenagamu" ucap pria satunya lagi
"nggak! tolong lepaskan saya, saya mau pulang tolong!" disti tak berhenti berteriak
sreeeeettttt
"lepaskan dia!" sebuah motor besar yang ditunggangi oleh pria tampan berhelm
"pak tolong pak! tolong saya!" disti memohon pada rio yang datang bisa dibilang tepat waktu
"ambil kalau bisa!" ucap pria satunya dengan menodongkan senjata tajam pada rio
rio turun dari motor dan mendekati pria yang menodongnya dengan senjata tajam, ia menedang senjata dari tangannya hingga terlempar jauh setelahnya dia memukul dengan sangat keras memberi pelajaran pada penjahat yang beraninya pada wanita
__ADS_1
"ayo maju!" tantang rio pada satu orang lagi yang menahan tangan disti
ia ketakutan dan berlari membawa temannya yang babak belur oleh rio meninggalkan disti dan rio ditempat
"ayo!" rio mengulurkan tangannya pada disti yang tertunduk lemas tak sanggup berkata apapun
"ayo pergi dari sini! sudah hampir petang!" kali ini suara rio sangat lembut dan hangat
disti menggapai tangan rio dengan gemetar tubuhnya. ia sangat takut saat ini
"tenanglah kamu aman, akan saya antarkan pulang!" rio memapah disti dan membawanya pada motor miliknya lalu mengantarkannya pulang
"terima kasih pak!" disti beru bisa berkata setelah cukup lama terdiam "kalau ngga ada bapak mungkin saat ini saya!" disti menangis kembali terisak
rio mengehentikan motornya "sudah jangan terlalu dipikirkan! semua kejadian pasti ada hikmahnya kamu aman sekarang, dan saya juga meminta maaf karena lama mengambil motor!" ucap rio tulus
ia juga merasa bersalah karena dititipkan oleh niken tapi tak dijaga
"ngga bukan salah bapak, saya harusnya pesan ojek sebelum kelas selesai saya berterima ksih. tolong jangan ceritakan ini pada siapapun, saya mohon!" disti mengatupkan kedua tangannya pada rio
"baiklah tapi berjanji jangan menangis lagi!" ucap rio dan disti mengangguk setuju ia menghapus sisa air matanya dan tak mau menangis lagi agar kakanya tak curiga jika matanya sembab nanti
"saya turun disini saja pak, disini ramai saya bisa naik taksi juga!" ucap niken
__ADS_1
"kamu mau saya dapat omelan dari niken, ayo naik saya pastikan dulu kamu sampai rumah dengan selamat!" jawab rio ia menyalakan mesin motornya dan menarik disti agar naik kemotor
mengantarnya kerumah yang ditunjukan disti saat diperjalanan