Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Cafe bernuansa eropa menjadi salah satu tempat untuk makan siang kali ini bersama dengan sang kekasih.


Rendi sengaja memesan ruangan vip untuk menghindari para pengganggung yang mengenal dirinya maupun Silla.


"Hi Sayang maaf ya aku telat kamu pasti udah nunggu lama?"ucap seseorang yang sudah Rendi tunggu-tunggu.


Rendi slalu terpesona dengan kecantikan Silla, menurutnya semakin hari semakin cantik. Rendi jadi ga sabar menunggu saat Ia dan Silla resmi menikah, bisa puas melihat wajah cantiknya mulai dari bangun tidur hingga ke tidur lagi pasti akan sangat menyenangkan.


"Sayang kenapa? Ada yang aneh dengan penampilanku?"ucap Silla bingung pasalnya dari tadi Rendi hanya diam menatap ke arahnya.


"Eungg..ga lah kamu makin cantik Sayang"jawab Rendi jujur membuat Silla bersemu merah.


"Gombal"jawab Silla lalu duduk di depan Rendi.


"Ga gombal kok tapi faktanya, emang kamu makin cantik"


"Iya iya makasih Sayang, udah ya sekarang kita pesan makan aku udah kelaperan"killah Silla karen malu pipinya berseru merah terus.

__ADS_1


Mereka memesan lumayan banyak makanan, selain Silla yang lapar Rendi juga kelaparan karena tadi pagi ia hanya sempat sarapan satu potong roti.


"Oh ya Sayang, Daddy dan Mommy ku ingin ketemu kamu, kira-kira kamu bisanya kapan?"tanya Silla yang teringat dengan ucapan sang Daddy yang minta dikenalkan dengan kekasihnya.


Rendi terdiam mencerna ucapan Silla, pasalnya ini menyangkut calon mertuanya, secepat itukah ia harus bertemu dengan mereka.


"Tenang aja Mommy dan Daddy orangnya baik kok"ujar Silla yang seakan tau pikiran Rendi.


"Kapan aja boleh kok, aku akan usahakan"jawab Rendi bijak. Ia sudah berani memacari anak gadis mereka jadi Rendi juga harus menerima resiko apapun yang akan terjadi nanti.


"Yaudah gimana kalo akhir minggu ini aja?"saran Silla dan Rendi mengangguk setuju.


Setelah makan Siang bersama walaupun singkat namun lumayan untuk waktu mereka berdua melepas rindu, Rendi dan Silla berpisah di depan cafe karena tujuan mereka berbeda dan lagi Rendi ada meeting jadi tidak bisa mengantarkan Silla.


Meski sedih mereka harus berpisah, karena banyak pekerjaan harus segera mereka selesaikan.


Silla kembali ke perusahaan, ia langsung ke ruangannya melihat tumpukan dokumen yang harus ia periksa, biasanya jika Silla melihat setumpuk dokumen ia akan sangat bersemangat namun sekarang ia malah sering menghela nafas seperti lelah.

__ADS_1


Benar ya kata orang-orang jika jatuh cinta akan merubah suatu kebiasaan seseorang entah itu secara sadar atau tidak.


"Permisi Nona"ucap asisten Silla.


"Ini ada kiriman bunga tapi tidak ada pengirimnya"ujarnya membawa sebuket bunga mawar merah yang begitu segar.


Silla kebingungan siapa pengirim bunga, banyak pertanyaan di benaknya tapi pikirannya tertuju pada sebua nama yang tidak lain adalah Rendi.


"So sweet banget sih kamu Sayang"gumam Silla.


Setelah kepergian asistennya, Silla membawa buket bunga mawarnya ia melakukan foto selfie dan mengirim salah satu fotonya ke Rendi dan mnegucapkan terimakasih, namun chat hanya bercentang 1 kemungkinan Rendi tengah meeting dan ponselnya di matikan.


Silla menyimpan buketnya di samping meja supaya menambah semangat kerja, dan salahnya Silla tidak berpikir jika saja buket bunga mawar itu bisa saja dari orang lain karena kesenengan dan malah menyangka dari Rendi.


...----------------...


Kira-kira dari siapa ya? hayooo ada yang bisa tebak? Jawab di kolom komentar yaa.

__ADS_1


Fyi khusus hari ini sepertinya aku akan up lagi tapi entah jam berapa so jadi stay tune yaa see uu 🤗🤗


__ADS_2