
"ferdi siapkan pesta yang paling meriah dihotel yang mewah! nanti malam jam tujuh harus sudah siap. saya mau istirahat dulu masik syok"
"sudah kami siapkan! katanya ngga mau mewah mewah pernikahannya!" ucap pak surya meledek anaknya
kini kebahagian terlihat diwajah orang tua dan pasangan pengantin
"istirahatlah tapi jangan ganggu menantu kami, kamu dan adel duluan saja ke hotel Jk
kami akan menyusul segera setelah ini semua beres" ucap mama jihan
"baiklah kali ini niko menurut, ayo sayang!" niko menarik tangan adel
"pak bantuin mama papa dulu disini!" ucap adel membuat niko melirik tajam dan para keluarga tertawa
niko masih saja dipanggil pak karena kebiasaa adel
"sayang jangan pak dong, anak mama masih muda kok!" mama jihan mengingatkan
adel mengangguk"akan adel coba ma!"
"kak, mba sana berangkat kalian harus fitting baju kan!" ucap niken
bersama disti menyiapkan kejutan dikamar pengantin
bu mira yang kurang enak badan berpamitan setelah anaknya resmi menikah
"ayo sayang! kita diusir!" niko tak sabar sementara adel masih tak enak hati dirumah masih beberes keduanya penyebab rumah berantakan justru pergi
__ADS_1
***
tiba dihotel yang dikatakan mama jihan. keduanya diantarkan oleh staf yang bertugas
"silahkan pak. jika butuh sesuatu panggil kami!" staf hotek berpamitan
niko memberikan sepuluh lembar uang seratus ribuan
untuk tips karena rasa senangnya
"bagi dengan temanmu!" ucap niko dan menyusul adel kekamar
"bagus pak kamanya!" ucap adek gugup satu ruangan lagi dengab niko
"bilang pak lagi ngga tunggu nanti malem ya!" ancam niko
"apanya? lalu saya harus bilang apa?" tanya adel bingung
"sayang boleh, mas, kak, abang apa aja yng penting jangan om dan pak ya?" ucap niko
"say... say..saya mau ketoilet!" ucap adel
beranjak dari sofa dihadang oleh niko
"bilang dulu sayang!" perintah niko
"nanti kekamar mandi dulu!" alasan adel
__ADS_1
"kamu ngga pinter bohong adelia, sini duduk ceritakan bagaimana bisa kamu menikahi niko sanjaya!" tanya niko penasaran
"tanya saja pada adikmu, yang sangat bekerja keras untuk kakaknya tak jadi perjaka tua! kasih niken hadiah yang setimpal" ucap adel
"hmmm berguna juga akhirnya punya adik!" ucap niko
adel membuka jendela pemandangan perkotaan yang padat akan gedung gedung tinggi
"terima kasih adelia kamila! terima kasih sudah mau menikah dengan ku" niko memeluk adel dari belakang
rasa nyaman adel rasakan namun karena baru pertama baginya melakukan hal seromantis ini
bulu kuduk adel merinding wajahnya memerah.
"emmm" adel mau memanggil niko tapi bingung
"kenapa del, suaramu membangkitkan yang sekian lama tertidur!" niko merenggangkan tubuhnya dari adel
"kenapa mas? mas sakit?" adel melihat niko seakan menahan seauatu yang sulit dijelaskan apa lagi masalah yang adel belum ketahui sama sekali meski usianya sudah dewasa dan statusnya bukan lagi single
"kalau kamu mau bisa ngobatin ini!" niko menunjuk bagian bawahnya dengan vulgar
"mas!!!!" adel memukul paha niko makin membuatnya tersiksa
harus sabar niko pelan pelan menghadapi adel yang punya masalalu kurang menyenangkan
"aku pijitin mau?" ucap adel agar mengurangi rasa sakit suaminya
__ADS_1
hemmm adel tersenyum sendiri saat mengatakan kata suami. selam tiga bulan menikah dulu bahkan adel tak pernah disebut istri
"nanti malam saja! istirahatlah sekarang agar tenagamu terisi" niko menarik tubuh adel membawanya dalam pelukan dan keduanya tertidur dengan pakaian yang dari pagi belum sempat ganti