Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Silla begitu emosi ketika asistennya memberitahukan jika ada klien yang meminta bertemu secara mendadak dengan alibi membahas tentang kontrak kerjasama.


"Kenapa tidak kamu cari alasan saja"ucap Silla kesal memarahi asistennya.


Tadi Silla tengah senang karena makan siang bersama keluarganya walaupun hanya makan di kantin kantor tapi begitu Mommy, Daddy dan adiknya bungsunya pulang, Asistennya langsung memberitahukan tentang neeting dadakan.


"Maaf bu tapi klien mengancam akan membatalkan kontrak kerja sama jika ibu tidak datang"ucap si asisten.


Silla memejamkan matanya sejenak, ia tahu jika klien yang akan ia temui memiliki nilai kerjasama yang lumayan menguntungkan untuk perusahaan.


"Oke, bilang padanya kita ke sana satu jam lagi"jawab Silla cepat.


Walaupun sebenarnya bisa saja Silla tidak datang dan kerjasama mereka mungkin berakhir tapi Silla tidak mau itu terjadi.bukan karena semata-mata untuk keuntungan perusahaan namun juga citra baik perusahaan dan keluarga jika nanti terdengar rumor yang tidak.memgenakan diluar sana mengenai kerjasama antar perusahaam dan belum lagi nanti investor bisa saja menarik saham nya dari perusahaan.


Istirahat sejenak untuk merileks kan tubuh dan pikirannya untuk menghadapi klien yang Silla nilai cukup genit dan tidak profesional.

__ADS_1


"Awas saja kalo cuma modus aja"batin Silla sedikit emosi jika membayangkan meeting dadakannya hanya alibi si klien yang ingin bertemu dengannya bukanya geer namun Silla cukup tahu tatapan laki-laki yang tukang modus seperti si riko klien nya ini.


Silla berangkat dari kantor bersama sekretarisnya dan juga supirnya, dan sebelumnya Silla juga sudah memasang beberapa kamera tersembunyi dan di aksesoris yang ia pakai takut terjadi sesuatu dan nanti malah si klien nya yang menuduh yang tidak-tidak.


"Kamu pasti bisa Silla, semangatt"batin Silla.


Selama menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai juga di tempat yang Klien nya ini pilih.


Mungkin karena pikirannya sedikit kalut Silla tidak begitu menyadari jika ada seseorang yang membuat hari-harinya kebelakang sedikit berwarna.


"Rendi"gumam Silla pelan yang hanya mampu di dengar olehnya.


Ternyata Rendi juga sama baru selesai meeting dan Silla sedikit kecewa andai meeting mereka bersamaan mungkin Silla sedikit lebih tenang karena jika terjadi sesuatu ia bisa meminta Rendi untuk melindunginya.


"Kalo begitu aku permisi ya"pamit Silla lalu pergi bersama asistennya.

__ADS_1


Silla tidak mampu untuk melihat ke belakang lagi takut jika Rendi masih di tempatnya dan memperhatikan dirinya.


Silla menghela nafas menormalkan degupan di jantungnya mempersiapkan diri bertemu si klien rese.


"Terimakasih sudah datang nona cantik,silahkan duduk "ujar si Klien yang sudah mulai membuat Silla risih.


"Terimakasih"jawab Silla datar.


"Aku tahu diluar sana sangat panas makanya aku udah pesankan kalian minuman dingin silahkan nikmati lah maaf jika minumannya bukan selera kalian"ucap Riko.


Silla memberi kode pada asistennya untuk jangan minum karena ia takut minumannya di masukan sesuatu oleh si Riko yang rese ini.


"Terimakasih tapi kami sudah minum tadi biarlah nanti kami minum jika sudah haus kembali, mari langsung saja ke pembahasan karena maaf saya meeting lain setelah ini"ucap Silla bersikap profesional walapun hatinya sangat kesal melihat si Riko dan asistennya yang menatapnya sangat horor seperti binatang buas yang siap menerkam kapan saja.


"Santailah sejenak, kalian kan baru datang"ucap Riko seperti sengaja mengulur waktu.

__ADS_1


"Tidak bisa Pak, sudah saya bilang jika ada meeting lain setelah ini"jawab Silla sedikit ketus.


Riko yang menyadari jika Silla mulai tidka nyaman langsung mengkode asistennya untuk segera memulai pembahasan.


__ADS_2