Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Selesai dengan urusan proyek, Silla dan Rendi memutuskan untuk kembali ke hotel, mereka butuh istirahat setelah tadi berkeliling lokasi proyek belum lagi rapat evaluasi yang memakan waktu yang lumayan lama.


"Nanti malam kita makan diluar yuk? mau ga?"tanya Rendi ketika mereka sedang berdua di lift.


Tentu saja Silla mengiyakan ajakan Rendi, bagi Silla momen makan malam nanti akan menjadi ajang untuknya bertanya pada Rendi yang bersikap dingin padanya beberapa hari ini.


"Boleh, jam berapa?


" jam 7 ya, kita ketemuan disini"ucap Rendi ketika mereka sudah sampai di lantai tempat kamar mereka berada.


"Iya siap"


Setelah itu mereka berpisah masuk ke dalam kamar mya masing-masing, bukannya istirahat Silla malah exited ia mengeluarkan semua pakaiann yang di bawanya di koper memilih pakaian apa yang cocok untuk dinner nanti malam.


Tidak jauh berbeda dengan Silla, Rendipun sama ia bahkan kembali menelpon orang-orang suruhannya untuk memastikan acara dinner nanti dan juga surprise untuk Silla.


"Semoga aja keputusan ku ini benar dan aku siap jika hasilnya tidak sesuai harapanku"gumam Rendi berusaha untuk menghibur dirinya sendiri jikalau nanti malam tidak sesuai dengan harapanya.


Jam 7 tiba, Silla keluar dari kamar kali ini tidak berpapasan dengan Rendi, karena pria itu sudah menunggunya di lobby.


"Kok aku makin gugup gini sih"gumam Silla ketika ia masih di lift.

__ADS_1


Begitu lift sampai Silla buru-buru keluar dan yang pertama ia lihat adalah Rendi dengan setelan kemeja yang senada dengan dress yang di gunakan Silla.


"Sudah siap?"ucap Rendi lembut.


"Iya" jawab Silla.


Rendi lalu mengajak Silla pergi menggunakan mobil untuk ke tempat dimana ia sudah mempersiapkan dinner romantisnya, di tengah perjalanan Rendi meminta Silla untuk memakai penutup mata dengan alasan ingin memberikan surprise dan tentu saja Silla menyetujui.


Perasaan keduanya sangat berdebar, Rendi sesekali melirik Silla yang anteng di samping nya dengan mata yang sudah di tutup kain.


Sepuluh menit kemudian, mereka sudah sampai di tempat Rendi membantu Silla.


"Kapan di bukanya?"tanya Silla yang tidak sabaran.


Deburan ombak terdengar di telinga Silla, ia yakin jika mereka tengah berada di pinggir pantai, Silla menerka-nerka kejutan apa yang Rendi siapkan untuknya.


"Aku hitung sampai 3 kamu boleh buka penutup matanya"bisik Rendi.


"1"


"2"

__ADS_1


"3"


Silla lalu membuka penutup matanya, alangkah terkejutnya ia ketika melihat kejutan yang di berikan Rendi ternyata makan malam super romantis di pinggir pantai dengan hiasan lampu-lampu yang cantik dan hanya mereka berdua karena Silla tidak melihat ada keramaian orang, sepertinya Rendi sengaja mengajaknya ke tempat yang sepi.


"Gimana kamu suka?"ucap Rendi.


"Suka bangett, kok kamu romantis banget sih"jawab Silla terkekeh padahal ia tengah menahan debaran di hatinya.


Rendi tersenyum lalu mengajak Silla untuk duduk, Rendi sengaja memilih makan terlebih dahuli sebelum ke acara selanjutnya.


"Enak banget makannnya makasih yaa"ucap Silla tersenyum, ia makan begitu lahap malam ini.


Selesai makan, barulah Rendi memulai aksinya iya berlutut di hadapan Silla sambil tangannya membawa sebuket bunga mawar yang entah kapan sudah berada di tangan Rendi.


"Aku tau mungkin ini sedikit mendadak tapi aku udah ngerencanain semua ini jauh-jauh hari mungkin sebelum rencana kita tertunda"Rendi menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya "aku disini malam ini di tempat ini aku Rendi ingin bertanya padamu mau kah kamu menjadi kekasihku?".


Silla diam terpaku ia tidak pernah menyangka jika Rendi akan menembaknya malam ini, Silla kira hanya makan malam romantis saja.


Cukup lama keheningan terjadi sampai ketika Silla meraih bunga yang di berikan Rendi dan mengecup pipi Rendi sekilas.


"Jadi kamu menerima perasaanku?"tanya Rendi memastikan ia tidak mau senang dulu.

__ADS_1


"Iya aku mau"ucap Silla malu-malu.


Rendi langsung memeluk Silla, akhirnya perasaanya terbalas ternyata selama ini perasaanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan, padahal Rendi sudah mempersiapkan diri jika saja Silla menolaknya.


__ADS_2