Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 28


__ADS_3

"pagi pak, pagi om" adel sudah kembali ceria seperti biasanya


masalah yang dilaluinya sudah sangat mendarah daging bagi adel hingga tak lagi menjadi sakit yang mebyebabkanya lemah


"pagi!" hanya ferdi yang menjawab sementara niko acuh tak acuh


dan berlalu begitu saja dari hadaoan adel tanpa menoleh sedikit pun


ada rasa benci dibatin niko. kenapa orang yang sudah bersuami bersikao seolah dia belum punya pasangan


hal itu yang membuat niko berfikir adel bukanlah orang yang tepat untuk membuat niko tertarik.


**


"ayo persiapakan dokumen keuangan minggu ini, sebentar lagi kita akan rapat dengan CEO kita" ajak sita teman satu ruangan dibagian keuangan bersama adel


"baik kak!" adel yang baru tiba meletakan tas yang dibawanya dan merapihkan dokumen yang sudah dia kerjakan kemarin


"siap?" tanya sita


"nervous dikit kak!" ucap adel


"ngga apa apa dulu aku juga gitu, nanti lama lama biasa" ucap sita


keduanya masuk ke ruangan rapat yang sudah ada beberapa orang yang hadir


semua saling bertegur sapa karena dimomen inilah para karyawab berkumpul dari semua bidang pekerjaanya

__ADS_1


"kita mulai rapat minggu ini dengan laporan dari bagian hrd terlebih dulu!" ferdi membuka rapat yang disampingnya ada pria tampan yang duduk manis mengunggu hasil laporan bawahnanya



" Pak niko serem ya kalau lagi rapat tapi tampannya kebangetan" bisik sita


adel yang mendengar nama niko seketika mencari dan tepat saat adel menemukan niko hal yang sama terjadi niko juga sedang mengarah pada adel


keduanya saling bertatap mata dan niko segera mengalihkan Pandangannya agar tak terlihat jika sedang menatap adel


"ngapain dia ikut rapat kak?" tanya adel polos


"maksudnya siapa? pak niko! dia Pemilik gedung dan Mall ini" ucap sita menjelaskan pada adek yang masih sangat polos


darah adel berdesir selama ini dia begitu santai berbicara pada niko, bahkan bosnya dikasih makan tempe oleh adel


"kenapa del?" tanya sita penasaran


"engga kak!" adel tak berani bercerita


kini giliran adel yang menyampaikan laporanya. dengan dibantu oleh sita adel mempresentasikan laporannya dengan baik


hingga banyak yang kagum dan tak sadar niko pun tersenyum


hal yang jarang ditemui pegawainya. saat diluar niko bisa sangat ramah atau banyak bicara


tapi dikantor aura serem dan tegas yang selalu dia tampilkan

__ADS_1


rapat diakhiri oleh lapiran adel, niko menjelaskan beberapa tujuan pemasaran untuk satu bulan kedepan dan juga beberapa solusi atas hal yang terjadi selama satu minggu terakhir


niko lebih dulu meninggalkan ruang rapat dan disusul oleh ferdi.


para pegawaipun mengikuti kembali keruang kerja masing masing


begitupun dengan adel, adel kesal merasa dibohongi oleh kakak adik yang menjadikannya teman tapi tak jujur


karena banyak pr dari rapat yang baru saja dilaksanakan adel segera mengerjakan dengan serius menatap layar komputer hingga tak sadar ada yang masuk keuangannya


"siang pak!" sapa sita


adel yang kaget langsung beranjak dari kurisnya. melihat siapa yang datang


"siiii siang pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya adel


biasa adel memanggilnya om kini panggilannya menjadi pak


"bisa ikut saya, saya ada perlu" ucap niko tanpa ragu


"baik pak! kak aku pergi dulu" pamit adel sopan


sita mengangguk mengiyakan. mana bisa dia nenahan jika yang punya kantor yang langsung datang


adel mengikuti langkah kaki niko yang pangjang dengan setengah berlari


"kita mau kemana om eh maaf pak!" tanya adel penasaran

__ADS_1


"saya perlu ngobrol urusan pribadi denganmu!" niko masuk kedalam lift dan pintunya ditahab menggu adel ikut masuk


__ADS_2