
Sudah lewat dari seminggi setelah kejadian Riko yang hampir merenggut kesucian Silla.
Kini Silla bahkan tidak pernah mendengar tentang nya lagi bahkan sehari setelah kejadian itu Arvan benar-benar mengurusnya dengan baik.
Silla jadi merasa tenang, ia sudah tidak terlalu memikirkan tentang kerjasama dengan perusahaan Riko, biarlah kerjasama mereka dihentikan dan Silka siap membayar penalti.
Hari-hari Silla justru kini malah semakin berwarna hampir setiap hari Silla video call dengan Rendi mereka kini sama-sama sudah seperti pasangan tidak ada kata canggung bahkan candaan kerap kali mereka lakukan.
Ketika tengah fokus dengan pekerjaanya sekretaris Silla masuk, memberitahukan jika ada seseorang yang datang ingin bertemu dengan Silla.
"Siapa?"tanya Silla bingung, hari ini ia tidak ada jadwal pertemuan dengan siapapun.
"Katanya jangan kasih tahu Nona Silla, biar jadi kejutan"ucap Sekretaris Silla menyampaikan perkataan si sosok misterius.
"Aduh siapa sih pake acara gini segala"gerutu Silla namun ia tetap beranjak untuk menemui tamu dadakannya itu di ruang meeting sebelah.
Begitu masuk ke ruangann meeting tidak ada siapapun Silla berbalik mencari sekretarisnya namun tidak ada malah kini ia yang terkunci sendirian di Ruang Meeting.
__ADS_1
"Ada apa sih ga lucu ya"teriak Silla kesal.
Tiba-tiba semua lampu mati dan malah proyektor yang menyala dan menampilkan foto-foto Silla dari bayi hingga sekarang dan beberapa kata-kata yang mampu membuat Silla tidak bisa membendung air matanya lagi.
Begitu video selesai lampu kembali menyala dan mulailah keluar satu persatu orang-orang yang di sayanginya, ada Mommy dan Daddynya, Adiknya Arvan dan Aeri, Aunty Naaya dan Om Daniel dan juga Al serta asistennya yang ikut serta merayakan hari ulang tahun Silla.
"Happy Birthday"teriak semua orang.
Silla masih menangis sesegukan, ia tidak bisa berkata-kata, Belva datang mendekat ke arah Silla dan memeluknya.
Bayi merah yang dititipkannya 23 tahun yang lalu padanya kini sudah beranjak dewasa menyayanginya seperti ibu kandungnya sendiri.
"Terimakasih Mommy, Kakak sayang Mommy terimakasih sudah mau menjadi Mommy untuk Kakak"ucap Silla.
Keharuan terus menyelimuti ruangan meeting ini, semua orang kini bergantian memeluk dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Silla.
Mungkin karena fokus bekerja Silla sampai lupa tanggal ulang tahunnya sendiri, Tadinya Silla sudah geer mengira jika Rendi yang datang menemuinya.
__ADS_1
"Sekarang kita berfoto dulu"ucap Kak Daniel lalu menyuruh asisten Silla untuk menfotonya.
Mereka melanjutkan dengan acara makan-makan yang sudah di siapkan Andra dan Arvan sebelumnya di kantin kantor sekaligus mengajak para karyawamnya untuk merayakan ulang tahun Silla dan juga syukuran atas kehamilan Belva dan Nasya.
Andra juga mengundang para anak yatim piatu untuk berdoa bersama dan membagikan bingkisan.
"Pantas saja sejak pagi aura di kantor berbeda ternyata sudah disiapkan sebelumnya makasih ya Daddy"ucap Silla menghambur kepelukan Andra.
"Sama-sama Kak"
Tidak bisa di bayangkan jika menjadi Silla, sudah pasti sangat bahagia di kelilingi orang-orang tersayangnya di hari ulang tahunnya.
"Selamat ulang tahun yaa, doa nya semoga cepat ketemu jodohnya"ucap Kak Daniel tersenyum.
"Aamiin makasih Om Niniel"ucap Silla mengaminkan doa om nya, itu juga salah satu yang Silla harapkan.
Keseruan ulang tahu Silla dan acara syukuran berlangsung sampai sore, setelah rangkaian acara selesai semua orang sudah mulai meninggalkan tempat acara dan Silla juga langsung pulang bersama Mommy dan Daddynya.
__ADS_1