Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.46


__ADS_3

pagi hari adel masih diberikan izin untuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk tempat kerja barunya


"selamat pagi, semoga harinya menyenangkan" isi pesan singkat yang masuk ke ponsel adel


dari orang yang juga ingin adel jauhi


adel hanya melihat siapa yang kirim pesan tanpa membalasnya


akan merusak pagi indahnya nanti


"selamat pagi bu!" sapa seorang lelaki yang melewati rumah adel


adel bingung kenapa semua orang yang lewat selalu ramah dan tersenyum padanya


adel tak mau ambil pusing dan mempermasalahkanya. ia berjalan mengelilingi rumah bagian samping dan belakang yang belum ia lihat karena datangnya sudah terlalu malam


"rumahnya paling bagus diantara yang lain, apa ini bangunan baru mungkin" adel merasakan keanehan tapi entah apa


***


"kenapa lama sekali balasnya, dasar bocah!" kesal niko tak fokus pada pekerjaannya


ingin rasanya niko menyusul tapi apa kata pegawainya nanti. niko kesal sendiri kenapa membiarkan adel pergi dari jangkauan matanya


"rapat sepuluh menit lagi!" niko memerintahkan pada ferdi untuk memberitahukan pada para pegawai agar bersiap


ferdi terkejut tak biasanya niko begini. pasti ada yang salah dengannya kali ini


rapat dimulai niko yang sedang tidak dalam kondisi mood yang baik. terus saja berkomentar pada setiap laporan yng dibuat


"kerja kalian apa saja dikantor! begini saja tidak mampu!" niko meninggalkan ruangan rapat setelah semua laporan diterimanya


"nik lo kenapa sih! " tanya ferdi melihat niko uring uringan


"keluar! saya mau sendiri!" niko mengusir ferdi

__ADS_1


tak selesai sampai disitu


"kak! kok mba adel ngga ada?" niken yang ingin mengajak adel jalan jalan seseuai janjinya tempo hari


"pergi!" jawab niko singkat tak melihat adiknya sama sekali


"kemana kak? niken mau ajak jalan nih!" ucap niken sudah siap dengan stelan santainya


namun sopan dan sesuai dengan usianya


"keluar kota!" jawaban niko sepotong sepotong membuat niken makin kesal


"bicara yang jelas kak!" teriak niken


"dimutasi keluar kota!" ucap niko lagi


"ken??"" ucapan niken terhenti melihat tatapan tajam kakaknya yang juga sepertinya sedang tidak bisa diajak becanda


"baiklah aku pergi! jangan marah marah nanti ngga laku" ledek niken sebelum meninggalkan kakaknya


sebelum pulang niken mengorek informasi dulu dari ferdi tentang adel


******


tiga bulan adel yang mudah beradaptasi cepat berbaur dengan pegawai lainnya


"saya antar del?" tawar erik pegawai dikantor cabang namun beda ruangan dengan adel


sejak pertama adel datang erik sudah terpesona dengan adel


"tidak usah rik, saya suka jalan. nanti suami saya marah kalau tahu!" tolak adel halus


agar erik tak tersinggung dan menjauhinya perlahan. adel sudah tak mau lagi berurusan dengan hati


"ohh maaf saya tidak tahu!" erik pun pergi meninggalka adel yang memang ingin berjalan

__ADS_1


rafa selalu meminta jatah uang dari adel dengan syarat segera menandatangani surat perceraian dari pengadilan


hingga tiap bulan adel wajib meningirimi uang pada rafa tanpa sepengetahuan orang lain


adel terkejut saat tiba dirumahnya sudah ada mobil yang terparkir disana. mobil mewah yang nampaknya tak semua orang punya


"pak niko?" adel makin terkejut


entah mimpi apa dia semalam orang yang selalu ingin dia hindari tiba tiba datang setelah sekian lama tak bertatap muka


"hai, sepertinya sibuk sekali sampai tak sempat balas chat dari bosnya!" ucap niko.menyindir


"pak ferdi selamat sore!" adel mengalihkan pembicaraan agar niko tak menyudutkannya


"silahkan masuk pak niko, pak ferdi maaf rumany masih berantakan" ucap adel


niko berdecik


"ini rumah saya adel!" ucap niko menyombongkan diri


"iya tahu pak, saya hanya diberikan fasilitas saja!" adel tersinggung dengan ucapan niko


"tapi ini milik saya, harusnya disana milikmu!" tunjuk niko pada rumah yang ada diujung jalan


nampak lebih kecil dan juga kusam karena lama kosong


"maksudnya pak!" adel makin bingung


"buka pintunya saya lelah mau istirahat!" niko masuk begitu saja kekamar yang ditempati adel


"pak jangan masuk!!!" adel menarik tangan niko tapi tak kena


hingga adel terpeleset menabrak punggung niko


"aduh pak ini badan apa batu sih keras banget!" kesal adel mengaduh

__ADS_1


niko membuka pintu kamarnya dan melihat pemandangan dari dalamnya


tergantung beberapa pakaian dalam adel yang belum sempat dilipat dan dimasukan kelemari


__ADS_2