
Entah ada angin apa tiba-tiba Andra yang tengah menunggu Aeri pulang sekolah menginginkan sesuatu yang menurutnya aneh apalagi ia baru saja menghabiskan satu burger yang tadi ia beli sambil menunggu Aeri.
Tidak lama kemudian Aeri diantarkan gurunya mendatangi Andra yang tengah duduk di bangku taman.
"Daddy"teriak Aeri memanggil.
"Hai Sayang, Yu kita pulang makasih ya Mrs. Kami permisi dulu"pamit Andra lalu menggandeng tangan Aeri menuju ke parkiran mobil.
"Gimana sekolahnya seru?"pertanyaan yang kerap kali Andra tanya ketika menjemput Aeri.
"Seru Daddy, tadi temen aku ada yang nangis cuma karena ga bisa baca bahasa inggris padahal menurut Aeri gampang"celoteh Aeri.
Andra hanya diam dan menyimak, ia bersyukur memiliki putri yang sepintar Aeri walaupun usianya masih belia tapi Aeri sudah bisa berbahasa asing apalagi Andra menyekolahkan Aeri di sekolah internasional.
"Pinter Anak Daddy"puji Andra.
Karena keinginan tiba-tibanya tadi Andra mengajak pergi ke salah satu jalan yang biasanya banyak penjual kaki lima, yup Andra ngidam jajan pingir jalan hanya karena tadi tidak sengaja terlintas dipikirannya masa kecil Andra.
__ADS_1
"Loh kok kesini Daddy?"tanya Aeri. Kebingungan pasalnya Andra mendatangi salah satu trmpat yang terkenal dengan makanan pinggir jalannya.
"Kita jajan dulu disini ya sebentar, Aeri mau apa aja terserah yu sayang turun"ucap Andra lalu turun dan sedikit berlari kepintu samping membantu Aeri turun dari mobil.
Aeri kira Daddynha hanya ingin membeli satu macam jajanan ternyata malah hampir semuanya Andra beli sampai-sampai Andra harus di bantu bodyguardnya.
Yup walaupun Andra tadi menyetir sendiri tapi Andra tetap membawa para bodyguard untuk menjaga Aeri.
Setelah hampir satu jam lamanya Andra dan Aeri berkeliling, mereka lalu melanjutkan untuk segera pulang.
"Gimana Sayang enak ga?"tanya Andra, mereka berdua tengah menikmati salah satu jajan pinggir jalan yang identik dengan tepung dan telur atau biasanya di sebut dengan "CILOR" salah satu jajanan khas pinggir jalan karena banyaknya penjual cilor.
Setelah berkendara sekitar dua puluh menit akhirnya merrka sampai juga di rumah, Andra tidak heran ketika melihat mobil Kak Daniel karena sebelumnya Belva memberitahu perihal kedatangan Kakaknya itu dan Andra juga sengaja membeli banyak jajanan untuk di nikmati bersama.
Andra membantu Aeri turun dari mobil lalu setelah itu membawa beberapa kantong kresek jajanan dan sisanya di bawakan oleh anak buahnya.
"Mommy aku pulang"teriak Aeri.
__ADS_1
Belva, Nasya dan Kak Daniel menyambut kedatangan mereka dengan raut wajah bingung, bagaimana tidak bingung karena Andra membawa jajanan yang begitu banyak.
"Ya ampun Mas ini apa?"ucap Belva keheranan.
"Ini tadi aku lagi pengen jajanan pinggir jalan ya tapi bingung beli apa yaudah deh aku beli aja semuanya" jawab Andra tida merasa bersalah.
"Bi tolong pindahin ke piringbya semuanya"perintah Andra lalu menyerahkan semua kantong kresek pada pelayan.
"Aneh banget kamu Ndra"ucap Nasya.
"Gapapa Kak sesekali hehe"jawab Andra merasa malu .
Andra memilih pergi ke kamar Aerj membantunya mengganti pakaian supaya bisa kabur dari Belva, Nasya dan Kak Daniel.
"Jangan marah Bel mungkin Andra sedang di fase ngidam juga, Kakak juga pernah ngalamin kok iya kan sayang?"ucap Kak Daniel.
"Oh yang kamu tiba-tiba pengen makan seblak kan, iya sih bener Bel mungkin Andra juga begitu sabar aja ya sesekali boleh kok jajan sembarangan"ucap Nasya yang tau ke khawatiran Belva.
__ADS_1
Belva hanya menarik nafas pelan, ia marah dan kesal namun bercampur lucu apalagi ketika tadi Andra dan Aeri datang-datang membawa kresek jajanan dengan wajah yang belepotan saos.
"Ada-ada aja tingkat Daddy dan Kakakmu"batin Belva sambil mengusap-usap perutnya.