
Hampir satu minggu lamanya niko pergi keluar negeri untuk urusan bisnis,
jadwalnya hanya tiga hari tapi rencana tak sesuai dengan kenyataan. bànyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum kembali lagi ke negara I
"kak sudah malam ayo tidur! kak niko mungkin sedang sibuk, nanti pasti dihubungi jika sudah ada waktunya!" disti sejak tadi merayu kakaknya yang cemas memikirkan suaminya
biasanya setiap satu jam sekali selalu mengirim kabar minimal pesan singkat jika tak bisa berbicara langsung
"tapi kakak khawatir dek, sudah dari sore loh mas niko ngga ada kabar. aku tanya niken juga tak mendapatkan kabar dari pak ferdi" ucap adel gelisah
"bu lebih baik istirahat saja dulu, tenangin pikiran kasihan sama dede bayinya! nanti ikut panik dan stres " ucap bude sari mengingatkan
ia juga sebenarnya tak tenang tapi tak mau menambah fikiran pada adel lagi
"iya bude, tolong ponsel kalian semua selalu dalam jangkauan jika bapak telfon atau mengirim pesan beritahu saya jam berapa pun itu!" ucap adel memberikan perintah
"iya bu!"
"iya kak!"
jawab bude sari dan disti bergantian
disti mengantarkan kakaknya perlahan masuk kedalam kamarnya. "hati hati kak! mau aku temani!" tawar disti pada adel yang masih terlihat kurang fokus
"tidak usah dek! kamu tidur saja nanti kalau kakak butuh sesuatu panggil kamu!" ucap adel
hatinya makin tak tenang semakin malam pikirannya melayang jauh. bayangan pernah ditinggalkan suaminya yang dulu masih sangat membekas dihati adel
meski sudah tak memiliki rasa apapun namun ada trauma yang tak mudah dihilangakan
__ADS_1
adel berbaring diranjang besarnya yang terasa sangat kosong sejak seminggu yang lalu.
ia mencoba memejamkan matanya yang mulai mengantuk karena waktu sudah hampir tengah malam
adel terlelap dan melupakan sedikit kegelisahannya
tepat dijam pergantian hari suara langkah kaki terdengar semakin dekat dan menuju ranjang adel.
"sayang!" suara bass lelaki berbisik ditelinga adel
sayup sayup terdengar sangat merdu suara orang yang adel cintai dan rindukan
mungkin hanya mimpi tapi adel yakin itu mimpi yang indah
"selamat ulang tahun mama dari anak anakku!" niko membawa kue yang sangat indah didesign khusus untuk sureprise sang istri
"istri cantikku, belahan jiwaku! ayo bangun suamimu sangat merindukanmu!" niko kembali membisikan kata kata manis
"selamat ulang tahun,,, selamat ulang tahun!!!" lampu kamar menyala dan betapa terkejutnya adel melihat banyak orang saat ini dikamarnya
"astaga!" adel segera menarik selimut dengan cepat
kebiasaanya adalah tidur tanpa mengenakan penyangga keduan benda kenyalnya
"keluar kalian semua!! tunggu dibawah!" niko berfikir adel terkejut dan ketakutan tiba tiba membangunkannya ditengah malam
"sayang maaf, mas buat kamu takut ya! maafkan mas sayang!" niko memeluk istri yang sudah sangat ia rindukan
__ADS_1
seminggu lamanya tak menyentuh tangan, pipi dan semua bagian tubuh adel
"mas, kamu benaran sudah pulang! mas kamu jahat kamu bikin aku khawatir. aku takut kamu ninggalin aku karena aku membesar sekarang!" tangis adel pecah
rasa rindu, cemas, senang dan semuanya bercampur aduk menjadi satu
"iya sayang maafkan mas, ini semua keinginan kedua adik adikmu yang jahil agar membuat kejutan. maafkan mas ya!" niko merasa sangat bersalah
niko memang akan membuat pesta untuk ulang tahun adel. namun atas saran disti dan niken kejutannya dilakukan saat niko pulang
"kamu ngga apa apa kan? kita kedokter periksakan kandungannya ya!" niko yang cemas sekarang
"aku ngga apa apa mas, aku senang, sangat senang!" jawab adel yang menyudahi tangisnya
"lalu kenapa kamu menutupi tubuhmu dengan selimut!" niko penasaran dan menarik selimutnya
"aku pakai baju ini!" ucap adel menyeringai menunjukan giginya
"astaga adel!! mas pikir kamu ketakutan! kenapa bajumu begini saat mas ngga ada hemmm?" tanya niko
"tadi malam bajuku basah karena nangis takut ditinggalin suami, masa iya jadi janda dua kali! jadi aku buka bajunya dan tinggal ini saja!" jawab adel jujur
"sssttttt! jangan bicara macam macam! sampai mati pun masa akan selalu ada buat kamu dan kita akan bersama hingga maut yang memisahkan!" ucap niko kembali memeluk istrinya
"wooiiii jadi ngga nih tiup lilin! sudah mau habis lilinya
bisakan dilanjutkan nanti saja!" teriak ferdi kesal
sebenarnya keduanya sudah pulang dan sampai ke negaranya saat sore. namun karena akan membuat kejutan maka menunggu hingga malam hari
__ADS_1
niko dan ferdi pulang kerumah