Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.201


__ADS_3

Ketika makan malam tiba Rumah Utama keluarga Surya sangat ramai dengan kehadiran anak , menantu dan tenu saja dengan cucu-cucu


" Ayo bikin Cucu lagi buat Papa sama Mama biar Rumah jadi tambah ramai" ujar Papa


" Iya Pa siap nanti Daniel sama Nasya kasih cucu yang Banyak iya kan sayang ?" ucap Kak Daniel tersenyum


" iya Iyaa "ucap Nasya memaksakan senyumnya bukan tidak ingin punya anak lagi hanya saja ia masih di hantui rasa trauma melahirkan.


Belva juga merasakan hal yang sama tapi keinginannya sangat besar untuk punya anak lagi.


" aku ga maksa kamu kok tenang aja, lagipula arvan masih kecil"bisik Andra pada Belva .


Belva tersenyum memang suaminya itu sangat pengertian .


Selesai makan malam semuanya lanjut berkumpul di Ruang keluarga, bermain bersama dua bayi kecil dan Silla yang cerewet yang mencairkan suasana.


" Gimana kalo kita semua pergi berlibur ?" usul Mama


" Boleh tuh Ma ide bagus" ucap Kak Daniel menimpali


" Tapi ga boleh jauh-jauh Ma kesian Papa kalo kecapean nanti sakit jantungnya kambuh loh " ucap Belva menyela


" Papa gapapa Kok Bel"


" Bener kata Belva, gimana kalo kita ke pantai aja kita bisa menginap diVilla lagi pula tidak terlalu jauh sekitar 2-3jam perjalanan gimana ?" ucap Kak Daniel

__ADS_1


" Setuju"ucap Nasya dan Belva serempak


" iya Mama juga setuju gimana kalo Lusa kita berangkat?"


" Iya Ma Boleh"ucap Papa


" Oh iya Bunda sama Ayah jangan lupa kasih tahu dan ibu juga " ujar Mama


" Siap Ma"


selesai mereka merencanakan liburan bersama mereka masuk ke kamar masing-masing karena hari sudah semakin malam.


" Mommy hari ini Silla pengen tidur sama Mommy ya "ucap Silla manja pada Belva


" Horeee"


" Silla tidurnya deket Daddy ya, adik Arvan biar deket Mommy dan satu lagi kaki Silla awas nanti kena Adik ya"ucap Belva lembut


" Iya Mommy "


Sila sudah lebih dulu berbaring di samping Baby Arvan tidak butuh waktu lama mereka sudah terlelap mungkin karena kelelahan seharian bermain.


Belva tersenyum melihat kedua anaknya.


" Sayang Silla pindahin aja ke kamarnya, kalo gini aku ga bisa tidur dong" ucap Andra

__ADS_1


" Nanti dia marah loh kalo bangun ga di samping kamu sama aku"


" ya terus gimana, ini cukup sih berempat tapi aku ga bisa tdr ga meluk kamu trs aku juga takut Arvan kenapa-kenapa" ucap Andra


Belvapun sebenarnya takut Arvan kena kaki Silla, akhirnya setelah perdebatan mereka memutuskan untuk Andra tidur dengan Arvan di kamar Silla dan Belva tidur bersama Silla.


Keesokannya Belva dan Andra pulang ke rumah mereka untuk mempersiapkan liburan Arvan dan Silla tidak di ajak karena


" baju Arvan harus banget bawa segini ya Sayang?" ucap Andra


" Sayang, Arvan itu masih bayi jadi kebutuhannya itu lebih banyak dari orang dewasa, kamu bisa liat kan kalo kita keluar cuma ke mall aja kan harus bawa tas"ucap Belva sembari tangannya terus merapihkan baju - baju Arvan.


" iya juga sih, apalagi yang menginap begini hmm udah pasti bawa satu lemari mungkin ha ha ha"


Selesa membereskan keperluan Arvan dan Silla, barulah mereka pergi ke Kamar mereka untuk menyiapkan perlengkapan mereka.


\=\=\=\=


Maaf ya Terlambat Update, Author banyak kegiatan didunia nyata dan juga lagi nulis novel yang lain,


Mungkin beberapa episode lagi novel ini akan tamat.


terimakasih yang masih setia baca novel ini dan minta maaf juga karena telat up


salam hangat semuanya.

__ADS_1


__ADS_2