
Belva dan Andra sedang di perjalanan menuju ke Pemakaman, setelah membeli beberapa bunga terlebih dahulu. tidak lupa juga mereka membawa Silla dan Arvan yang kebetulan sedang libur sekolah.
"Mommy kita ke makamnya Grandpa?"tanya Silla.
"Iya Sayang, tunggu sebentar lagi kita sampai"ucap lembut Belva.
Akhirnya mereka sudah sampai, Belva berjalan lebih dulu sambil menggandeng tangan Arvan dan Andra bersama Silla di belakangnya.
Setiap kali ke makam sang Papa Belva slalu tidak kuasa menahan air matanya, hati nya
memang sudah mengikhlaskan kepergiannya namun air matanya tidak bisa membohongi dirinya sendiri.
Andra dengan setiap berdiri di samping Belva, mengandeng tangan Belva berusaha mencoba menenangkan dan menyalurkan kekuatannya.
"Mommy jangan nangis yaa, Silla sama Arvan slalu ada buat Mommy"ucap Silla ketika melihat Belva mengusap air matanya.
"Mommy jangan nangis ya Arvan slalu sayang Mommy"ucap Arvan.
"Iya Sayang"ucap Belva tersenyum.
Tidak lupa juga mereka ke makam Delvi yang letaknya dekat dengan makam Papa, Setelah berdoa dan menaburkan bunga, mereka lalu berlanjut untuk pulang.
\=
\=
\=
Ketika malam hari tiba, Belva mulai merasakan sakit di bagian perutnya, namun Belva menganggap masih kontraksi palsu.
__ADS_1
"Kenapa Sayang"ujar Andra yang baru saja masuk ke dalam kamar setelah dari ruang kerjanya.
"Gapapa kok, aduh"ucap Belva memejamkan mata menahan sakit.
"Sepertinya aku mau melahirkan sayang"ucap Belva dan dengan sigap Andra
langsung mengendongnya menuju ke mobil,
"Bundaa Bundaa" teriak Andra
"Kenapa Andra? Belva kenapa ini?"ucap Mama yang datang bersama Bunda.
Mungkin sudah firasat akan segera melahirkan Bunda dan Mama kompak menginap di rumah Belva dan Andra.
Suasana Rumah menjadi sangat ramai karena Teriakan Andra, Belva duduk di belakang bersama Mama, setelah memastikan perlengkapan Belva sudah dibawa Andra langsung naik ke mobilnya.
"Iya nak, hati-hati ya jangan panik kamu harus tenang"ucap Bunda pada Andra.
Andra lalu melajukan mobilnya ke salah satu Rumah sakit bersalin yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya.
"Tarik nafas dan buang nafas pelan-pelan"ucap Mama pada Belva.
"Andra kamu fokus aja"ujar Mama kembali.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit, Andra langsung mengendong Belva untuk duduk di kursi roda.
Belva langsung di bawa ke ruang bersalin, Andra dengan setia menemaninya menggenggam tangan Belva menyalurkan kekutannya.
"Sabar ya Bu pembukaan nya masih belum lengkap kita tunggu sebentar lagi"ucap Sang Dokter.
__ADS_1
Karena sudah pernah melahirkan Belva tidak terlalu panik, ia malah sangat santai namun ketika gelombang itu datang ia memilih memejamkan mata dan mencengkram kuat tangan Andra.
Setelah menunggu beberapa menit kemudian Belva sudah tidak tahan,Andra mulai memanggil suster dan dokternya.
"Alhamdulillah Pembukaannya sudah lengkap"ucap Dokter.
Sementara diluar ruangan Arvan tengah menangis takut terjadi apa-apa dengan Mommynya, ia ditemani Mama, Bunda dan Silla.
"Arvan berdoa ya sama tuhan supaya Mommy dan adik bayinya bisa lahir dengan selamat dan juga sehat"ucap Bunda.
"Iya Oma"
setelah menunggu beberapa menit akhirnya terdengar suara tangisan bayi, Mama dan Bunda terharu, begitu juga dengan Arvan yang berteriak kegirangan.
"Horee Arvan akhirnya punya adikk"ucapnya.
"Iyaa udah ya jangan teriak-teriak ini rumah sakit kesian nanti orang lain ke ganggu "ucap Silla memberitahu Arvan dengan lembut untuk menurut.
\=\=\=
haii apa kabar semuanya? semoga kalian slalu sehat ya aamiin, masih semangat ga nih puasanya? semangat lah yaa, aku disini mau promosi sedikit nih novel aku yang lainn.
Sinopsis novel ➡️ Romantic Wedding
Kisah seorang mahasiswi yang tiba-tiba di lamar oleh seorang laki-laki yang pernah manjadi atasannya ketika magang dulu.
buat kalian yang penasaran yuk mampir.
terimakasih ya 😊🤗
__ADS_1