
Seminggu sudah sejak kelahiran zain. Niko masih bekerja dari rumah namun hari ini niko mulai bekerja lagi dikantor
"sayang mas, kerja dulu ya. Kalau ada apa apa segera hubungi mas!" pamit niko pada istrinya
"iya mas, pasti! Hati hati dijalan" ucap adel
"dah anak ganteng papa!" niko menciumi pipi zain dengan gemas
Rasanya tak mau berpisah tapi apalah daya tanggung jawab seorang suami dan juga sekarang bertambah menjadi ayah.
"papa pingin dirumah aja kalau gini!" niko masih belum beranjak
"nanti telat pah!" ucap adel
"baiklah. Papa akan lebih semangat bekerja demi kalian!" tak lupa niko mngecup kening istrinya juga
adel melambaikan tangan pada suaminya ketika mobil yang dikendarai niko sudah mulai meninggalkan halaman rumah
"kok nangis sayang, baru ditinggal papa sebentar sudah rindu ya. Hemm sama mama juga sudah rindu!" ucap adel mengajak anaknya berbicara
"baru juga sebentar kak! Aku mau ke toko dulu ya kak mau lihat kata kak niko ada pegawai baru. Karena kerjasama dengan perusahaan kak niko sudah berjalan jadi butuh beberapa karyawan lagi!" ucap disti menjelaskan tentang toko peninggalan ayahnya
__ADS_1
"iya dek, ohh iya kakak sudah hubungi tante ira. Katanya ingin bertemu kita tapi kakak masih belum bisa keluar rumah
apa tante ira aja yang suruh kesini ya!" ucap adel bimbang
"jangan kak, jangan sampe tante tahu kalau kakak sekarang sudah hidup enak! Sebenarnya tante bilang terlilit hutang karena suaminya suka main judi. Dan rumah lama kita harus dijual dan dibagi untuknya juga!"
Akhirnya disti juga melepaskan beban yang ia simpan pada kakaknya. Ia sadar akan mempersulit jika tak jujur
"padahal kalau kamu bilang dari awal, tak harus cuti kuliah dek. Maafkan kakak ya!" adel merasa bersalah
"engga kak, justru aku bisa fokus dulu ke toko. Pokoknya tante ira jangan sampe tahu keadaan kita sekarang!" ucap disti yang selama ini sudah beberapa kali bertemu tantenya itu
"baiklah, Biar nanti mas niko aja yang urus! Kakak yakin papanya zain akan melakukan yang terbaik untuk kita. Hati hati dijalan jika mau berangkat!" ucap adel
Niko sudah menawarkan mobil untuknya tapi disti menolak karena merasa tak terlalu butuh.
"bude aku mau tidurin zain dulu ya keatas. Nanti ada orang yang akan menjaga zain datang tolong panggil aku!" pesan adel
"baik bu, ibu ngga makan dulu!" tanya bude sari perhatian
"nanti saja bude!" adel berlalu ke kamarnya
__ADS_1
"sayang mama, bobo ya yang lelap biar tumbuhmu makim cepat!" ucap adel mengusap usap kepala zain setelah ditidurkan diranjang bayi zain
Adel menyayikan lagu yang dulu ia sering dengar dari ibunya sebelum meninggal
Adel teringat masa kecilnya yang sangat bahagia. Dan adel berjanji akan menjaga anaknya hingga tak kekurangan sedikit pun kasih sayang orang tua
"kalau besar nanti, kamu harus jadi lelaki yang baik seperti papamu ya nak. Papamu adalah malaikat yang dikirim untuk mama dan kamu!" adel terus berceloteh seolah olah anaknya bisa mendengarkannya
"bu maaf, orang yang mau jaga zain sudah datang!" bude sari mengetuk pintu kamar majikan kecilnya
Dan mengatakan pada adel tamunya tiba
"baik bude, sebentar lagi saya turun!" ucap adel sambil perlahan menata bantal pada samping zain tidur dan menyelimutinya
lalu adel menemui orang yang akan menjaga zain
"selamat pagi bu, perkenalkan saya siti dari yayasan sentosa. Yang ditugaskan untuk menjaga anak ibu adel!" ucap sus siti yang usianya belum terlalu tua
Juga tak terlalu muda. Sekitar empat puluhan tahun dan masih terlihat awet muda
"iya sus, saya panggil sus aja ya! Terima kasih sudah datang tepat waktu. Sekarang istirahat dulu nanti sore baru mulai bekerja. Soalnya zain anaknya tidurnya lama!" ucap adel memperkenalkan anaknya
__ADS_1
"bude tolong antarkan sus siti kekamarnya. Yang sebelah bude ya!" ucap adel memberikan arahan
"baik bu!" bude sari mengajak sus siti ikut bersamanya