Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Tepat ketika pukul 7 malam Rendi baru pulang ke rumahnya, tubuhnya benar-benar butuh istirahat ia bahkan melupakan makan karena saking fokusnya ia kerja.


"Haiss lelahnyaa"gumam Rendi.


Rendi memilih untuk pergi mandi terlebih dahulu dan setelah itu barulah ia bisa merebahkan tubuhnya di ranjang.


tubuhnya benar-benar sangat lelah sehingga tidak perlu lama untuk terlelap, ia bahkan melupakan benda penting yang menjadi alat komunkasi dirijya dengan sang pacar.


Sementara di rumah keluarga bratajaya Silla merasa sangat khawatir sejak tadi chatnya tidak di balas oleh Rendi.


Bahkan ia menelpon pun tidak diangkat, Silla takutnya Rendi kenapa-kenapa tapi tidak ada yang bisa ia lakukan selain terua menghubungi Rendi.


"Kak ayo kita makan malam, semuanya sudah kumpul"ucap Arvan diluar kamar Silla.


Silla yang masih kepikiran Rendi merasa tidak punya nafsu makan, namun disisi lain pasti Mommy dan Daddy nya akan marah jika ia tidak makan.


"Kak"teriak Arvan kembali.

__ADS_1


ceklek


"Iya iya"ucap Silla begitu lesu.


Arvan merasa ada yang aneh dengan Kakaknya, pasalnya tadi setengah jam yang lalu masih ceria bahkan tertawa bersama dengan Aeri.


"Apa jangan-jangan ada masalah dengan Rendi?"batin Arvan menebak-nebak.


"Kakak kenapa ada masalah?"tanya Arvan dari pada ia menerka-nerka lebih baik bertanya.


"Gapapa"ucap Silla singkat.


Namun Arvan bukanlah orang yang bisa dipercaya begitu saja, ia tidak kehilangan akal lebih baik mencari tau sendiri.


Silla terpaksa harus ceria walaupun hati dan pikirannya khawatir memikirkan Rendi, Silla tidak ingin membuat orang tuanya khawatir juga apalagi Daddy nya sudah tau perihal hubungan dirinya dengan Rendi.


Begitu selesai makan Silla pamit ke kamar dengan alasan ingin mengecek pekerjaan sementara Arvan yang sudah tau letak kekhawatiran Kakaknya lantas menyusul.

__ADS_1


"Gausah cemas Kak, dia baik-baik aja kok lagi kecapean jadi mungkin sekarang lagi tidur jadi ia ga bisa jawab telepon Kakak"ucap Arvan lalu pergi ke kamarnya meninggalkan Silla yang terbengong mencerna ucapan Arvan.


Arvan tau karena ia tadi sengaja menyuruh anak buahnya untuk meretas ponsel kakaknya dan ternyata benar dugaanya, Kakaknya begitu khawatir pada kekasihnya karena lupa mengabari dan ternyata setelah Arvan cek Rendi malah terbaring tidur di kamarnya karena kelelahan.


Bukan hal sulit untuk membantu Kakaknya, Arvan hanya tinggal menyuruh para anak buahnya yang punya keahlian di berbagai bidang termasuk menjadi seorang hacker.


"Tidak sia-sia aku belajar dari Daddy, apalagi para anak buahnya begitu bisa diandalkan"gumam Arvan lalu mengetikan balasan perihal laporan yang dimintanya tadi.


Urusan Silla beres kini Arvan harus kembali di sibukkan dengan urusan kantor. Sementara Silla yang sudah tersadar dari lamunannya tersenyum senang.


Arvan bahkan mengirim bukti jika Rendi memang pulang ke rumahnya dan ada foto Rendi juga yang terbaring di tempat tidur walaupun tidak terlalu jelas tapi membuat Silla yakin jika memang pacarnya sedang tidur karena kelelahan.


"Aish dasar Arvan kok dia bisa tau sih, dia adiku bukan sih kok bisa cari orang semudah itu"gumam Silla yang kini justru merasa terheran-heran melihat tingkah Arvan.


Silla berniat ingin pergi ke kamar Arvan untuk memint penjelasan namun ia urungkan karena lebih baik membicarakannya nanti di kantor atau ditempat lain karena takutnya Mommy dan Daddy ny dengar jika Silla bertanya sekarang.


Silla memilih untuk membuka laptopnya dan mengecek pekerjaanya walaupun sudah di ambil alih sementara oleh Arvan namun Silla tetap harus memantaunya.

__ADS_1


__ADS_2