Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 127


__ADS_3

niken dengan hati riang datang kerumah kakanya menemui ponakannya yang sangat menggemaskan


dengan menaiki taksi karena niken tak mau dijemput atau diantara supir kecuali ferdi untuk sekarang


tiba dirumah adel niken membayar taksi dan mengetuk pintu rumah adel


"siang bude! ini kue buat bude!" ucap niken setelah pintu dibukakan oleh pembatu adel


"siang non, terima kasih banyak. ibu sedang bermain dengan zain ditaman belakang non" ucap bude sari memberitahukan keberadaan adel pada niken


"iya bude aku kesana dulu ya" ucap niken meninggalkan bude sari


"halo anak onty yang tampan seperti artis korea" suara niken berteriak membuat adel dan sus siti kaget


"niken kamu kebiasaan deh! sama siapa sayang kesininya" tanya adel saat niken berada disampingnya


"sendiri mba, kak niko minta zain sama mamanya diajak kerumah mama duluan soalnya kak niko masih ada usrusan" ucap niken


"benarkah? tadi bilang mau pulang cepat dasar papa ngga konsisten ya de" ucap adel pada anaknya


"ini siapa mba?" tanya niken pada pengasuh zain


"ini sus siti yang bantu kakak jaga zain. sus tolong siapkan baju ganti zain ya dan perlengkapannya" perintah adel pada sus siti


"baik bu" jawab sus siti lalu membawa zain untuk berganti baju dan menyaiapkan perlengkapannya


"mba aku gugup" ucap niken saat sedang berdua dengan adel


"iya lah. tapi tenang saja semua akan lancar dan baik baik saja" ucap adel menenangkan


"ohh iya disti bisa dateng ngga ya?' tanya niken


"mba belum bilang sama disti soalnya lagi ditoko" ucap adel


"ya udah ngga apa apa yang penting pas nikah aja nanti harus dateng ya mba, kalian harus dampingi aku dan kita harus selalu bersama" ucap niken memeluk adel

__ADS_1


ia senang mempunyai saudara perempuan kini


"pasti dek, mba siap siap dulu ya" ucap adel beranjak dari kursinya


"ini buat mba, tadi mampir di mall liat ini pasti cocok banget buat mba adel" niken memberikan paper bag berisi baju dan tas  senada untuk kakak iparnya


"terima kasih ya sayang" ucap adel


*****


"hari ini saya ada perlu jadi pulang lebih awal, kamu isa hubungi saya jika ada yang perlu ditanyakan" ucap rio yang sudha bersiap dengan barangnya


"terima kasih kak bantuanya" ucap disti dengan senyum palsunya


"sama sama, jangan sungkan meminta bantuan pada ahlinya" ucap rio percaya diri


disti memalingkan wajahnya dan menjulurkan lidahnya mendengar ucapan narsis rio


"silahkan keluar kak, perlu saya antarkan?" tanya disti  dengan senyum dibuat buatnya lagi


"no!" jawab rio singkat dan keluar dari kantor menuju mobilnya


rio yang bekerja di usaha milik orang tuanya dibidang perkebunan dan peternakan. saat ini rio diminta oleh niko agar membimbing adik iparnya untuk mengurus usaha milik mertuanya dulu


rio tiba dirumahnya sekitar satu jam memnempuh perjalanan dari toko milik disti


"beb, kemana aja sih aku hubungi nomernya sibuk terus"  dias berada dirumah orang tua rio


"banyak pekerjaan yas,ayah sama ibu kemana?" tanya rio


"ada diatas sedang istirahat. kamu ngga bilang beb jika mau ada pertemuan keluarga kakakmu" ucap dias ngambek


"saya ngga ikut, hanya bantu persiapannya aja. saya mau istirahat dulu kamu mau pulang atau masih mau menunggu ibu?" tanya rio datar


"antar pulang beb, mama nanyain kamu terus kapan kita akan melanjutkan ke jenjang yang serius" ucap dias menggelendot pada lengan rio

__ADS_1


"sebentar saya ganti baju dulu!" ucap rio masuk kedalam kamarnya mengganti baju dengan yang lebih santai lalu keluar lagi


"bik inah, bik bilang sama ibu dan ayah rio antar dias pulang" pesan rio pada pembantu rumah tangganya


"baik mas" ucap bik inah


"ayo yas" rio mengantarkan dias pulanag kerumahnya tanpa penolakan


"beb, kamu kenapa sih sekarang kayak menghindari aku" tanya dias saat didalam mobil


"hanya perasaan kamu saja mungkin, saya hanya sedang fokus dengan pekerjaan saja" ucpa rio


"kenapa ngga terima tawaran papa aja sih, kerja diperusahaan papa lebih menjanjikan dari pada,,,," ucapan dias terhenti saat rio menatapnya tajam


"jangan membuat saya mengulangi ucapan yang sama, kalau memang sabar ya tunggu kalau tidak silahkan cari atau kamu bisa dapatkan yang sesuai dengan keinginanmu"  ucap rio datar


"engga honey, aku tetap menunggu kamu aja" ucap dias


tak lama kemudian tiba dirumah dias, dias dan rio turun dari mobil menemui orang tua dias yang merupakan sahabat dari orang tua rio


"selamat sore om!" sapa rio ramah


"sore nak, ayo masuk kapan pulang dari luar negeri?" ajak papa dias ramah


"iya om, terima kasih dirumah sedang ada acara untuk kak ferdi" tolak rio halus


 "saya baru beberapa minggu ini om pulang, bagaimana kabar tante?" tanya rio sopan


"ohh begitu, ibu dias baik baik saja. kalau gitu lain kali harus mampir ya" ucap papa dias


"baik om, saya pamit dulu salam buat tante" pamit rio


ia menaiki mobilnya memutar arah dan menuju kembali kerumahnya. entah mengapa jalan yang tadi ia tempuh begitu macet sepertinya sedang ada kecelakaan lalu lintas


rio mencari jalan lain agar dapat segera pulang, dengan menggunakan aplikasi diponselnya rio menekan tujuannya agar dapat menemukan jalan alternatif

__ADS_1


tanpa rio sadari jalan yanag dilewatinya adalah jalan yanga melawati toko disti, dilihatnya toko masih ramai lalu rio membelokan mobilnya


saat akan turun ia sejenak tersadar " ngapain aku kesini lagi" rio menyalakan mobilnya lagi dan kembali menempuh perjalanan pulang kerumahnya


__ADS_2