
Andra yang baru saja selesai meeting dibuat terkejut ketika mendengar kabar dari Kak Daniel tentang Silla.
Rasanya Andra ingin cepat-cepat memberitahu Belva namun Kak Daniel melarangnya dan lebih baik untuk di tunda karena takutnya Belva marah karena memberitahu Silla lebih dulu dibandingkan dirinya.
"Daddy kenapa senyum-senyum"tanya Aeri.
Karena semenjak Andra datang ia tidak berhenti tersenyum dan membuat Aeri merasa aneh.
"Gapapa kok, Mommy mana?"ucap Andra.
"Buang pecahan kaca Daddy tadi foto Mommy sama Kak Silla ga sengaja ke senggol Mommy jadinya jatuh"
"Oh gitu yaudah kamu lanjut aja ya, Daddy mau ke kamar mandi sebentar"
Andra pergi ke kamar mandi dan tidak lama kemudian Belva datang dengan membawa makanan yang dipesannya.
Belva menyiapkan makannya dan Andra datang bergabung lalu mereka makan bersama-sama, Andra tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya karena ketakutannya selama ini sudah hilang begitu saja hanya tinggal satu lagi yaitu bagaimana caranya memberitahu Belva.
"Kenapa liatin aku terus Mas?"ucap Belva berbisik pada Andra yang duduk di sebelahnya.
Sementara Aeri malah fokus menontom video fashion show di ponselnya sambil makan.
__ADS_1
"Aku Happy aja karna tadi Arvan ngabarin katanya Masalah disana hampir selesai jadi kemungkinan kita akan liburan secepatnya setelah mereka semua pulang"ucap Andra.
"Syukurlah kirain ada apaa"ucap Belva lalu melanjutkan makannya.
"Tunggulah Sayang sebentar lagi ketakutanmu akan hilang dan tidak ada lagi yang bisa memisahkan keluarga kita"batin Andra.
Walaupun Andra merasa sangat senang karena Silla sudah tahu tapi masih ada sedikit ke khawatiran karena tadi Kak Daniel juga memberitahu tentang keluarga Tristan yang sudah tahu tentang Silla.
"Semoga saja mereka tidak nekad"batin Andra.
Setelah Makan Siang Andra kembali ke kantor semenjak Silla ke Australia Andra kembali mengambil alih pekerjaann Silla.
...****************...
Sementara Di Australia setelah makan siang bersama mereka kembali ke kantor setelah drama para penghianat mereka juga harus membereskan kekacawan yang di akibatkan si para penghianat itu.
"Arvan kalo udah lulus mau ngambil perusahaan yang di jakarta aja disini ga seru"ucapnya
"Iya Emang kalo jauh di keluarga itu ga enak paling sesekali aja berkunjung sambil liburan eh ngomongin tentang liburan setelah pulang kita jadi kan liburan?"tanya Silla karena jujur ia sangat menginginkan liburan lelah juga ternyata menjadi seorang wanita karir.
"Ya Makanya buruan selesain semuanya Kak"
__ADS_1
"Iya iya kamu bantuin juga dong"
"Lah ini bukannya bantuin ya"ucap Arvan menunjuk setumpuk berkas.
"Iya juga sih"Silla lalu tertawa diikuti Arvan.
karena kebetulan mereka hanya berdua di ruangan sedangkan Kak Daniel tentu saja di ruangannya sendiri sambil mengajari putra semata wayangnya Al.
"Bagaimana tentang tadi pagi?"tanya Kak Daniel ia ingin tahu pendapat Al.
"Mereka keliatan orang-orang baik tapi kelukannya ternyata jahat, Al hampir ketipu Pih ternyata benar kata Papi sama Mami kalo tampang baik tidak menjamin perilaku juga baik"ucap Al.
" Iya makanya kamu harus lebih hati-hati lagi hanya karena mereka dekat sama kita bukan berarti tidak bisa melakukan kejahatan justru yang paling dekatlah paling berpotensi melakukannya"
"Siap Pih, Al akan slalu ingat itu"ucap Al.
"Papi percaya sama kamu"
...----------------...
...----------------...
__ADS_1