Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Rendi sangat senang niat hati datang ke cafe ingin menenangkan diri karena terlalu banyak pekerjaan di tambah dirinya yang kurang fokus akibat memikirkan Silla.


Tapi yang ada malah Rendi bertemu Silla dan kini mereka sedikit demi sedikit mulai akrab.


"Ga kerasa udah sore aja loh"ucap Rendi.


"Iya benar, sepertinya aku harus segera pulang"jawab Silla yang tersadar jika ia terlalu lama di cafe bersama Rendi.


"Iya aku juga sama"ucap Rendi lalu berjalan ke arah Kasir dan membayar semua pesanan dirinya dan juga Silla.


"Ayo"ajak Rendi ketika selesai melakukan pembayaran.


"Sebentar aku ke kasir dulu"ucap Silla karena tadi ia pergi ke toilet dulu dan tidak mengetahui jika Rendi sudah membayarnya.


"Udah barusan"jawab Rendi.


"Okey aku ganti jadi berapa semuanya? mau cash apa transfer?"tanya Silla.


"Ga usah gapapa kok yukk pulang aja"jawab Rendi tersenyum.


"Ihh ga boleh gitu dong, tadi aku pesan banyak menu loh"ucap Silla.

__ADS_1


"Iya gapapa hmm gimana kalo next time traktir makan aja "saran Rendi sekaligus modus supaya bisa berduaan lagi dengan Silla.


Tanpa pikir panjang Silla langsung mengangguk setuju, waktunya akan di tentukan nanti ketika mereka berdua senggang.


"Aku duluan ya makasih traktirannya"ucap Silla sebelum pamit pergi ke mobilnya karena tadi Silla sudah menyuruh Sopir dan sekretarisnya untuk pulang duluan ke kantor.


"Iya Sama-sama dan hati-hati di jalan"balas Rendi. yang di angguki oleh Silla.


"Yang di hati kapan jalan-jalan"batin Rendi sambil melihat Silla yang masuk ke mobilnya.


Suara klakson mobil Silla membuyarkan lamunan Rendi yang sempat membayangkan jika mereka satu mobil dan pergi kencan berdua.


Mood nya kali ini sedang bagus dan Rendi memilih memanfaatkan nya untuk kembali ke kantor.


Tidak jauh berbeda dengan Rendi, Silla pun sama ia langsung melajukan mobilnya ke kantor mood nya sudah membaik berkat Rendi ralat berkat nongkrong di cafe.


"Seru juga ternyata nongkrong di cafe kaya gitu apalagi di temenin ehh apaan sih sadar Silla"gumam Silla yang berusaha menepis semua perasaan yang muncul di hatinya.


Silla sedikit menambah kecepatan mobilnya untuk segera sampai di kantor, ia baru ingat jika masih banyak pekerjaan yang harus segera ia selesaikan.


Arvan sudah menunggu kedatangan sang Kakak yang katanya habis nongkrong di cafe sendirian.

__ADS_1


"Udah kenyang nongkrongnya kak?"tanya Arvan begitu Silla masuk ke ruangan.


"ihh ngagetin aja, ternyata asik juga ya Van nongkrong di cafe liat pemandangan di tambah kopi dan kudapan manis"ucap Silla sambil tersenyum membayangkan kejadian tadi di cafe.


"Iya memang asik kak apalagi di temani seseornag atau teman-teman"


"Iya benar, udah ah nanti lago bahasnya Kakak mau beresin dokumen yang ada di meja ehh kok ga ada?"ucap Silla ketika menyadari jika di meja kerjanya sudah kosong tidak ada dokumen satupun.


"Ini lagi aku beresin Kak ini tinggal beberapa lagi"ucap Arvan yang menunjukan meja kerja di pojok ruangan ya g biasa di gunakan Arvan untum belajar jika ke ruangan Silla.


"Yaudah sini biar Kakak aja yang lanjutin lebih baik kerjain skripsi mu Van biar cepat wisuda"ucap Silla lalu mengambil alih.


Arvan hanya mengangguk tidak bisa di pungkiri Arvan memang ingin segera lulus dan membantu Kakaknya di perusahaan makanya Arvan lebih awal sudah menyusun skripsi.


###


Haii guys apa kabar? semoga sehat slalu ya


Marhaban ya Ramadhan mohon maaf lahir dan batin, selamat menjalankan ibadah puasa bagi readers semua yang menjalankan🤗🙏😇


See u next episode

__ADS_1


__ADS_2