
"adel bangun sayang! tumben banget jam segini belum bangun, kamu sakit kita kedokter ya!" tanya niko
kekhawatirannya makin bertambah setelah tahu istrinya sedang mengandung buah hati keduanya saat ini
"iya mas, masih ngantuk bawaanya males bangun! hoaaammm" adel menguap tanpa membuka matanya
"kita kerumah sakit sekarang ya, kita periksa dulu kandunganmu. nanti lanjut tidur lagi!" ajak niko
"hmmm baiklah, tapi mas hari ini temani aku dirumah seharian!" pinta adel masih berselimut tebal menutupi tubuhnya
"iya sayang, ayo bangun pelan pelan mas antar ke kamar mandi!" perlakuan manja niko pada istrinya membuat adel semakin yakin
bahwa tak semua pria didunia ini seperti rafa
sang mantan suami
"kenapa tersenyum gitu? jangan sering sering mas bisa meleleh melihatnya kalau keseringan!" lontar niko
"mmmm mulai deh gombal!" adel perlahan melangkah kekamar mandi, sudah disiapkan air hangat oleh suaminya agar adel berendam dan merasa nyaman
"makasih sayang!" ucap adel saat niko meninggalkannya dikamar mandi
niko menganguk dan menunggu sang istri duduk disofa kamarnya. ia mengabari ferdi jika tak bisa ke kantor lagi hari ini ia akan mengantarkan istrinya memeriksakan kandungannya
"halo fer, kalau ada yang penting kirimkan saja via email. saya tidak bisa kekantor hari ini. tolong handle semua pekerjaan yang urgent!" perintah niko pada siapa lagi kalau bukan asisten setianya
"baik bos! ada lagi?" tanya ferdi
__ADS_1
"kamu ngga kaget istri saya hamil!" tanya niko heran
"kenapa harus kaget, adel punya suami dan yang jelas bukan perbuatan saya! kalau niken yang hamil baru saya terkejut!" jawab ferdi panjang lebar pada niko
"benar juga, ya sudah jangan telat dan pulang terlalu awal. ajak niken jika pekerjaanya bisa dibantu oleh niken!" sambung niko lagi
"siap bos! saya sedang dijalan saya matikan dulu bos, saya takut niken jadi janda sebelum menikah!" canda ferdi
"terserah mu lah!" niko kesal memamtikan sambungan telfonnya pada ferdi
"siapa mas, kok marah marah gitu?" tanya adel yang sudah selesai dengan ritual mandinya
"biasa siapa lagi kalau bukan pacar niken!" niko kesal tak mau menyebut nama ferdi
setelah bersiap adel dan niko berangkat kerumah sakit yang cukup ternama dikota J.
tak mau menggunakan uang atau kekuasaannya padahal ada saham yang dia miliki juga dirumah sakit yang ia kunjungi sekarang.
"silahka tunggu disini pak, didalam sedang ada pasien lain!" arahan dari suster yang berjaga
"terima kasih sus!" ucap adel
keduanya duduk seperti pasien lainya menunggu antrian berikutnya
"adel!" sapa seseorang wanita yang keluar dari ruang dokter
"mama gina, sakit apa?" tanya adel menghampiri mantan mertuanya
__ADS_1
niko mengikuti adel khawatir ada mantan suaminya yang ikut bersama mamanya
"pak niko!" sapa bu gina segan
"ayo duduk dulu, mama pucet banget!" ucap adel mengajak bu gina duduk bersamanya dan niko
niko menanggapi biasa saja. tak ada benci atau perasaan lain karena istrinya masih berhubungan baik
"mama sakit del, maafkan mama dulu sangat jahat! mama ingin hidup bersama mu karena mama tak yakin dengan rafa dan istrinya. mama sayang sama kamu del!" mama gina menangis memeluk adel
selama ini mama gina ingin adel lah yang meneruskan usahanya. ia tak mempercayai anak dan menantunya untuk menjaga harta yang siperjuangkannya dengan susah payah
jika adel masih menjadi istri rafa maka mudah untuk memindahkan aset asetnya pada adel.
bu gina menjelaskan semuanya karena merasa sudah tak ada harapan lagi. dirinya di diagnosa mengidam penyakit cancer yang sudah hampir dua tahun ini dideritanya
"ya allah mama, harusnya tak perlu seperti ini!" adel mengusap air mata bu gina
niko tak tahu harus berbuat apa. ada rasa tak senang tapi tak mau membuat adel tak nyaman
"saya ada kenalan dokter terbaik disini bu, kalau ibu berminat ini kartu namanya. bilang saja anda mengenal saya!" ucap niko yang ikut tak tega
"terima kasih adel, pak niko!" bu gina yang biasa anggun dan berwibawa kini seperti bungan yang sudah layu
"iya ma, maaf saya sudah dipanggil ma, mau periksa kandungan dulu!" ucap adel
membuat bu gina makin menyesal dulu anaknya menyia nyiakan adel. padahal harusnya dia yang jadi nenek dari anak adel
__ADS_1
nasi sudah menjadi bubur