
Acara penentuan tanggal pernikahan telah dilaksanakan
Sekitar dua bulan lagi keduanya akan melangsungkan pernikahan yang akan diadakan digedung milik niko yang juga berada dalam gedung yang sama dengan kantor niko
Kedua keluarga sepakat agar pernikahan dilakukan satu kali resepsi saja agar tak banyak memakan waktu dan juga biaya tentunya.
Niken dan ferdi tak mau membuang buang uang karena selanjutnya masih membutuhkan banyak biaya
"kami pamit dulu pak surya, bu jihan!" pamit pak dimas ayah ferdi
"baik pak, hati hati dijalan. Terima kasih atas waktunya!" jawab bu jihan yang mengantarkan calon besannya kehalaman depan bersama dengan suaminya
"ma, pa saya pulang dulu!" pamit ferdi yang juga ikut pulang bersama orang tuanya
Atas permintaan ayah dan ibunya agar pulang kerumah. Pasalnya selama ini ferdi tinggal di apartemen yang dekat dengan rumah niko untuk mempermudah pekerjaan
Dan juga ada suatu hal yang membuatnya enggan pulang kerumah
"iya nak, istirahat dirumah agar besok segar kembali saat bekerja!" pak surya pun memyahuti ucapan ferdi
Ferdi beserta adik dan orang tuanya pulang kerumah mengendarai mobil yang dikemudikan oleh ferdi
"apa tidak terlalu cepat fer dua bulan bukan waktu yang lama untuk menyiapkan segala keperluan pernikahan!" pak dimas membuka obrolan saat dimobil
Rio yang duduk disampingnya melirik sekilas jika wajah kakakya tak biasa saat orang tuanya membahas tentang biaya pernikahan
"tenang saja acaranya minggu depan juga saya udah bisa yah. Jadi ngga usah khawatir!" jawab ferdi datar
"baguslah, pasti dari calon kakak iparmu ya?
Jadi ayah dan ibu tinggal memikirkan untuk pernikaha rio dan.dias jika kamu tak merepotkan kami, iya kan bu?" ucap pak dimas dengan jelas
Seolah tak mau terbebani dengan pernikahan anak sulungnya
"ayah!" bu dewi mengingatkan
"ngga apa bu, ayah benar! Masih ada rio yang harus dipikirkan. Ferdi bisa kok urus diri sendiri!" jawab ferdi santai dengan raut wajah seolah tak terima
Tapi hanya senyum semirik yang dapat mengekspresikannya
"bukan gitu kak!" sahut rio tak mau menjadi bahan permusuhan dengan kakaknya yang ia hormati dan sayangi pula
"iya fer, maksud ayah bukan begitu. Kami.....!" ucapan bu dewi terputus kala ferdi menyahutinya
"sudah bu, jangan dibahas lagi! Ferdi paham jadi kalian cukup datang saja ke acara ferdi dan niken semuanya akan saya persiapkan!" jawab ferdi lagi yang mulai kesal
Bersamaan dengan tiba dirumah pak dimas
"kak turun dulu kita ngobrol!" ajak rio yang tak enak hati seolah orang tuanya pilih kasih. Tapi rio juga tak tahu harus bagaimana
"terima kasih yo, lain kali kakak mampir lagi ada keperluan! Nanti mobilmu diantarkan oleh petugas bengkel. Atau kami ambil ke alamat ini
Kakak sudaj bayar tinggal ambil saja" ucap ferdi sebelum berpamitan dengan ayah dan ibunya
__ADS_1
Ferdi langsung memutar mobilnya dan keluar halaman rumah orangtuanya
Perasaan kesal masih menyelimuti hatinya dengan perkataan orang tuanya sendiri yang membanding bandingkan dirinya dan adiknya
flasback on
"kamu mau jadi jongosnya niko terus! Ikuti perintah ayah dekati dias dan jadikan istrimu agar kehidupan kami berubah. Perjodohan ini akan membawa kesuksesan untuk keluarga juga. Jika tidak silahkan keluar dari rumah ini dan habiskan saja hidupmu bersama bos pelitmu itu!" ucap pak dimas yang sangat marah
Ketika dengan tegas ferdi menolak perjodohan dengan teman pak dimas yang menjanjikan investasi pada usaha pak dimas yang sudah lama tak berkembang
"ayah kan tahu, saya sudah merintis karir hingga saat ini bahkan penghasilan ferdi bisa membantu rio kuliah diluar negeri yah, semua itu atas bantuan niko!" bantah ferdi tak terima sahabatnya dicap buruk oleh orang tuanya
"kalai dia baik, kasih kami modal agar peternakan dan perkebunan kita berkembang bukan cuma menjadikanmu babu memeras tenagamu lalu membayar semaunya!" sahut pak dimas lagi
"ayah lupa!!! Ayah bangkrut saat itu dan kakek niko memberikan bantuan membayar kuliah ferdi hingga lulus, cukup jangan hina orang yang sudah membuat ferdi seperti sekarang!" ferdi menahan emosinya
"jika ayah ingin saya pergi, akan saya lakukan seperti biasa uang bulanan akan ferdi kirim ke ibu. Dan jangan ganggu rio biar itu menjadi tanggungan ferdi sampai rio selesai kuliah!" ucap ferdi meninggalkan rumahnya tanpa membawa apapun hanya pakaian yang dia gunakan saat ini
Bu dewi dikurung dikamar oleh pak dimas agar tak membela anaknya
"anak tak tahu diuntung. Kurang apa dias ha!" teriak pak dimas
Namum ferdi telah keluar dari rumah dan mengendarai mobil yang diberikan oleh niko
Hasil.kerja kerasnya selama ini diberikan untuk orang tuanya. Dan membantu biaya adiknya
Beruntungnya rio salah satu mahasiswa berprestasi hingga tak terlalu merepotkan masalah biaya!"
"ayah rio mau ambil mobil dulu! Besok harus buat bekerja!" pamit rio yang menghadang taksi
Kebetulan lewat depan rumahnya
"pak ke alamat ini ya!" rio memberitahukan alamat pada supir taksi
"baik pak!" jawab sang supir yang melajukan mobilnya menuju alamat yang rio sebutkan
beberapa saat taksi tiba disebuah bengkel mobil yang memperbaiki mobil rio.
"permisi pak, apakah mobil atas nama ini sudah bisa diambil. saya adiknya!" ucap rio
"mobilnya sudah bisa dibawa pak, hanya sedikit kerusakan saja silahkan kebagian administrasi!" ucap pegawai bengkel mengarahkan rio
rio membawa mobilnya pulang segera karena waktu sudah cukup malam dan bengkel akan segera tutup.
Rio iseng melewati jalan yang membuatnya rindu entah apa atau siapa yang dia rindukan
"dimana!" tanya rio pada seseorang yang dihubunginya melalui panggilan ponselnya
"dimana mana! Kenapa kak!" jawab disti bercanda
"saya tanya serius!" tanya rio lagi
"dirumah!" jawab disti yang ternyata sedang berada diluar tokonya menunggu angkutan atau taksi yang melintas
__ADS_1
"lihat kanan!" ucap rio
"ada apa" sahut disti enggan
"nurut aja, lihat kanan disebrang toko!" kesal rio
"iya ada apa!" tanya disti pura pura tak melihat ia malah menunduk
Tak lama panggilan telfon terputus
"susah banget suruh liat. Ayo pulang! Ngapain malam begini masih disini" ucap rio tiba tiba ada dihadapan disti
Membuat disti kaget dan terkejut
"ya jaga toko lah, tadi rame banget baru aja pada pulang para pelanggan!" ucap disti jujur
"lain kalo jangan malam malam! Wanita ngga baik sendirian!" ucap rio
"ayo pulang!" ajak rio lagi kali ini menarik tangan disti
"kak, lepasin! Aku pulang sendiri aja" ucap disti berusaha melepaskan tangan rio
"nurut aja kenapa, ayo masuk!" rio tak.melepaskan disti justru menyuruhnya masuk kemobil
Menatap tajam pada disti agar merasa terancam." masuk atau saya cium kami disini!" ancam rio
"gila!" ucap disti namun ia tetap masuk
Lumayan tumpangan dari pada naik ojol yanh sudah malam juga seram bukan. Pikir disti
"mau makan apa?" tanya rio setelah masuk kemobil
Perasaan rio saat ini sedang tak baik baik saja. Ia kepikiran masa depan juga kakaknya
"makan yang paling mahal!" ucap disti asal
"boleh. Kamu pikir saya ngga mampu!" ucap rio
"becanda kali kak, hidup jangan dibuat serius nanti struk!" ucap disti
"pulang saja, kalau kak rio bersedia mengantarkan!" lanjut disti agar rio tak salah paham
"temani dulu saya makan! Lalu saya antarkan pulang!" ucap rio dengan nada serius
"kan punya tunangan kok ngajak cewek lain makan, aku ngga mau ya dikira pelakor terus dijambak jambak diviralin!" disti bergidik ngeri membayangkan
"kejauhan mimpimu! Kita hanya makan saja , ngga ngapa ngapain
dan jangan bahas orang lain. Paham!! Mau makan apa biar tak salah pilih. Sebab saya tak banyak pilihan!" ucap rio begitu saja lepas dari bibirnya tanpa sadari
"malah curhat! Pingin nasi goreng kalau mau makan yang mamang mamang gerobak aja. Lebih sedep!" jawab disti
"oke!"
__ADS_1