Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.168


__ADS_3

ketika malam hari tiba, Belva kembali dari kamar Silla setelah menemani Silla tertidur, Ia lalu bergegas masuk ke kamar dan melihat Andra sedang duduk di ranjang sambil di pangkuanya ada laptop.


" Princess Udah tidur Yang?"tanya Andra ketika Belva sedang berjalan ke kamar mandi


" Udah Sayang "


Belva mengganti baju tidurnya dengan daster tanpa lengan dan panjangnya di tas lutut.


setelah itu ikut duduk di samping Andra,


" Sayang kamu tau ga, rencana kita yang kemaren berhasil loh, Mba Mita udah di lamar sama Dokter Reza" ucap Belva


" benarkah? alhamdulillah kalo gitu Sayang"ucap Andra sambil melirik sekilas ke arah Belva


" kamu ngizinin aku kan ?"ucap Belva mengubah posisi duduknya menghadap ke Andra


" Izin apa Maksudnya Sayang?" ucap Andra langsung menutup laptopnya dan berhadapan dengan Belva


" em aku kan pernah bilang sama Mba Mita, kalo nanti Mba Mita mau nikah aku yang bikin gaunnya? jadi gapapa kan ?"


" hmm ya gapapa asal kamu harus bisa bagi waktu aja, jangan terlalu fokus ngedesain sekarangkan kamu lagi hamil jadi ga boleh egois ya" ucap Andra sembari menatap Belva dan tangan kanannya terulur merapihkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Belva


" Iya Sayang Makasih ya slalu support aku, dan lagi pula mulai sekarang aku kalo mau desain dirumah aja ga perlu ke butik, ke butik lagi kalo ada yang mendesak saja "ucap Belva mencium sekilas bibir Andra.


Andra tentu saja membalas ciuman Belva dan membaringkannya.


" Hmm Sayang aku boleh kan berkunjung sama anak kita ?" tanya Andra sebelum.melanjutkan

__ADS_1


" Boleh Sayang" ucap Belva


mereka lalu melanjutkan hubungan suami istri ( ga perlu detail kali ya, Readers juga pasti paham kok 😂"


setelah pergulatan panas mereka, akhirnya mereka langsung terkulai lemas dan tertidur.


\=\=\=\=


Di negara S Mama sedanng duduk menemani Papa .


" tadi kata Dokter Andi, Papa udah boleh pulang tinggal menunggu nanti pendonor jantung aja, Papa mau pulang atau mau dirawat disini aja sampai nanti ada pendonor " ucap Mama jihan


" Papa mau pulang aja Ma, kalo disini Papa malah makin sakit, dan juga Papa rindu sama Belva, Daniel dan terutama Silla dan lagi sebentar lagi bukannya acara 7 bulan kehamilan Belva dan Nasya, Pastinya Papa harus Hadir "


" Yasudah lusa kita pulang ya Pa,semoga aja segera ada pendonor" ucap Mama


" Aamiin Ma"


\=\=\=\=\=


keesokan harinya Ketika Andra sedang meeting di kantor menerima kabar dari anak buahnya yang berada di Negara S tentang kepulangan sang Mertua,


" Alhamdulillah Belva pasti seneng " batin Andra


sama Halnya dengan Andra, Danielpun sangat senang, bahkan ia tak kuasa menahan air matanya dan untungnya saja Kak Daniel sedang berada di ruangannya jadi Kak Daniel bebas mengeluarkan air matanya tanpa ada yang melihat.


Kak Daniel lalu mengirim pesan untuk Istrinya.

__ADS_1


📩 alhamdulillah sayang, Besok Mama sama Papa akan pulang


Setelah mengirimkan chat, Kak Daniel lalu bergegas Solat karena kebetulan sudah adzan dzuhur.


-----


Sore harinya Tiba Andra sudah sampai di Rumahnya dengan raut wajah bahagia ingin cepat-cepat menyampaikan berita kepulangan orangtuanya.


" Waalaikumsalam, Daddy kok tumben jam.segini udah pulang ?" tanya Belva


" Iya Mommy, Daddy punya kabar baik katanya Besok Mama sama Papa mau pulang " ucap Andra


" Apa? alhamdulillah tapi kamu tau darimana Sayang ?"tanya Belva


" dari Kak Daniel sayang"


Belva memgangguk paham tidak lanjut bertanya lagi karena Sudah Rindu dengan kedua orantuanya


" Grandma sama Grandpa Besok pulanh Daddy?"teriak Silla


" Iya Sayang "


" Horeee"


" Sayang Gimana kalo hari ini kita menginap di Rumah Utama bareng Kak Daniel sama Kakak ipar juga ?" tanya Belva setelah mereka sedang di kamar Berdua


" Boleh Sayang yaudah nanti setelah solat Maghrib kita kesana ya, eh Bibi disini ? apa diajak juga ke rumah utama ?"

__ADS_1


" ya ajak aja sekalian Sayang, kan emang kalo semua keluarga kumpul Bibi pasti bantu-bantu disana"


Andra mengangguk lalu segera berlalu menuju Kamar Mandi.


__ADS_2