Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 24


__ADS_3

"mba tunggu kakakku dulu!" ucap niken mengehentikan keduanya


"ya sudah tunggu dulu aku ganti pakaian dulu!" ucap adel tapi tangannya ditahan oleh niken


"tenang saja kak niko bukan org jahat, lagian itu bukan aib" ucap niken meyakinkan


"kak sini" ajak niken


niko yang sedang malas memutarkan mobilnya menghampiri adik kesayangannya itu


"pulang jam berapa nanti kakak jemput" tanya niko datar


"cuma sebentar, ayo ikut main! boleh kan mba?" tanya niken


"iiiya ayuk" ajak adel ragu kosannya yang kecil pasti sesak untuk tiga orang didalamnya


sesampainya dikamar adel niko memutuskan duduk diteras ditemani dengan rokok yang disesaonya sesekali saat sedang tidak mood bagi niko


"kak tempatnya nyaman banget. wangi apa ini?" tanya niken "kakak bisa masak? boleh niken coba?" ucap niken lagi


"kalau doyan boleh aja!" jawab adel senang


"kak niko juga boleh makan? kami belum makan malam!" ucap niken yang sudah mengecap ludahnya melihat masakan adel yang sangat sederhana


"tapi cuma ada ini!" ucao adel ragu


"tenang saja kekuatan teknologi" ucap niken


niken menekan nomor diponselnya dan mengatakan jika memesan beberapa makanan dan memberikan alamat adel


adel terdiam sungguh berbading terbalik denganya yang harus berhemat tapi niken memesab banyak makanan untuk sekali makan


"gimana kalau kita makanya diteras saja mba, biar kak niko ikut makan" ajak niken

__ADS_1


adel mengangguk saja dia sudah sangat lapar siang tadi tak sempat makan karena pekerjaan


"om kita makan bareng!" ajak adel melihat niko sedikit melamun entah apa yang ada dipikiran niko


"silahkan! saya masih kenyang" ucap niko


tak lama makanan pesanan niken datang. "niken ini makanan banyak banget! kita bisa habisin emang" ucap adel geleng geleng kepala


pasalnya niken memesan ayam bakar dua ekor utuh, rendang dan juga beberapa lauk lainya


niken merasa adel sedang butuh bantuan tapi niken tak mau seperti yang sudah sudah. temannya hanya memanfaatkannya saja


"bisa buat besok atau dibagi ketetangga kalau ngga habis, ayo makan" niken yang bersemangat lupa jika sedang dirumah orang lain


"dek!" ucap nika tegas


"maaf mba adel, niken terlalu bersemangat!" ucap niken tak enak hati


seperti layaknya seorang istri adel melayani niko dan niken. sejenak niko merasa darahnya berdesir menatao sosok cantik yang sederhana


"kak!" senggol niken melihat niko melamun


"ehh iya, kalian saja yang makan!" tolak niko


"tenang mba, kak niko ngga mungkin melewatkan telur dadar kesukaannya" bisik niken pada adel


adel tersenyum menanggapi ucapan niken. karena ada yang memiliki kesamaan dengannya


"oh ya! sama kayak aku dong!" ucap adel


"mungkin kalian jodoh!" ucap niken membuat adel dan niko terbatuk bersamaan


"cie kompak!"niken menggoda keduanya

__ADS_1


"sudah sana makan terus pulang, nanti mami nyariin" ucap niko melirik telur dadar tebal yang masih hangat


"mba pinter masak ya, ini tempe sama telurnya enak banget aky habisin boleh?" tanya niken membuat adel tertawa kencang


baru saja adel sedih dengab menu sederhananya. tapi ada orang yang malah kegirangan memakannya


"enak tau kak! aaaa" niken menyuapi niko


niko pasrah membuka mulut mendengar pujian niken untuk masakan adel.


"enak!" satu kata keluar dari mulut niko dan niken mengiyakan ucapan kakaknya


"kayak anak kecil om, nih makan sendiri" adel menyendokan lauknya untuk niko


"telur sama tempe aja!" ucap niko


adel menuruti dan memberikan piring berisi nasi dan lauk pada niko


ketiganya makan dengan lahap. adel bersyukur atas rezekinya hari ini dan makanan yang dibelikan niken bisa disimpan untuk beberapa hari kedepan


"aku boleh kasih ibu kosan aku ngga?" tanya adel tak enak


"boleh mba, ini semua milik mba adel kita udah tukaran tadi" jawab Niken


sementara niko masih mengunyah makanan yang terasa sangat nikmat baginya saat ini


"ayo buruan kak, makan lama banget tadi aja ngga mau" kesal niken pada kakaknya yang sok jaim


"niken biarin!" cegah adel


"mba cocok jadi kakak iparku" ucap niken bersemangat


niko terus saja menikmati makanan tanpa mendengarkan adiknya mengoceh bak burung beo

__ADS_1


__ADS_2