Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Sesuai rencana Kak Daniel dan Nasya tiba di Rumah Belva tepat pada pukul 10 pagi, terlihat Belva sudah menunggunya di teras.


Nasya yang sudah tidak sabar lantas sedikit mempercepat langkahnya, Kak Daniel sampai harus berteriak untuk memperingati istrinya itu.


"Iya maaf habisnya seneng banget ketemu adek ipar"jawab Nasya tanpa merasa bersalah.


Belva hanya terkekeh geli melihat perdebatan antara Kakak dan Kakak iparnya itu, jujur mungkin jika Belva di posisi Nasyapun ia akan melakukan hal yang sama saking rindunya ia sampai melupakan kondisinya yang tengah hamil.


"Apa kabar Bel? keponakan Kakak pada sehat kan?"tanya Kak Daniel begitu sampai di depan dua wanita kesayanganya.


"Alhamdulillah Kak aku baik apalagi kalian datang semakin baik, mereka juga sehat kok nih pegang mereka pada nendang"jawab Belva lalu mengusap perutnya.


Nasya dan Kak Danielpun bergantian mengusap perut Belva mereka sangat gemas, Belvapun tidak ingin ketinggalan ia juga mengusap perut Nasya.


"Ya ampun sampai lupa, yu kita masuk"

__ADS_1


Mereka lalu masuk ke dalam, Kak Daniel tidak lupa menyuruh pelayan untuk membawakan beberapa barang untuk Belva.


"Andra kemana Bel?"tanya Kak Daniel duduk di sofa single.


"Lagi nganterin Aeri sekolah, biasa Daddy protektif nanti sebentar lagi juga pulang"jawab Belva.


Kak Daniel mengangguk paham, apalagi seteleha kejadian dulu yang membuat Aeri trauma sikap Andra semakin overprotekif tidak hanya pada Aeri namun pada Silla dan juga Arvan.


Mungkin jika Kak Daniel yang berada diposisi itu, ia juga akan melakukan hal yang sama, Orang tua mana yang tidak sedih jika anak-anaknya di ganggu orang lain bahkan sampai trauma.


"Kalian ga ada rencana pindah lagi ke rumah depan?"tanya Belva, jujur ia merasa sedih karena merasa kesepian jauh dari Kakak dan Kakak iparnya, walaunpun dirumahnya banyak orang tapi Belva tetap merasa kesepian apalagi jika Andra pergi ke kantor dan semua anak-anaknya pergi.


"Ada kok tapi nanti sebelum deket lahiran kayanya, mood aku masih betah di rumah sana soalnya maaf ya aku juga sedih sebenarnya jauh dari kamu, kalo Mas Daniel pergi dan Al juga ga ada aku kssepian tapi mungkin bawaan bayi kali ya jadi pengen disana dulu"jawab Nasya menjelaskan.


"Gapapa kok, aku ngerti yang penting kamu dan bayi happy Kak"ucap Belva tersenyum.

__ADS_1


Belva bukan anak kecil yang meminta es krim harus segera dituruti ia seorang ibu dan punya kehidupan keluarga jadi ia mengerti.


"Oh ya btw Silla udah punya pacar loh Kak"ucap Belva memberitahu Nasya karena kalo Kak Daniel Belva yakin sudah tahu namun tidak memberitahu Nasya.


"Oh ya, siapa namanya ?"tanya Nasya antusias.


Belvapun menceritakan awal mula hubungan Silla dan Rendi dan begitu juga sosok Seorang Rendi di mata Belva.


"Ga kerasa ya padahal aku masih ingat ketika dulu Silla masih umur 2 tahun sekarang udah besar dan mungkin sebentar lagi menikah"ucap Nasya dan Belva mengangguk membenarkan.


Anak dari saudara kembarnya dengan mantan pacarnya dulu berhasil di rawat Belva dengan penuh kasih sayang seperti putri kandungnya sendiri.


Diam-diam Kak Daniel mengusap air matanya, ia begitu bangga pada adiknya itu, bisa kuat menjalani hidup dengan mengasuh anak hasil dari perselingkuhan pacar dan saudaranya sendiri mungkin jika orang lain belum tentu bisa dan kuat merawat anak hingga kini sudah dewasa.


"Kakak bangga sama kamu Bel, Mama dan papa juga pasti bangga"batin Kak Daniel

__ADS_1


__ADS_2