Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 125


__ADS_3

"Ferdi keruangan saya sekarang!" panggil niko melalui telepon kantor pada asistennya


"siap bos!" ferdi menjawab panggilan niko dan datang ke ruangan niko


"permisi bos, ada yang bisa saya bantu" ferdi mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam ruangan niko


"duduklah! bagaimana perkembangan niken dikerjaannya?" niko ingin niken segera membantunya diperusahaan


"sudah cukup baik, dia bisa membuat laoran sendiri tanpa bantuan saya. dan juga sudah dapat beradaptasi dengan tim keuangan" jawab ferdi yang diminta langsung membimbing adiknya


"baiklah secara perlahan saja, jika niken sudah lulus siapkan untuk menjadi direktur keuangan dan kamu akan tetap bersamanya" perintah niko pada calon adik iparnya


"perusahaan sedang tidak aman, ada orang yang sedang mencoba bermain dengan saya! sedang saya pantau jadi siapkan niken dengan baik dan tolong minta orang mencari tahu tentang orang ini! dia tante dari istri saya!" lanjut niko yang diminta istrinya untuk menangani masalahnya dengan adik dari ayahnya


"jangan terlalu stres bos, kasihan anak masih kecil!"  bukanya mengiyakan perintah niko justru ferdi membuat niko membelalakan matanya


"apa maksudmu! kamu doain saya mati muda gitu!" kesal niko


"ngga sih bos, begitu mendingan kalau struk doang kan nyusahin nanti!" ledek ferdi lagi


niko melempar berkas pada ferdi yang makin lama makin berani padanya " keluar sekarang sebelum saya beneran struk karena ulahmu!" usir niko pada ferdi


"laksanakan bos, oh iya satu lagi nanti malam akan ada pertemuan keluarga untuk menentukan tanggal pernikahan dengan niken" ucap ferdi sebelum pergi meninggalkan ruangan niko


terdengar suara ponsel niko berbunyi "iya sayang! ngga kok mas ngga sibuk ada apa hemmm?" tanya niko saat mengangkat panggilan telfon istrinya

__ADS_1


"mas ngga pulang malam kan? mama bilang ada pertemuan keluarga dengan calon suaminya" ucap adel menyampaikan pesan dari mertuanya


"iya sayang mas pulang cepat, tunggu mas ya kita kerumah mama bersama" jawab niko


"oke papa, kami menunggu!" jawab adel lagi membuat niko tersenyum malu, rasanya masih terasa asing mendengar kata panggilan itu ditelingannya


"iya mama!" niko membalas ucapan adel


adel menutup panggilan telfonnya dan niko kembali bekerja,niko mengingat sesuatu


"halo rio bagaimana? ada kendala!" niko mngembil ponselnya dan menekan nomer ponsel rio yang dimintanya membantu disti


"tidak kak, masih aman terkendali! jika butuh bantuan saya akan hubungi kak niko!" jawab rio


"iya kak, saya bantu sebisa saya" jawab rio lagi


sebelum keduanya memutuskan sambungan telfonnya


niko melanjutkan pekerjaanya dengan tenang setelah beberapa hal yang perlu diurusnya.


"jangan lupa itu bukan perusahaan milikmu! jadi jangan sok jadi pemilik!" pesan masuk dari nomer yang niko ketahui siapa pengirimnya


namun tak mau niko ladeni, hanya dengan senyum sinis niko melirik layar ponselnya dan kembali fokus dalam pekerjaanya


"saya akan mengambil alih apa yang harusnya menjadi milik saya" pesan masuk lagi yang membuat niko  tak gentar

__ADS_1


suara ketukan pintu niko terdengar


"masuk!" ucap niko tanpa melihat seseorang masuk kedalam ruangan niko


"selamat siang niko!" suara yang membuat niko menghela nafasnya


"ada usrusan apa anda kesini?" ucap niko tanpa melihat orang yang datang menemuinya


"jangan galak galak dong! saya hanya kangen saja masa ngga boleh" ucap seseirang wanita yang usianya tak jauh dari usia niko


masih terlihat cantik dan angkuh


"saya sedang sibuk, tolong keluar dari sini jika masih ingin mendapatkan bulanan dari saya dan hidup enak" ucap niko dengan menatap tajam wajah yang tak pernah ingin niko lihat


"kamu semakin tampan niko jika sedang serius begini. saya jadi makin...." ucapan vira wanita cantik yang sempat menyukai niko  itu menggantung


"cukup!!!! silahkan keluar selagi kesabaran saya masih pada batasannya!" niko berdiri dan menunjuk arah luar


"jangan pernah berani kesini atau mengganggu keluarga saya jika,,,,," ucapan niko dismabar oleh vira


"jika ingin uang! tidak usah repot sayang aku sudah punya banyak uang.... hanya kamu dan perusahaaan yang belum saya miliki" ucap vira dengan senyuman meledek dan pergi begitu saja meninggalkan niko


dengan wajah memerah penuh amarah


"ferdi perintahkan untuk perketat penjagaan dan jangan biarkan sembarangan orang masuk ruanganku" ucap niko meminta ferdi memeprbaiki keamanan untuk niko dari panggilan telfonnya

__ADS_1


__ADS_2