
Pukul 5 Pagi, Nasya sudah bertempur dengan alat-alat masak, hari ini entah kenapa Nasya ingin masak banyak makanan moodnya sedang bagus apalagi stok makanan di kulkas masih lengkap jadi semakin menambah semangatnya untuk masak.
Nasya berencana memasak beberapa menu, ia juga ingin memberikan sebagian hasil masakannya pada sahabat sekaligus adik iparnya.
Rencananya Nasya ingin pergi ke rumah Belva, ia sangat merindukan adik ipar sekaligus sahabatnya itu sudah lama ia tidak menghabiskan waktu bertemu dan bercerita banyak hal.
"Selamat Pagi Mi" suara Al mengintrupsi Nasya yang sedang mencicipi masakannya.
"Pagi nak, gantengnya anak Mami"puji Nasya, padahal Alfan hanya mengenakan setelan jas berwarna abu-abu.
"Tumben jam segini belum beres Mi?"ucap Alfan ia lantas duduk di meja bar untuk melihat Maminya yang tampak sibuk itu entah masak apa .
Nasya terdiam beberapa saat namun ia lantas melihat ke arah jam dingding ternyata sudah pukul set 7 pagi artinya Nasya sudah masak lebih dari satu jam yang lalu.
"Iya ini Mami masak banyak, sekalian buat nanti siang di antar ke Tante kamu Al"balas Nasya ia lalu mencuci tangan karena masakannya sudah hampir selesai hanya tinggal memindahkannya saja ke piring dan Nasya menyerahkan tugas itu ke art nya.
"Yu kita sarapan, sebentar ya Mami bangunin papi dulu"
__ADS_1
Nasya beranjak menuju ke kamarnya, ia berniat membangunkan suaminya namun ternyata dugaanya salah baru saja ia membuka pintu terlihat Kak Daniel sudah rapi dengan celana jeans dan kaos polosnya, memang jika di rumah Kak Daniel sering memakai kaos polos tapi tidak biasanya jam segini ia sudah rapi dan wangi, Nasya menatapnya penuh curiga.
"Ga usah natap aku kaya begiti dong Mi, yu kita sarapan"ajak Kak Daniel.
Nasya menurut walau sebenarnya ia ingin mandi tapi tidak jadi dan memilih nanti jika sudah selesai sarapan.
"Morning son"sapa Kak Daniel pada Al yang tengah menyantap sarapannya.
"Morning Pi".
"Tumben Mi? Kamu ada acara arisan?"tanya Kak Daniel keheranan namun tak lantas ia langsung duduk.
Nasya dengan cekatan membantu mengambilkan piring mengisi dengan nasi dan beberapa lauk kesukaan Kak Daniel.
"Makasih Mi"
"Sama-sama, bukan mau ada arisan Pi tapi Mami sengaja masak banyak biar sekalian nanti buat Belva, rencananya nanti siang aku pengen kesana udah lama banget ga ketemu soalnya"ucap Nasya.
__ADS_1
Kak Daniel tersenyum ternyata yang merindukan Belva bukan dirinya saja Nasyapun sama, entah hubungan batin atau bagaiman namun Kak Daniel sangat senang.
"Yaudah kita nanti kesana aku juga udah niat mau ngajak kamu hari ini tapi ternyata udah duluan kamu Mi"jawab Daniel tersenyum.
"Itu artinya Mami sama Papi berjodoh"celetuk Al yang membuat Nasya dan Kak Daniel tersenyum.
"Udah pasti berjodoh dong, buktinya kamu "jawab Kak Daniel dan mereka semua tertawa.
Selesai sarapan Nasya memgantarkan Al ke depan rutinitasnya setiap pagi karena kini Alfam sudah mulai aktif di kantor dan kuliah hanya sesekali saja.
"Aku pamit ya Mi"ucap Alfan mencium tangan Nasya, lalu ia sedikit berjongkok di depan perut buncit Nasya.
"Kakak pamit ya De, kamu baik-baik ya sama Mami" bisik Al yang tentu saja Nasya masih bisa mendengarnya.
"Hati-hati ya, jangan ngebut bawa mobilnya"petuah Nasya setiap pagi.
Al lalu mencium kening sang Mami lalu pergi ke mobilnya yang sudah di siapkan sebelumnya, setelah mengantarkan Al, Nasya lalu kembali ke dalam niatnya yaitu ke kamar ia ingin segera mandi tububnya sudah lengket karena keringat.
__ADS_1