
"kak ikut dong kepantai!" ucap niken merengek
"kakak tidak pergi niken, dirumah saja lebih baik istirahat!" jawab niko yang sedang memainkan ponselnya mengecek pekerjaan
tin...tin..tin
suara klakson mobil dari luar "ayo kak, kak ferdi dan kak fani sudah jemput!" ajak niken
"mau kemana dek?" niko bingung kenapa ada ferdi dan fani sepagi ini dihari liburnya
"pergi lah nik, ajak adik dan calon istrimu jalan jalan. masa pemiliknya tak hadir! " pinta mama jihan
"tapi ma!" bantah niko
"mas kok belum siap, kata niken kita mau jalan jalan" fani masuk kerumah niko
"sebentar!" niko segera bersiap dengan terpaksa
dengan menggunakan stelan kasual namun dipadukan dengan blezer membuat niko makin terlihat tampan
"ayo!" niko mengajak niken dan juga fani
ferdi duduk dikursi kemudi dan ditemani niken disampingnya
sementara niko dan fani berada di kursi belakang
niken terus mengoceh bak burung beo. membuat semuanya tertawa kecuali niko yang gugup
apakah yang dia lakukan benar? bagaimana jika adel lihat
tapi niko tahu adel tak pernah menganggap niko ada apalagi dihatinya. itu yang membuat niko semakin yakin memilih orang tuanya
perjuangannya selama ini tak terlihat dan bahkan tak mampu membuat adel luluh
kini niko menyerah. hatinya akan selalu untuk adel meski raganya akan menjadi milik orang lain
__ADS_1
tiba ditempat acara yang ternyata telah dimulai terlebih dahulu oleh tim panitia
niko mengkonfirmasikan bahwa dirinya tidak dapat hadir. namun kedatangan tiba tibanya membuat para pegawai gugup
"lanjutkan!" niko turun dari mobil menuju panggung dimana acara sedang dipandu oleh mc
nampak sosok yang langsung mencuri perhatiannya
adel pun tak sengaja melirik keatas saat niko tiba
mata tajam keduanya saling bertatapan. lalu niko membuang mukanya agar lagi melihat orang yang membuat kerja jantungnya kembali berat
karena harus berdegup kencang dan cepat
"mas, aku mau naik kapal ke pulau itu!" ajak fani
"iya sama niken dulu nanti saya nyusul!" ucap niko meminta niken menemaninya
tapi niken pura pura tak dengar dan menghampiri adel
"mba adel!" sapa niken
semua pegawai melihat adel bagaimana bisa adik pemilik perusahaan seakrab itu dengan adel
bahkan selama ini banyak yang mendekatinya namun tak dihiraukan
"hai, sama siapa?" adel pura pura tk lihat
"sama kakak dan calon kakak ipar!" ucap niken enteng
tak tahu apa yang dirasakan adel saat ini
ingin menangis tapi untuk apa, cintanya lagi lagi tak diharapkan oleh orang lain
__ADS_1
"ohh kenapa ditinggal kakak iparnya!" ucap adel sebisa mungkin tak memperlihatkan lukannya
"mba baik baik saja!" tanya niken seolah tahu tapi
"tentu saja, kenalkan ini kak sita sahabatku dikantor" ucap adel memperkenalkan sita pada niken
"hai kak, aku niken!" niken tetap ramah
sita membalas sapaan niken dengan ramah pula
secara adik bosnya. bisa gawat nanti kalau tersinggung
"yukk main air,, ngga seru kalau cuma diam aja disini!" ajak niken menarik kedua wanita bersahabat itu
"tapi niken mba ga bisa renang ken!" adel takut
"ada niken dan penjaga lainnya mba, tenang saja pakai pelampung" niken memaksa adel dan sita ikut bermain banana boat
ketiganya bersiap adel masih gugup karena belum peenah ia lakukan selama ini
permainan begitu seru hingga tiba ketiganya dijatuhkan dipantai yang agak jauh dari daratan.
adel ketakutan karena ketiganya berpencar
sita dan niken sudah berenang ketepian sementara adel masih terombang ambing
"mba adel!!!" teriak niken melihat adel yang pelampungnya lepas
semua orang berlarian melihat adel
niko yang mendengar itu langsung meninggalkan fani dan mengambil salah satu jetsky agar lebih cepat
adel yang tinggal tangganya terlihat..
"adel! adel bertahanlah" niko turun dan mengangkat adel menaikan ke jetsky dan dibawanyanya kedaratan
__ADS_1
dengan cepat niko melakukan pertolongan pertama pada adel
untuk pertama kalinya bagi adel merasakan sesuatu yang kenyal dibibirnya