
Rendi langsung mengajak Silla pergi ke sebuah taman untuk menenangkan diri, sementara urusan sekretaris Silla telah di tangani oleh asistennya begitupun dengan yang di restoran.
"Minum duluu yaa"ucap Rendi lembut sambil memberikan air mineral untuk Silla.
"Hmm ya makasih"jawab Silla langsung mengambilnya dan meminumnya hingga hampir setengahnya.
"Tenanglah kamu sudah aman, jangan terlalu di pikirkan ya"ujar Rendi karena sedari di perjalanan hingga sampai ke taman Silla lebih banyak diam.
Silla masih tidak bergeming pikirannya masih di selimuto bayang-bayang Riko dan perlakuannya tadi, Silla tidak habis pikir mengapa ada orang yang setega itu padahal mereka di privet room tidak berdua bagaimana jadinya jika hanya Silla dan Riko saja yang berdua, Silla bergidik ngeri tidak bisa membayangkan.
"Haii tenanglahh, anggap tidak pernah terjadi okey"ucap Rendi dengan masih mencoba mengalihkan perhatian Silla.
"Ayo turun kita sudah sampai"ajak Rendi karena mereka dari tadi mereka masih di mobil.
Silla mengedarkan pandangannya ternyata Rendi benar-benar membawa Silla ke sebuah taman yang ada danau kecil ditengahnya.
__ADS_1
"Nikmatilah pemandangan indah ini, jangan terlalu di pikirkan"ucap Rendi kembali.
Silla mengangguk ia juga inginnya seperti itu tidak terlalu memikirkan namun apalah daya bayang-bayang kejadian tadi masih terlintas di benak Silla.
Menikmati jernihnya air danau buatan, rindangnya pohon dan semilir angin membuat Silla benar-benar merasakan ketenangan, pikirannya mulai jernih tidak lagi membayangkan hal buruk yang terjadi beberapa menit yang lalu.
"Ini minumlah dan makan juga cake nya"ucap Rendi yang mengalihkan perhatian Silla.
Entah karena keasyikan menikmati pemandangan tapi Silla benar-benar melupakan dengan siapa ia datang.
Laki-laki yang beberapa hari ini slalu datang di pikirannya, ternyata orang yang sama yang menolong nya juga.
"Iya tadi aku minta asistenku mengirimkannya ke sini, sekarang makanlah katanya makanan manis bisa membuat mood seorang wanita menjadi baik"ucap Rendi.
Silla membenarkan ucapan Rendi ia memang butuh makanan manis untuk membuat energinya kembali terisi dan siap dengan memberi balasan sikap si bajingan Riko.
__ADS_1
"Awas aja kau, jika Daddy ku tau habis kamu"batin Silla tanpa sadar sedok yang dipegangnya jatuh.
"Heii makanlah jangan banyak melamun"ucap Rendi mengusap tangan Silla.
"Iya Makasih ya"
Silla memilih menikmati pemandangan indah di tambah dengan makanan manis dan juga di sampingnya laki-laki yang sangat tampan.
Mereka berdua larut dalam keheningan dan tanpa di sadari Silla melupakan sesuatu, ia dia melupakan tas nya yang masih di mobil Rendi.
Sementara di kantor Arvan di buat panik ketika asisten kakaknya memberitahukan kejadian yang tidak mengenakan pada Kakaknya.
"Kak Silla kemana sihh di telpon dari tadi ga di angkat awas aja kalo setengah jam lagi ga pulang kejadian ini bakal aku aduin sama Daddy"ucap Arvan kesal namun ia tetap menelpon Kakaknya.
Walaupun sudah di beritahu jika Kakaknya pergi menenangkan diri tapi Arvan tidak tenang apalagi Kakaknya pergi dengan seorang laki-laki yang Arvan sendiri tidak tahu.
__ADS_1
"Dimana kamu sih Kak"gerutu Arvan.
Mungkin karena panik ia jadi begitu bodoh padahal bisa saja ia mengecek lokasi gps ponsel Silla namun tidak terpikirkan sama sekali oleh Arvan.