
Sejak pertemuan terakhir di Cafe, hubungan Silla dan Rendi ada sedikit kemajuan mereka sering bertukar pesan entah itu membahas pekerjaan ataupun membahas yang lain.
Namun janji untuk mentraktir Rendi makan belum bisa terealisasikan karena mereka berdua sama-sama sibuk terlebih Silla yang harus ikut membantu menjaga adik bungsunya ketika Mommy dan Daddy nya ke dokter.
Seperti hal nya kali ini, Aeri di antarkan ke kantor oleh Andra karena tidak ingin ikut ke dokter alasannya karena takut di suntik dan Lagi entah kenapa Aeri akhir-akhir ini sangat senang dekat dengan Silla, makanya Aeri slalu minta di antarkan ke kantor Silla jika di rumah tidak ada siapa-siapa.
"Jangan nakal ya, baik-baik disini nanti Daddy sama Mommy jemput lagi ke sini"ucap Andra pada Aeri.
"Iya Daddy"jawab Aeri patuh.
"Kak titip dulu ya"ucap Andra kini pada Silla yang tengah fokus dengan komputer lipatnya.
"Iya Dadd tenang aja"jawab Silla tersenyum meyakinkan Daddynya.
Setelah itu Andra segera pamit takut terlambat dan juga takut membuat Belva bosan, Belva memang memilih berdiam diri di lobby karena akhir-akhir ini ia sering merasa kelelahan mungkin efek kehamilannya yang sudah mulai membesar apalagi kini ia harus mengandung 2 janin sekaligus.
Andra tersenyum menatap wanita yang sangat dicintainya tengah duduk bersandar di lobby perusahaan dengan makanan di tangan kanannya dan majalah di tangan kirinya semakin hari Andra merasa Belva semakin cantik apalagi kini tengah hamil buah cinta mereka.
"Cape ya Sayang?"tanya Andra pada Belva.
__ADS_1
"Engga kok, gimana Silla ga lagi sibukan?"tanya Belva.
"Engga kok, udah yu kita berangkat sebelum.kena macet"ajak Andra lalu menuntun Belva.
Para Karyawan banyak yang mentap iri pada Andra dan Belva, banyak juga yang mendoakan hubungan mereka berdua.
"Ya ampun pengen banget punya suami kaya Pak Andra udah ganteng, kaya, setia dan sangat perhatian lagi beruntung sekali ya Bu Belva"ucap salah satu karyawan perempuan.
"Pak Andra juga beruntung mendapatkan Bu Belva, udah cantik baik tajir paket komplit deh pokoknya"jawab salah satu karyawan laki-laki.
Dan masih banyak lagi celotehan iri ketika melihat Andra dan Belva yang semakin hari semakin romantis saja.
\=
Rendi pun tidak mempermasalahkan karena ia juga tengah sibuk mengurusi proyek yang lain.
"Gimana rasanya punya adek banyak?"tanya Rendi di sambungan telpon.
"Ya enak dong rumah jadi ramai apalagi punya temen yang bisa di ajak ngobrol"jawab Silla tersenyum bahagia sambil melirik.ke arah adiknya Aeri yang anteng dengan kegiatannya melukis.
__ADS_1
"Seru banget ya kayanya, berbading terbalik dengan di rumahku sepii"curhat Rendi.
"Ya sabar nanti kalo kamu udah ketemu jodoh terus nikah punya banyak anak aja biar rumah nya rame"saran Silla.
"Iya benar, kamu siap kan punya anak banyak bareng aku?"ujar Rendi menggoda Silla.
"Apaan sih ga lucu ya, udah ah nanti lagi bentar lagi makan siang"jawab Silla yang dengan cepat menutup telponnya.
Silla memang masih kaku jika menyangkut tentang hubungan apalagi pernikahan maklum belum pernah pacaran jadi ia tidak tahu harus bersikap bagaimana.
Silla sempat membayangkan jika ia benar berjodoh dengan Rendi dan memiliki banyak anak seperti Mommy dan Daddy nya betapa seru dan lelahnya nanti.
Suara Aeri membuyarkan semua lamunan Silla yang sempat berandai-andai.
"Kenapa dek? laper ya mau makan sekarang?"ucap Silla lembut memang sudah waktunya makan siang.
"Iya Kak, Aeri ingin ayam goreng"ucap Aeri manja.
Silla tersenyum mengangguk, menu favorit di kantin kantor, jika Aeri sedang berkunjung ke perusahaan.
__ADS_1
"Ayoo"ajakan Silla pada Aeri.
Mereka pergi ke kantin kantor, karena jam istirahat banyak sekali karyawan yang melihat ke arah mereka berdua Silla dan Aeri sudah terbiasa dengan hal itu, mereka memilih mengabaikannya.