Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Sepanjang jalan pulang, Aeri hanya memeluk Belva hingga tidur. Andra maupun Belva tidak ada yang bersuara sedikitpun, sebagai orangtua mereka tahu jika ada yang tidak beres dengan anaknya.


Tidak lama kemudian mobil mereka sudah sampai di halaman rumah, Andra dengan sigap langsung membawa Aeri ke kamar miliknya.


"Untuk sementara Aeri disini dulu aja ya"bisik Andra pada Belva.


"Iya Mas"


Setelah itu Andra mengajak Belva duduk di sofa yang masih ada di kamar mereka.


"Aeri kenapa sih Mas, kok bisa sampe ketakutan gitu?"tanya Belva.


"Aku juga ga tau Sayang, tadi Aeri pergi ngambil cemilan sendiri eh pas pulang udah kaya gitu, biar nanti Mas suruh Ben buat minta rekaman cctv di supermarketnya supaya tahu Aeri kenapa"ucap Andra.


"Iya Mas"


"Dan untuk sementara Kamu sama Aeri jangan pergi-pergi keluar sendirinyaa kalo mau ke butik atau ngaterin Aeri kalo ga sama aku sama anak buahku ya"


"Iya siap Mas"


Belva lalu naik ke ranjang dan berbaring sambil memeluk Aeri, sementara Andra sedang di ruang kerjanya menelepon Ben.


"Princess kecil Mommy jangan khawatir ya Mommy akan slalu jagain kamu apapun yang terjadi nanti"batin Belva.


Andra curiga ada seseorang yang berniat jahat dan ingin menculik Aeri, Andra sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu dan juga melakukan penjagaan ketat di rumahnya.


"Awas aja kalo sampe kecurigaanku benar, berani sekali dia mencari masalah dengan keluargaku"batin Andra.

__ADS_1


***


Ketika makan malam tiba, Aeri yang masih ketakutan tidak mau keluar kamar, ia hanya ingin berada di kamar dengan ditemani Belva.


"Aeri kenapa Dadd?"tanya Silla, karena ia baru pulang dari kantor dan tidak mengetahui apa yang terjadi dengan adik bungsunya itu.


"Loh memangnya kenapa?"tanya Kak Daniel yang baru tiba di rumah Andra dengan Nasya dan Al.


"Lebih baik kita makan dulu saja"ucap Andra.


Akhirnya mereka makan dengan sedikit terburu-buru karena penasaran dengan cerita Andra.


Setelah menyelesaikan makan malam, Andra langsung menceritakan dari awal Andra membawa Belva dan Aeri ke supermarket dan sampai dimana Aeri yang tiba-tiba pergi sendiri kebagian snack dan kembali dengan keadaan sudah ketakutan, Andra juga menyuruh Silla, Arvan dam semuanga untuk slalu waspada siapa tahu si pejahat mengincar mereka juga.


"Sialan, berani sekali dia membuat keponakan tersayangku sampai ketakutan seperti itu"ucap Kak Daniel menahan emosi.


"Iya lebih baik begitu sampai kita tahu siapa dalang dibalik semua ini"


Sementara Nasya dan Silla sudah lebih dulu pergi ke kamar Belva untuk melihat Aeri.


"Aeri gimana keadaanya?"ucap Nasya pelan karena Aeri sudah terlelap tidur sambil memeluk Belva.


"Sudah lebih tenang kak, tapi ya tidak mau ditinggal"jawab Belva masih dengan posisi memeluk Aeri.


Silla menatap iba pada adik tersayangnya, bagaimana mungkin seseorang bisa jahat pada adiknya yang sangat menggemaskan ini.


"Oh iya Kak, Mommy minta tolong ya bawain beberapa baju Aeri ke sini, Mommy tadi ga sempat nyuruh pelayan soalnya keburu Aeri bangun"

__ADS_1


"Iya Mommy"


Setelah itu Silla lalu pergi ke kamar Aeri, Nasya juga pamit pergi ke kamar yang biasa ia tempati jika ia menginap disini.


Tidam lama kemudian Silla kembali dengan membawa beberapa baju dan juga mainan Aeri dengan di bantu Arvan dan juga Al.


"Simpan aja disitu Kak"ucap Belva menunjuk meja dengan sofa.


"Makasih ya"


"Iya Momm"


Arvan hanya menatap kasihan pada adik kecilnya itu.


"Kakak janji akan slalu jagain kamu"batin Arvan lalu mencium kening Aeri.


"Kami pamit ke kamar dulu ya Mom"ucap Silla.


"Iya Sayang, selamat istirahay ya jangan terlalu banyak begadang ya"ucap Belva.


Setelah berdiskusi sebentar dengan Kak Daniel, Andra lalu masuk ke kamar tidak lupa.ia juga membawa makanan dan cemilan untuk Belva dan juga Aeri.


"Ini aku bawain makanan takutnya masih laper karena tadi makan sedikit"ucap Andra pelan.


"Iya Mas makasih, aku memang masih lapar"ucap Belva lalu mengambil makanan yang di bawakan Andra.


Ia tadi memang hanya makan sedikit karena Aeri tiba-tiba histeris karena masih mengingat kejadian tadi siang.

__ADS_1


__ADS_2