
Setelah sampai rumah, Silla langsung pamit untuk ke kamarnya ingin cepat-cepat melepas Dressnya dan juga ingin segera membersihkan diri.
"Tumben sepi gini, Aeri sama Andra kemana?"tanya Nasya pada Belva.
Mereka bertiga sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Lagi pada tidur, Kak Daniel sama Kakak ipar kalo mau istirahat boleh di kamar biasa"ucap Belva.
"Ga usah Bel, sebentar lagi juga kita pulang"
ucap Kak Daniel lalu mengambil minuman yang tersedia di meja.
"Iya si Alfan kan ga tau kalo kita kesini, mana sebentar lagi juga pulang kan dia sama Arvan kesian di rumah ga ada siapa-siapa"ucap Nasya.
Mereka melanjutkan berbincang-bincang sebentar, setelah itu Nasya dan Kak Daniel pamit pulang.
\=\=\=
Ketika malam hari, Belva di bantu Silla menyiapkan makan malam tidak lupa sambil Silla curhat tentang kejadian tadi.
"Ya salah kamu juga sih Kak, makanya nanti kalo buru-buru tetap liat jalan jangan fokus ke satu obyek aja"ucap Belva menasehati.
"Siap Mommy"ucap Silla sambil satu tangannya di angkat seperti sedang memberi hormat pada upacara sekolah.
"Sudah-sudah lebih baik segera panggil Daddy sama Arvan"
"Iya Mommy sebentar ya"ucap Silla lalu segera pergi.
Tidak lama kemudian Silla datang bersama Arvan dan Andra. mereka langsung saja mulai menyantap makan malam.
__ADS_1
Belva menatap Silla yang tengah asyik makan sambil sesekali di goda oleh Arvan dan Aeri.
"Maafkan Mommy Kak, Mommy belum sanggup untuk menceritakan yang sebenarnya Mommy harap Kakak mengerti dan tidak membenci Mommy dan Daddy ya"batin Belva sambil matanya masih menatap Silla.
"Mommy"ucap Aeri yang membuyarkan lamunan Belva.
"Ada apa hmm?"
"Aeri pengen itu Mommy tolong ambilin ya"ucapnya menunjuk ke arah kepuruk udang.
"Oh iya sebentar ya, ini segini cukup?"ucap Belva memberika beberapa kerupuk udang kesukaan Aeri.
"Cukup Mommy, terimakasih"
Selesai makan malam, Arvan mendapat giliran mencuci piring setelah kalah dalam. adu suit bersama Silla dan Aeri.
Memang ada-ada saja tingkah laku anak-anak Belva dan Andra, mereka slalu adu suit atau permainan yang lain untuk menentukan siapa yang mencuci piring.
"Yang bersih ya Van, kalo bisa sekalian bersih-bersih juga di ruang Gym"ucap Andra mengejek Arvan.
"Ishh Daddy, udah deh jangan gangguin Arvan"ucap Arvan kesal.
Biasanya yang sering menang Arvan namun sepertinya malam ini ia sangat sial karena harus mencuci piring.
Setelah selesai mencuci piring Arvan bergabung dengan yang lain yang sedang berkumpul di ruang keluarga menikmati makanan penutup sambil bercanda dan berbincang-bincang.
\=
\=
__ADS_1
\=
Sementara di keluarga Kak Daniel dan Nasya mereka sangat sepi tidak seramai keluarga Andra dan Belva karena hanya mempunyai satu orang anak saja yaitu Alfan.
Usaha dan Doa sudah dilakukan namun tuhan sepertinya belum menitipkan anak lagi pada Kak Daniel dan Nasya.
Walaupun begitu mereka tetap harmonis, Nasya dilakukan seperti seorang ratu oleh Kak Daniel dan Alfan.
"Jadi gimana besok kamu mau ke kantor kan bantuin Papi?"tanya Kak Daniel pada putra semata wayangnya.
"Iya Pi Al mau kok, besok setelah pulang kuliah Al langsung ke kantor Papi"
"Iya Papi tunggu"
"Yah jadi Mami sendiri nih di rumah, besok mau ngungsi aja deh ke tempat Belva"ucap Nasya.
"Iya Mi ke tante Belva aja, nanti pulangnya Papi jemput"ucap Kak Daniel tersenyum.
"Sekalian aja Pi Mi kita pindah kesana, ke rumah yang deket sama Tante Belva jadi kalo Al sama Papi ga di rumah, Mami setiap saat ke rumah tante Belva dan lagi jaraknya dekat kalo disini kan lumayan jauh"saran Alfan.
"Iya nanti Papi pikirkan dulu, lebih baik sekarang kita istirahat udah malem"
Alfan lalu pamit ke kamarnya begitu juga dengan Nasya dan Kak Daniel lalu pergi ke kamar mereka.
\=\=\=
Kira-kira untuk Visual Arvan sama Alfan siapa ya yang cocok?
Ada saran ga nih? kalo ada komen ya sama alasannya kalo bisa.
__ADS_1
ditunggu ya.
see u next episode