
Tidak tarasa hampir seharian Silla bekerja mungkin karena terlalu fokus ia jadi lupa waktu bahkan sampai melewatkan jam makan siang.
"Kenapa bisa lupa waktu sih"gerutu Silla ia lalu meminta sekretarisnya untuk membelikan makanan.
"Kalo Arvan tau nanti dia bilang lagi sama Mommy"Batin Silla lalu niat menelpon Arvan namun orangnya keburu datang.
"Kak"ucap Arvan dengan santainya masuk ke ruangan Silla.
"Kok cepet banget datengnya"ucap Silla.
"Emang kenapa?"
"gapapa sih"
Silla kembali kerja sementara Arvan asyik dengan laptopnya entah mengerjakan tugas kampusnya atauu main game.
Ketika sedang hening tiba-tiba sekretaris Silla masuk.
"Permisi, Bu ini makannanya"ucapnya.
"Simpan aja di meja, makasih ya"
Setelah menyimpan makanannya, si Sekretaris langsung keluar.
__ADS_1
"Kakak belum makan siang ya?"ucap Arvan curiga.
"Udah kok, ini karena pengen aja makan lagi emang ga boleh"ucap Silla gugup lalu menghampiri Arvan dan mulai makan.
"Kok tumben, biasanya juga Kakak susah banget kalo makan"ucap Arvan yang masih penasaran.
Silla tidak menjawab ia memilih makan dengan tenang karena percuma saja menjawab pertanyaan Arvan ujung-ujungnya pasti ketahuan juga lebih baik diam saja.
\=
\=
\=
Sementara Belva dan Andra tengah duduk di teman belakang menikmati matahari terbenam.
Belva yang semula bersandar pada Andra lalu terbangun dan menatap Andra dengan serius.
"Kenapa tiba-tiba kamu berbicara seperti itu? bukannya kita sudah janji ga akan beritahu ini ke Silla? aku takut Sayang kalo nanti Silla pergi dari Rumah karena ga terima dengan kenyataan aku ga sanggup"ucap Belva air matanya sudah membasahi pipinya.
"Tapi Sayang cepat atau lambat Silla pasti akan tahu, lebih baik Silla tahu dari kita daripada dari orang lain"ucap Andra lembut sembari mengusap air mata Belva.
Belva menepis tangan Andra dan lalu beranjak pergi.
__ADS_1
"Engga Silla ga harus tahu, apapun yang terjadi dia putriku"batin Belva sambil berjalan melewati Aeri yang sedang di ruang keluarga mengerjakan tugas sekolahnya.
"Mommy"panggil Aeri namun Belva tidak mendengarnya ia terus berjalan ke lantai dua.
Andra mengejar Belva namun terhenti karena takut Aeri tahu mereka bertengkar.
"Daddy Mommy kenapa?"ucap Aeri.
"Gapapa sayang, cuma lagi cape aja jadi buru-buru mau ke kamar, kamu belajar lagi ya Daddy mau susul Mommy dulu"ucap Andra tersenyum menyempatkan mengusap kepala Aeri lalu segera menyusul Belva.
Andra mengira Belva di kamar mereka namun ternyata tidak ada,lalu Andra mencari ke kamar Silla dan benar saja ternyata Belva sedang duduk di pinggir ranjang Silla sembari menatap fotonya dengan Silla.
Andra menutup pintu dan tidak lupa.menguncinya, takut nanti ada yang masuk dan mendengarnya.
"Sayang"panggil Andra lembut lalu menghampiri Belva duduk di sampingnya..
"Aku minta maaf ya, bukannya aku ga sayang sama Silla tapi karena rasa sayang itulah aku ingin kamu jujur sama Silla, aku takut jika nanti Silla tau dari orang lain terus dia marah dan pergi dari kita aku ga mauu, lebih baik dia tahu dari kita mungkin memang sakit tapi tidak terlalu sakit jika tahu dari kita"ucap Andra lembut.
Belva terus menangis memeluk fotonya. ia belum sanggup harus menceritakan semuanya pada Silla.
Andra memeluk Belva, ia tahu Belva belum siap untuk memberitahu Silla namun Andra takut semakin lama di simpan semakin beresiko juga.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Huhuu niat mau up tiap hari tapi ternyata ga bisaa mohon maaf ya 🙏🙏😭
Selamat berpuasa untuk kalian yang menjalankannya, semangat yaa🤗🤗