Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.198


__ADS_3

Selesai mengecek Silla dan Baby Arvan yang tertidur, Belva beranjak ke Kamar tubuhnya benar-benar sangat lelah.


" Sini duduk Sayang" ucap Andra pada Belva untuk duduk di pinggir Ranjang


Belva menurut saja dan duduk di samping Andra. tapi Andra malah mennyuruh Belva berbaring tengkurap.


Belva terkejut karena Andra memijatnya.


Andra benar-benar seperti seorang ahli tubuh Belva menjadi rilekss.


" enak sekali Makasih Sayang" ucap Belva


" nanti gantian yaa" ujar Andra tersenyum licik.


Belva tidak menggubris omongan Andra, ia benar-benar sangat lelah.


Ketika Selesai, Andra lalu berbaring di samping Belva, ia sudah menduga Belva pasti tertidur karena keenakan ats pijitannya.


" Yah Gagal, gapapa deh masih ada hari esok Selamat Malam Sayangku ibu dari anak-anakku" Ujar Andra lalu ikut tertidur ia juga sangat lelah menjaga Arvan seharian ini.


\=\=\=


sudah beberapa Hari Rencana Andra slalu gagal, ia tidak bisa menyalahkan Belva atas keinginannya.


Andra sering menggoda dan memberi kode pada Belva tapi Belva sama sekali tidak peka.


" Kenapa sih Wajahnya cemberut gitu ?" ujar Belva pada Andra

__ADS_1


" Hmm" ucap Andra kurang semangat


" cepet habisin sarapannya, nanti kena macet lagi" omel Belva lalu pergi ke taman belakang


Andra lalu berangkat tanpa sarapan dan juga tanpa pamit pada Belva.


" Loh Bi, Mas Andra udah berangkat ?" ucap Belva saat kembali


" sudah non"


Belva mengangguk lalu pergi membawa Baby arvan ke kamar.


" Mas Andra kenapa sih, ga pamit ga sarapan juga aneh ga biasanya " gumam Belva


Belva tidak ambil pusing, ia berpikir mungkin karena pusing terlalu banyak pekerjaan.


\=\=\=


" kemana sih tumben banget jam segini belum pulang " gumam Belva yang berjalan mondar-mandir di dekat jendela


cukup lama menunggu akhirnya Terdengar suara mesin mobil, Belva lantas melihat dan benar saja itu mobil Andra.


Belva keluar menyambut Andra.


" loh kok belum tidur Sayang" ucap Andra datar ketika yang membuka pintu adalah Belva


" Sengaja nunggin kamu dong, ayo masuk" Belva tersenyum

__ADS_1


" mau mandi atau mau makan dulu ?" tanya Belva


" Udah makan tadi sama Rio, aku mau mandi aja, kamu mending segera tidur ini udah larut banget ga baik loh" ucap Andra dengan nada sedikit datar dan berlalu pergi ke kamar mandi.


Belva menunggu Andra selesai mandi, ia sengaja menunggu karena ingin bertanya kenapa sikapnya sedikit berbeda.


di dalam kamar Mandi, Andra sengaja berlama-lama ia harus menuntaskan sesuatu yang tiba-tiba bangun.


Akhirnya Andra keluar Kamar Mandi dengan sudah berpakaian lengkap, ia melihat Belva yang sudah tertidur.


Andra mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur lalu segera berbaring, ia benar-benar lelah pekerjaannya semakin banyak.


Andra tidur sembari membelakangi Belva, ia tidak mau berhadapan dengan Belva karena takut sesuatu terbangun.


Pagi harinya Andra bangun terlebuh dahulu,ia langsung mandi dan bersiap lalu setelah itu pergi ke kamar anak-anaknya.


Andra melihat Arvan dan Silla yang masib tertidur, ia lalu mencium pipi anak-anaknya dan segera berangkat.


tidak lama setelah Andra berangkat,Belva terbangun menyadari tidak ada Andra di sampingnya ia mencari ke kamar mandii karena tidak ada di kamar ia keluar bertanya pada Bibi.


" Tuan sudah berangkat non, sekitar sepuluh menit yang lalu " ucap Bibi


Belva mengangguk dan pergi ke kamar Arvan karena menangis.


sembari menyusui Arvan,Belva berpikir kenapa akhir-akhir ini sikap Andra Berubah.


\=\=

__ADS_1


__ADS_2