Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 121


__ADS_3

"kak, hari ini aku ngga kekantor ya. mau liat dede gemes! Ngga sabar dari kemarin baru liat dari luar!" ucap niken pada ferdi saat dijemput dari kampusnya


"kakak sendiran dong dikantor sayang, bareng kakak aja ya kesananya! Nanti kita buat yang lebih gemes!" ucap ferdi menjawab izin niken


"bilang aja ngga boleh gitu. Panjang banget jawabnya!" dengus niken


"jangan kesel dong sayangnya kakak! Kan kakak ngga fokus kalau ngga ada kamu disamping kakak!" gombal ferdi


"oke baiklah, tapi jangan sore sore pulangnya! Janji?" ucap niken


"siap bos kedua!" jawab ferdi


"kok kedua? Kesatunya siapa haaa?" niken mengeraskan suaranya


"kakakmu! Siapa lagi!" sahut ferdi


"ngga bisa, pokoknya aku yang harus nomer satu oke sayang!" tegas niken


"iya sayang, sudah sampai sayang ayo bantuin kakak kerja sayang!" ferdi menirukan gaya bicara niken


Membuat niken tertawa dengan tingkah ferdi yang selalu membuatnya tertawa


keduanya tak.menunggu lama masuk.kedalam ruangan dan mengerjakan apa yang sudah ada didepan mata. Niko tetap membantu pekerjaan secara online sembari menunggu istrinya tertidur


"kak!" panggil niken


"hemmm, apa yang !" jawab ferdi tangan dan matanya tetap fokus pada laptop dan berkas

__ADS_1


"dias dan rio sudah lama bertunangan?" tanya niken disela sela pekerjaanya


Ia teringat musuh bebuyutanya yang akan menjadi iparnya


"lupa! Kenapa?" tanya ferdi balik


"ngga! Kok bisa sih rio mau sama orang yang begitu nyebelin dan jahat!" ucap niken keceplosan


"kamu kenal sayang?" ferdi menengok kearah niken setelah mendengar penuturan tunangannya


"tentu saja, dia kan kakak kelas yang selalu mencari keributan denganku. Kakak ingat waktu tangan dan kakiku luka saat pulang sekolah? Dia pelakunya!" kesal niken


"kenapa baru bilang sayang!" ucap ferdi yang memang sejak awal tak menyukai sosok dias yang terlalu agresif dan sombong


"mana ku tahu kalau dia akan jadi adik iparku, semoga sih udah berubah ya!" lanjut niken kembali pada pekerjaanya


hingga tiba jam pulang kantor, niken merasa senang tugasnya hari ini selesai


"mari kita pulang!" niken mebereskan pekerjaanya dan bersiap


"kak! Ayo keburu malem nih!" ajak niken


"kakak lemas, sepertinya ngga kuat kalau harus menyetir mobil!" ucap ferdi


Niken menghampiri ferdi dikursi kebesarannya. "kakak sakit? Atau lelah! Aku saja yang bawa mobil!" ucap niken menyahut kunci mobip dimeja


"butuh ini!" ferdi menunjuk bibir agar niken paham

__ADS_1


"mau minum? Sebentar aku ambilkan!" niken tak peka


Ferdi yang tak sabar menarik tangan niken dan membawanya duduk dipangkuannya


"kak nanti ada orang!" niken ketakutan


"emang kenapa? Kamu kan tunanganku!" sahut ferdi


Cup. Ferdi mencium pipi mulus niken "kamu ngga mau cium kakak!"


Niken mendekat hendak mencium pipi ferdi. Ferdi mengengok hinga kedua bibirnya bertemu dan bersatu


Tak membuang kesempatan ferdi memperdalam bertemunya dua benda kenyal itu


Hingga niken kehabisan nafas


"nakal! Aku aduin ke kak niko ya!" ancam niken yang padalah dalam hatinya juga senang


"silahkan!" setelahnya kita akan segara dinikahkan. Kalau aku sih yes!" ucap ferdi sambil memandang wajah yang telah lama ia tunggu untuk dapat dinikmatai kecantikannya


Kini takdir baik pun berpihak kepadanya


"maunya! Udah ayo mau lihat zain!" niken tak sabar


"sabar niken, ini jam pulang kantor pasti masih macet. Tunggu sebentar lagi kakak masih ingin memelukmu. Biar rasa lelahnya hilang" ucap ferdi


Ia memeluk tubuh niken dari belakang yang masih duduk dipangkuannya saat ini

__ADS_1


__ADS_2