Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Arvan dan Al begitu fokus dengan kuliahnya mereka ingin segera cepat lulus supaya bisa fokus memegang perusahaan.


"Sombong, mentang-mentang udah jadi Bos jadi jarang ikut kumpul"ucap salah satu teman Arvan dan Al


Arvan tidak menanggapi sama sekali ia malah semakin fokus dengan tugas yang di berikan dosennya tadi.


"Berisik kalo ga bantu lebih baik diam atau ga pergi"ucap Al tegas membuat temannya itu diam dan memilih pergi.


Kebiasaan Arvan jika di berikan tugas ia slalu akan langsung mengerjakannya hari itu juga supaya cepat selesai dan Arvan bisa fokus mengurus perusahaan.


Sama Halnya dengan Al, mereka berdua memiliki kemiripan yang sama dalam beberapa hal salah satu nya yang mengerjakan tugas di hari yang sama ketika diberikan, makanya banyak mahasiswi yang klepek-klepek jika melihat Arvan dan Al.


Selain karna tampan dan kaya, mereka juga memiliki otak yang cerdas terbukti dengan beberapa prestasi yang pernah di torehkan mereka berdua ketika sekolah dulu hingga kuliah.


"Kita kerjain di kantor saja Van, disana ada banyak buku-buku yang kita butuhkan"ucap Al.


"Okey"

__ADS_1


Mereka berdua memutuskan untuk pergi ke perusahaan Jaya group karena disana banyak sekali buku-buku yang mereka butuhkan bahkan ada satu lantai yang di khususkan sebagai perpustakaan karena saking banyaknya buku.


Dari mulai Kakek, Papa dan Andra memang suka mengkoleksi buku-buku apalagi tentang bisnis makanya tidak heran banyak sekali buku-buku tentang bisnis tapi untuk buku yang lain juga ada yang tidak ada hanya buku untuk anak-anak.


"Pas banget lagi sepi"gumam Arvan ketika mereka masuk.


Arvan dan Al datang bertepatan dengan jam makan siang, makanya mereka bisa leluasa mencari buku.


Silla yang mengetahui jika adik-adiknya tengah di perpustakaan memutuskan untuk langsung datang menyusul mereka siapa tahu jika mereka berdua butuh bantuan namun Silla tidak yakin.


"Belum nanti bareng kalian aja"jawab Sila, sudah hal biasa jika Arvan bertanya tentang makan.


"Kakak duluan aja sepertinya kita masih lama"jawab Arvan namun matanya fokus dengan buku dan komputer lipatnya.


"Iya Kak, benar kata Arvan"ucap Al menimpali.


"Haduhh kalian ini, yaudah Kakak makan tapi kalian juga makan ga ada penolakan atau ga Kakak bilangin sama Mommy dan Aunty"ancam Silla balik dan akhirnya Arvan dan Al menurut.

__ADS_1


Mereka memilih makan di kantin kantor saja, karena dekat dan tidak memakan banyak waktu.


Arvan,Al dan Silla sudah terbiasa dengan kehebohan para pegawai karena kedatangan mereka bertiga di kantin ketika jam makan siang.


Padahal mereka sering makan di kantin namun reaksi para pegawai selalu sama.


"Van nanti habis makan siang Kakak ada Meeting di luar ga lama paling cuma 1 jam ga usah di tungguin ya biar Kakak pulang sendiri aja"ucap Silla memberitahu.


Arvan mengangguk sudah biasa jika Silla sering Meeting di luar, biasanya Arvan akan ikut namun kali ini tidak karena tugasnya belum selesai.


Selesai makan Silla langsung pergi ke lobby disana sudah menunggu sekretarisnya dan juga sopir yang siap mengantar.


"Klie tadi nelpon saya bu katanya akan telat sekitar 10 menit karena ada kendala di jalan"ucap si sekretaris.


"Okey gapapa yang penting kita udah sampai duluan"jawab Silla.


Mobil alpahard yang di kendarai supir mulai melajukan mobilnya menuju ke salah satu cafe tempat mereka meeting.

__ADS_1


__ADS_2