Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.23


__ADS_3

"hmmm!" entah mengapa niko menjadi salah tingkah saat kedat adelia


rasanya pamornya sebagai playboy akan terusik oleh satu wanita cantik yang baru ditemui oleh niko


"terima kasih!" ucap adel dengan senyum tulus


*****


"gimana kinerjanya!" tanya niko pada ferdi yang telah membimbing adelia dalam tugasnya


"baru juga sehari bos" jawab ferdi duduk diruangannya yang sudah ada niko menunggunya


"ohh!" hanya itu yang keluar dari mulut niko


"seperti ada yang sedang mengincar mangsa baru! hati hati bos nanti bucin! " ejek ferdi


"jangan mimpi!" sangkal niko lalu keluar dari ruangan ferdi dan kembali bekerja


adelia belum mengetahui siapa bosnya yang sebenarnya.


"selamat sore pak ferdi, om" ucap adelia saat berpapasan tanpa sengaja dengan niko dan ferdi


niko yang selalu terlihat pendiam saat ditempat kerja tak begitu menanggapi adel


niko hanya banyak bicara pada orang yang sudah lama dikenalnya atau keluarganya saja


"om disapa tuh om!" ferdi terus saja meledek niko


"kamu bosan terima gajih!" ucap niko kesal


"kalau diterima jadi adik ipar ngga masalah bos" jawab ferdi makin memancing kekesalan niko


"besok cari penggantimu!" ucap reza tak mau kalah

__ADS_1


"jangan bos, saya kan harus ngumpulin duit buat ngelamar niken" ferdi berlari menuju mobilnya menghindari pertengkaran dengan niko


niko yang melihat sekeliling banyak karyawannya tak sampai hati ingin mengumpat ferdi. diapun mengendarai mobilnya pulang kerumah


akhir akhir ini niko tak ingin kelayapan seperti biasanya. entah apa yang mengganggu pikirannya


****


sementara adelia bingung kadang niko terlihat sangat baik kadang pendiam dan menyebalkan


adel tak ambil pusing diapun melangkahkan kakinya pulang ke kamar kecil yang disewanya sebagai tempat tinggalnya saat ini


tiba dikamar kosnya adel memeriksa ponselnya tak ada satupun pesan dari orang terdekatnya. sekilas bayangan adel masih mengharapkan rafa namun segera ia tepiskan bayangan itu


"engga! aku harus move on!!!" teriak adel kesal sendiri


untuk melepaskan lelahnya adel mandi dan memasak ala kadarnya yaitu orek tempe dan telur dadar. hanya itu yang dia punya karena uangnya semakin menipis


adel harus berhemat agar cukup sampai waktunya gajian. yang kebetulan hanya tinggal seminggu lagi


dari yang diketahuinya gajinya cukup besar bahkan setengah gajihnya saja sangat cukup untuknya makan selama sebulan


adel membuat daftar rencan untuk gajih pertamannya. ia akan membelikan orang tua dan juga adiknya baju baru. dilist selanjutnya mengurus perceraian dengan rafa adalah hal yang paling ia lakukan segera


tak terasa air matanya menetes membasahi pipi mulusnya mengingat nasib cinta dan keluarganya yang cukup.membuat dadanya sesak. hingga ingin berhenti bernapas


suara panggila telfon masuk dari ponsel adel membuatnya senang. saat dilihat nomer baru yang menghubunginya karena penasaran adel mengangkatnya


"iya halo" ucap adel


"mba adelia?"


"iya benar dengan siapa ya?" adelia penasaran

__ADS_1


"niken mba, boleh main kerumah ngga mba?" ucap niken dalam panggilan telfonnya


"boleh, ngga jauh dari kita ketemu kemarin nanti mba jemput disana ya" ucap adel senang dia mempunyai teman baru yang selama ini kesepian saat sahabatnya jauh terlebih sekarang sudah memiliki suami


"oke mba, aku udah disini" ucap niken dan mentup panggilan telfonya


adel yang terkejut langsung keluar kamarnya dan berlari menjemput niken tanpa sadar yang ia kenakan saat ini. adel memakai kaos oblong yang hampir selutut dan celana hotpans


"hai niken" jarak yang hanya seratus meter saja dari kosan adel


niken yang berdiri disamping mobilnya menghampiri adel dan memeluknya


"mba kangen!" ucap adel manja


"iya ayok kekosanku. tapi kamarnya kecil" ucap adel


"ngga masalah! ayo kak!" niken mengajak niko mengikutinya adel terkejut dua kali ternyata ada kakak adel juga saat ini


"astaga aku lupa ganti celana!" ucap adel yang menarik tangan niken kembali ke kosannya


"flasback on"


"hai kak, tumben pulang sore terus sekarang" sambut niken saat niko pulang kerja


"lagi males nongkrong!" ucp niko berlalu


"kak anterin yuk, aku mau ketemu temenku" ajak niken


"pergi aja sendiri kan ada supir" ucap niko


"ajak kak ferdi ajalah" ucap niken


"iya kakak mandi dulu" ucap niko kesal ancaman niken selalu akan pergi dengan laki laki jika kakaknya tak mau antar

__ADS_1


"siipp deh! buruan ya kak!" teriak niken senang


"flasback off"


__ADS_2