Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 78


__ADS_3

pagi hari adel dan citra berpamitan keduanya akan berpisah karena beda kota yang lumayan jauh. adel dan juga niko pun harus kembali kerumahnya


pekerjaan yang niko tinggalkan sudah menumpuk. sedangkan adel tak tahu nasibnya akan seperti apa dikantor


sudah lebih seminggu dirinya absen dari pekerjaan


"kalian harus datang kerumah ya! saya tunggu" ucap citra tak mau berpisah dengan sahabatnya


"akan saya usahakan!" ucap niko


melihat istrinya pun bersedih berpisah dengan citra


niko dan adel menaiki mobilnya sedangakan citra dan dani menaiki taxi menuju bandara


"sayang kamu pernah ke kota b dinikahannya citra?" tanya niko penasaran


"iya mas, kenapa?" tanya adel


"pantas saja sepertinya waktu diwarung makan itu bukan pertama kali kita bertemu, tapi saya lupa dimana melihatmu!" niko mengingat gadis cantik yang sempat mencuri perhatiannya kemudian menghilang


"salah lihat mungkin!" jawab adel


"mas aku besok gimana?" tanya adel lagi


"besok ?" niko tak mengerti ucapan istrinya


"iya besok aku boleh kerja? atau gimana!" adel bingung


"ohhh itu!" niko tak melanjutkan


"kok ohh aja! gimana akunya?" ucap adel mulai kesal

__ADS_1


"nanti kita bahas dirumah! sekarang ngga fokus!" jawab niko


adel makin tambah deg degan pasalnya jika diperusahaan lain pasti adel dianggap resign


"mas mampir ketoko ayah dulu ya, tak jauh dari sini!" adel menunjukan arah pada niko


niko baru tahu jika ayah adel memiliki toko


"itu mas, parkir sini saja!" ucap adel lagi


dan niko menuruti istrinya, adel turun dari mobil menuju sebuah toko berbagai macam bibit tanaman dan bunga yang lumayan besar sebagai sumber penghasilan keluarga adel dulu


"ini toko ayah sayang?" tanya niko


"iya mas, tapi sudah tiga bilan ini tidak ada yang merawat semenjak ayah meninggal karyawan pun berhenti bekerja. tidak dapat menggajinya lagi" jelas adel masuk kedalam toko yang berada ditengah tengah tanaman yang hijau


"sayang sekali padahal tanamannya bagus bagus!" niko teringat sesuatu


"maksudnya gimana mas?" adel bingung


"proyek mas yang baru membutuhkan banyak tanaman dan bunga, mas rasa yang ada disini sangat cocok. kita rawat lagi dan cari karyawan yang bisa urus tanaman!" ucap niko


adel memikirkan saran niko. ada benarnya juga jika ada yang merawat toko ayahnya dapat berjalan lagi dan artinya ibu dan adek adel dapat memenuhi kebutuhan hidupnya


"tapi mas! aku ngga ngerti gimana jalaninnya" adel ragu jika harus mengurus toko ayahnya


dia biasanya hanya menjual bukan membuat pembibitan seperti ayahnya dulu


"kamu hanya mengawasi saja dan menerima laporan semuanya saya yang urus! gimana?" tanya niko


"tapi apa ngga merepotkan! kerjaan mas kan banyak" adel tak enak hati

__ADS_1


terbiasa mandiri adel sulit menerima kini ada orang yang membuatnya menjadi manja


"kamu punya suami adel, dan kewajiban suamimu mempermudah segala urusanmu, paham?" niko memberi pengertian pada istrinya


"iya mas, aku mau!" ucap adel mempercayakan tokonya pada suami


"ya sudah pulang dulu yuk!" ajak niko


"oke!" adel menutup kembali pintu pagar toko ayahnya


ada rasa lega karena niatnya mengurus kembali toko peninggalan ayahnya akan terwujud berkat bantuan suaminya


***


"mas mau kemana?" tanya adel saat mobil yang dikendarai keduanya masuk pekarangan rumah yang belum adel ketahui


"pulang!" jawab niko singkat


niko membuka mobilnya dan memegang tangan istrinya membawanya kesebuah rumah minimalis dan mewah


adel makim bingung saat niko membuka kunci rumahnya


"mas ini rumah siapa? kok ngga ada orang" tanya adel polos


"rumah adelia kamila! apa istri mas suka!" tanya niko


adel terkejut mendengar ucapan niko "mas!" adel tak kuasa berkata kata karena rasa harunya


niko mengecup kening istrinya lembut


"i love you, adel"

__ADS_1


__ADS_2