
pagi ini niko bersiap untuk ke kantor setelah seminggu lebih absen dari rutinitas pekerjaannya
"mas aku harus ikut ke kantor emang?" adel takut bertemu teman temannya
ada perasaan malu karena selama ini adel seolah tak ada perasaan apapun pada bos nya. tapi kini justru dirinyalah yang jadi nyonya bos
"ikut!" ucap niko tegas
adel menyiapakan baju untuk dirinya dan juga niko
"siap bos! tapi pecatnya jangan bilang bilang yang lain sayang,!" rayu adel pada niko
tak biasanya adel memanggil niko dengan panggilan sayang
"ngga mempan!" sahut niko
adel memberanikan diri mencium bibir niko. takut niko marah tapi sebaliknya niko mendapatkan sarapan pagi yang tak ada dimeja makan manapun
"sering sering!" niko mengulas senyum dan meninggalkan adel dalam lamunannya
"mas tunggu!" adel mengejar niko yang sudah membuatnya malu tapi adel pun menyukainya
keduanya sarapan dan sudah ditunggu oleh ferdi yang setia menjemput bosnya, meski rumahnya yang agak lumayan jauh dari rumah niko
"pagi bos, pagi nyonya bos!" sapa ferdi
__ADS_1
"pagi ayo sarapan bersama!" ajak adel
"dia sedang diet, biar dapat jodoh katanya!" niko menyahut
ferdi nampak kesal pasalnya ia tak sempat sarapan tadi "pantas saja kau cepat menjadi kaya raya. sama makanan saja pelit!" ucap ferdi duduk manis menunggu bos nya selesai sarapan
adel ingin membuatkan sarapan juga untuk ferdi tapi dicegah oleh suaminya" biar bude saja yang siapkan! kamu hanya boleh melayaniku" tegas niko dengan tatapan matanya yang tajam
"iya mas!" adel kembali duduk dan menunggu niko selesai dengan makan paginya
"ayo berangkat!" niko mengajak adel dan juga ferdi bergegas
"hari ini rapat padat merayap bos!" ucap ferdi menyampaikan jadwal niko yang memang banyak tertunda saat berada dimobil menuju kantor
"kamu ngga bisa atur jadwal saya, apa sudah bosan bekerja hmm!" protes niko
"baiklah!" niko menyudahi perdebatan
"mas!" adel menyenggol tangan niko dan memberikan kode yang niko tak mengerti
"apa sayang!" niko mengusap puncak kepala adel
"mas makasih gitu sama pak ferdi!" bisik adel pada niko
yang sudah menyusahkan asistennya tapi malah memarahinya
__ADS_1
"tak perlu!" jawab niko santai
"bilang terimakasih atau jatah malam ini hangus!" ucap adel membuat slavi niko tercekat ditenggorokan
baru saja satu minggu merasakan indahnya pengantin baru, mana bisa niko membiarkan malamnya tanpa memberikan nafkah batin pada adel
"jangan ngancem pake itu dong del, yang lain deh!" niko menawar namun adel tau itulah yang menjadj kelemahan suaminya
"sekarang atau tidak!" adel menaikan alisnya
mau tak mau niko menuruti keinginan adel yang sangat aneh menurutnya
"terima kasih fer!" niko dengan cepat mengatakannya agar tak grogi
"apa bos?" untuk apa?" ferdi kebingungan
adel menyenggol lengan niko agar mengucapkannya lagi
"terima kasih sudah membantu pekerjaan saya!" niko memperjelas perkataanya agar istrinya dengar
"hahahaaha! sejak kapan ada kata itu keluar dari mulut niko sanjaya!" ferdi mengejek bosnya yang kini tak berani berkutik hanya karena kemauan istrinya
"sudah diam! fokus menyetir!" niko tak mau terus diledek sementara adel ikut tersenyum melihat suaminya diam saja
"nanti malam boleh double!" bisik adel
__ADS_1
wajah yang tadinya datar bak dinding bangunan kini menjadi bersemangat
"sampai kamu berkata ampun!" ucap niko tanpa berbisik