
Hari ini adel dan anaknya sudah diperbolehkan pulang, bersama dengan mertuanya adel pulang kerumah yang sudah sekitar dua hari ia tinggalkan
"selamat pagi pak, bu!" bude sari datang menyambut majikannya dan bertambah satu lagi yang ada dalam gendongan niko
"pagi bude apa kabar?" tanya adel ramah
"baik bu, sini barangnya biar saya bawakan nyonya!" pinta bude sari pada mama jihan yang membawakan beberapa barang adel dan cucunya
"terima kasih bude!" ucap mama jihan
"niko keatas dulu bobok in zain dulu ma, pa! Sayang duduk disini dulu ya!" pamit niko
"iya mas! Adel duduk disofa empuk dengan perlahan. Karena lahirannya secara normal jadi adel tak butub waktu lama untuk pulih
niko membawa anaknya yang sedang tertidur. untuk hari ini disti akan menjaga ponakannya karena besok baby sitter untuk zain baru akan datang
"dek tungguin zain ya, sambil tidur juga boleh. Kakak kebawah dulu!" ucap niko pada disti yang bersedia dengan senang hati menjaga zain dikamar yang telah disiapkan sebelumnya oleh adel dan niko
"siap kak!" ucap disti
Niko meninggalkan anaknya yang tidur dan dititipkan pada adik iparnya
Lalu ia turun lagi kelantai bawah menemui istri dan orang tuanya.
"ma, pa istirahat saja dikamar. Kasihan papa kakinya masih sakit kan" ucap adel melihat mertuanya belum benar benar sembuh
"iya nak. Kami pulang saja kalau begitu biar papa istirahat. Kalau disini pinginya gendong cucu aja ngga inget lagi sakit!" ucap mama jihan yang begitu perhatian pada suaminya
"biar diantar supir saja ya ma, niko ngga bisa antar!" ucap niko
"iya kami diantar siapa saja, jangan lupa bawa cucu papa sering sering main ya!" pesan pak surya
"iya pa tenang saja, nanti sering niko titipkan kerumah papa!"canda niko
"dititip emang barang!" kesal adel tak terima
"kami pulang dulu ya nak!" mama jihan memeluk adel bukan tak mau membantu mengurus cucunya tapi suaminya juga butuh perawatannya
"hati hati ya ma, maksih udah dampingi adel selama ini!" ucap adel tulus dan dengan berpegangan pada suaminya adel mengantarkan hingga depan garasi mobil
"sayang kok disti libur terus ya, niken tetap masuk!" ucap niko curiga
"mungkin sudah banyak mata kuliah yang selesai mas, kan sudah semester akhir!" jawab adel
Tak mungkin adiknya membolos selama ini disti cukup pintar dan juga rajin untuk urusan pendidikan
"ya sudah mau makan atau langsung kekamar!" tanya niko
"ke kamar aja mas, masih pingin tiduran sama peluk papanya zain!" ucap adel malu malu
"siap!" jawab niko cepat
__ADS_1
"bude nanti siang tolong buatkan masakan yang bagus untuk ibu menyusui ya,!" ucap niko sebelum mengantarkan istrinya ke kamar
"baik pak!" jawab bude sari
*****
"hai imel, liat disti ngga?" tanya niken pada teman satu kelas disti
"engga tuh, kalau ngga salah dia ngga ikut kelas ini deh. Sudah hampir satu bulan ngga masuk!" ucap imel
"satu bulan? Waktu itu masih sering lihat" ucap niken tak percaya
"kurang tahu juga, ya udah ya aku duluan!" ucap imel meninggalkan niken
"pak maaf! Boleh saya bertanya tentang mahasiswa?" tanya niken penasaran lalu datang kekantor administrasi
"silahkan mba, ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai kampus
"saya mau tanya atas nama adisti kalila , apa ada izin atau bagaimana ya saya tidak melihatnya beberapa minggu ini!" tanya niken lagi
"sebentar saya cek!
Maaf mba atas nama tersebut mengajukan cuti untuk semester ini!" jawab pegawai administrasi tadi
Setelah melihat daftar mahasiswa yang cuti semester
"cuti? Ohh iya pak terima kasih!" ucap niken lalu meninggalkan kampus
ferdi membuka pesan masuk dan membalasnya dengan emot menangis lalu mengirimkan pada niken kembali
Sayangnya niken memasukan ponselnya ke tas dan menaiki taksi yang sudah ia pesan tadi
Tiga puluh menit niken tiba dari kampus ke rumah kakaknya
"halo everybody! Kenapa sepi pada kemana!" niken membuka pintu
Setelah mengetuk ngetuk dan tak ada sahutan
"bude lagi sibuk! Pantas aja ngga denger aku masuk. Masak apa bude aku bantuin!" ucap niken yang mencium wangi masakan dan menghampiri ke dapur
" ngga usah non, ini sudah mau selesai dan mau panggil ibu dan pak niko!" ucap bude sari
"kalau begitu. Itu tugasku bude! Aku ke atas dulu ya bude!" ucap niken menaiki tangga menuju kamar yang ada disebrang kamar adel
Niken mengendap endap membuka pintu kamar zain. Terlihat zain sedang digendong disti yang telah bangun dari tidurnya
"woiii! Mau jadi baby sitter zain ya segala cuti kuliah!" suara niken mengagetkan zain
Dan membuat zain menangis
"ssstttt! Tau dari mana kamu. Jangan bilang bilang kak adel ya!" ucap disti menutup mulut niken dengan jarinya
__ADS_1
"kalau adel ngga boleh tahu, saya boleh dong!" niko masuk kekamar anaknya karena mendengar tangisan zain
Ternyata juga mendengar niken mengatakan sesuatu tentang disti
"ada apa?" tanya niko dengan menaruh kedua tanganya di dada
"ngga kak! Ngga ada apa apa!" disti melirik niken agar diam saja
"kalau begitu biar adel sendiri yang tanya!" niko berbalik arah
"kak tunggu!" disti menghampiri niko dengan gugup
"disti cuti kuliah kak, karena telat bayar uang kuliah!" jawab niken karena mungkin disti merasa tak enak pada kakaknya
"telat? Adel tak memberimu uang!" ucap niko dengan raut wajah serius
"bukan kak, dikasih tapi lupa bayar. Tolong jangan kasih tau kak adel disti mohon!" ucap disti
"kamu bohong kan! Ayo jujur maka kakak akan bantu selesaikan!" ucap niko lagi
"sebenarnya. Sebenarnya adik ayah waktu itu menemuiku ditoko ayah. Tante bilang akan mengambil toko milik ayah atau aku harus menebusnya karena rumah dan toko ada hak nya tante!" disti meneteskan air matanya
"kenapa baru bilang, kamu ngga percaya dengan adel atau kakak?" niko sedikit kesal namun kasihan
"aku ngga mau membebani kakak terus, aku janji setelah kerja ditoko aku akan melanjutkan kuliah lagi kak, jangan bilang kak.adel nanti dia kecewa!" disti menjelaskan pada niko
Niken mengambil zain dan membawanya dalam gendongannya
"siapa bilang kakak kecewa! Kakak bangga punya adik seperti kalian!" adel juga menguping dari balik pintu
Ia masuk dan memeluk adiknya dengan lembut dan hangat
"maafkan kakak tak tahu ini semua!" adel mengusap punggunh disti
"sudah, sudah kita selesaikan semuanya satu persatu. Jika memang sudah terjadi kita bisa ambil pelajaran dari semuanya. Jika dalam keluarga jangan ada masalah yang ditutupi!" ucap niko bijaksana
"terima kasih kak niko, kak adel kalian seperti orang tua bagiku!" ucap disti
"berikan nomer telfon adik ayah. Biar kakak yang menemuinya!" ucap adel
"tapi kak!" disti takut
"percaya dengan kakak!" adel meyakinkan
Disti pun mengangguk setuju
Niken juga ikut terharu. Dirinya merasa beruntung dari segi materi dan ini menjadikannya makin bisa bersyukur
"permisi pak, bu makan siang siap!" bude sari datang memecah keheningan suasana sedih
"ayo makan!" teriak niken
__ADS_1
Oe..oe..oe zain terbangun lagi oleh suara ontynya yang berisik