
Belva sangat bersyukur masih di berikan kesempatan umur yang panjang. seperti tahun-tahun sebelumnya Doa Belva tetap sama namun kali ini ia berdoa juga untuk semoga hubungannya dengan Silla terjalin baik meski suatu saat Silla tahu kebenarannya.
"Makasih ya, semuanya Mommy seneng bangett"ucap Belva tidak henti-hentinya ia menangis.
Silla lalu memeluk sang Mommy disusul Aeri dan Arvan sementara Andra mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponselnya.
"Daddy kok ga ikutan peluk Mommy sih"ucap si Bungsu Aeri yang langsung menarik tangan Andra.
Andra tersenyum ia lalu memeluk erat anak-anak dan sang istri.
Setelah drama pelukan dan nangis-nangis, mereka berlanjut untuk memotong kue dan memberikan kado.
"Maafin kita ya Mommy tadi ga sengaja pulang telat soalnya siapin surprise ini"ucap Silla
"dan Ini hadiah dari Kakak buat Mommy, semoga suka ya"ucap Silla memberikan sebuah kotak berukuran sedang.
"Terimakasih sayang, lain kali jangan buat Mommy khawatir seperti ini lagi ya"ucap Belva lalu ia memeluk Silla.
"Dan Ini dari Arvan"Ucap Arvan menyerahkan sebuah kontak berukuran lebih kecil dari yang Silla berikan.
__ADS_1
Sementara si bungsu Aeri memberikan sebuah dress yang ia desain sendiri.
"Makasih ya sayang-sayangnya Mommy, walaupun ga di kasih kado juga Mommy gapapa, yang terpenting bisa berkumpul seperti ini juga Mommy sudah sangat senang"ucap Belva memeluk tubuh Aeri.
"Nah untuk Kado dari Daddy buat Mommy yaitu kita liburan sekeluarga ke Maldives gimana?"ucap Andra.
"Asyikk beneran ya"ucap Silla yang paling semangat karena ia memang sangat ingin pergi liburan namun belum menemukan waktu yang pas.
"Iya beneran tapi tergantung Mommy kamu ini kan hadiah nya"ucap Andra menatap Belva.
"Gimana Mommy mau kan?"tanya Aeri kini si bungsu yang tidak sabaran.
"Maldives jauh banget gimana kalo di ganti aja ke lombok ?"ucap Belva.
Silla dan Aeri bersorak riang, walaupun tidak.jadi ke luar negeri yang terpenting mereka liburan sementara Arvan lebih banyak diam.
"Oke nanti Daddy siapkan semuanya kalian tinggal berangkat saja"
"Oke Daddy"
__ADS_1
Setelah berbincang-bincang sebentar akhirnya mereka memutuskan untuk pergi beristirahat karena hari semakin malam.
Andra dan Belva juga kembali ke kamar merek sambil tidak lupa membawa kado yang belum di buka.
Setelah bersih-bersih Andra membaringkan tubuhnya di ranjang sambil satu tangannya memegang ponsel melihat-lihat referensi tempat wisata di lombok.
sementara Belva masih di kamar mandi tidak lama kemudian ia sudah keluar dengan piyama tidurnya.
"Sedang apa ?"tanya Belva yang kepo.
"Ini lagi liat wisata-wisata di lombok"ucap Andra sambil memperlihatkan tempat-tempat yang mungkin mereka akan kunjungi nanti.
"Sangat indah pasti Silla dan Aeri sangat senang jika pergi kesana"ujar Belva
"Iya benar, besok Mas akan urus semuanya "
"Terimakasih ya sayang"ucap Belva lalu memeluk Erat tubuh Andra.
Andra lalu menyimpan ponselnya ke atas nakas lalu membalas pelukan Belva, mereka hanya berpelukan sampai - sampai tertidur dengan posisi saling berpelukan.
__ADS_1
Sementara Arvan belum tidur, ia hanya berbaring di ranjang sambil melihat langit-langit kamarnya, pikirannya masih di penuhi tentang Kakaknya.
"Sepertinya aku harus secepatnya beritahu Kak Silla lebih cepat lebih baik"batin Arvan lalu rasa kantuknya mulai datang dan tidak lama kemudian Arvan sudah terlelap.