
Kabar kehamilan Nasya membuat semua orang senang termasuk Belva dan Andra mereka tahu perjuangan Nasya dan Kak Daniel untuk memdapatkan anak kedua, mereka bahkn harus menunggu selama belasan tahun sampai Al sudah besar dan akhirnya Allah kabulkan semua doa-doa mereka.
"Mommy sama Daddy ga ada rencana gitu buat ngasih aku adik kama Om Daniel sama Tante Nasya ngasih adik buat Al?"ucap Silla.
"Kalo rencana ada, tapi Mommy sama Daddy cuma bisa menunggu berjalan nya waktu kalo di kasih ya alhamdulillah kalo engga ya gapapa iya Kak Dad"jawab Belva tersenyum.
"Iya bener Mommy, Sekarang Daddy yang tanya, kapan Kakak ngenalin calon pada Daddy dan Mommy?"ucap Andra niat bercanda.
"Ihh kok malah bahas itu, aku aja belum kepikiran mau nikah Kapan Dadd,tunggu nanti ya Dad, udah ah Daddy ga seru Sillla mending ke kamar aja bye bye Mommy Daddy"ucap Silla langsung ngibrit kabur ke kamarnya.
"Baru aja dibahas langsung kabur"ucap Andra tertawa.
__ADS_1
"Makanya jangan usil nanya itu, terserah Silla aja mau nya kapan lagi pula sepertinya dia sedang semangat bekerja Mommy liat setiap pulang pasti bawa pekerjaan"
"Iya iya Maaf, Daddy cuma bercanda kok memang Silla sedang fokus-fokusnya bekerja padahal tugas Daddy tapi di kerjain sama Silla padahal udah dilarang tapi maksa banget ya udah Daddy kasih aja"jawab Andra lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Belva.
"Iya biarlah Mas yang penting Silla nya sanggup dan dia juga Enjoy aja kan asalkan kamu slalu ingetin dia makan sama solat , kebiasaan Silla tuh kalo ga diingetin suka lupa"jawab Belva.
Belva dan Andra memang slalu membiarkan anak-anaknya melakukan apapun yang mereka sukai asalkan kegiatan nya positif.
***
Setelah mengantarkan Aeri ke sekolah, Belva lalu pergi ke makam nya Delvi, sudah dari lama sebenarnya Belva ingin mengunjungi makam Delvi namun waktunya slalu tidak tepat dan baru kesampaian hari ini.
__ADS_1
Belva memang sering berkujung sendirian ke makam Delvi, bukannya tidak ingin ditemani tapi Belva butuh waktu untuk sendirian dan menguluarkan semua beban di hatinya.
"Silla sudah tumbuh besar sekarang dia jadi gadis yang gila bekerja, terimakasih sudah mempercayai aku untuk mengurus Silla, tapi maaf Del aku belum siap untuk menceritakan semuanya pada Sillla aku masih butuh waktu, aku harap kamu mengerti"gumam Belva.
Setelah cukup lama di makam, akhirnya Belva memutuskan untuk pulang karena matahari sudah semakin naik.
Belva lalu melajukan mobilnya menuju ke butik karena hari ini buktiknya kedatangan klien dari luar negeri yang secara khusus datang ke bukti Belva hanya untuk dibuatkan gaun langsung oleh Belva, namun selama di perjalanan Belva tidak menyadari jika ada yang mengikutinnya.
"Wajahmu terlihat seperti gadis baik tapi hatimu busuk seperti bunga bangkai"gumamnya menatap penuh kebencian pada Belva.
Ia sudah mengikuti gerak-gerik Belva dan bahkan sudah mencari tahu semua informasi walaupun dengan perjuangan karena semua informasi Belva dan keluarganya sangat di tutup rapat hanya orang-orang tertentu saja yang tahu.
__ADS_1