
"zain menginap lagi semalam disini ya del" rayu mama jihan pada adel agar menambah waktunya bermain bersama cucunya
"adel apa kata mas niko saja ma" jawab adel melemparkan pertanyaan pada suaminya yang menjawab ajakan mertuanya
"lain kali lagi ya oma, zain mau pulang dulu! tante disti dirumah sendirian" jawab niko menjelaskan pada mama jihan
"iya ma, lain kali kita bisa kesana dekat ini rumahnya kan" ucap pak surya meyakinkan
"baiklah, cucu oma cepat besar ya biar bisa main sendiri kesini! mama dan papamu akan buat adik yang baru" ucap mama jihan mengajak zain berbicara
"tenang saja ma, nanti niken buatkan yang banyak biar rumah ramai" ucap niken yang mendapatkan sorotan tajam dari papanya
"jangan bicara macam macam ya!! masih lama nikahnya" ucap pak surya membuat adel dan niko menahan tawanya melihat raut wajah niken yang seketika pucat
"iya pa hanya bercanda,kan boleh berencana!" ucap niken takut
"ya sudah kalian hati hati dijalan. dan jangan lupakan rumah orang tua jika ada waktu senggang" lanjut pak surya memberikan pesan pada anak dan mantunya
"kami pamit pulang dulu ma, pa" pamit adel dan niko bergantian
"dah....adek gemesshh" niken malambaikan tangannya
setelahnya ia masuk kedalam rumah dan duduk disofa ruang keluarga
"mah, niken kan sudah selesai kuliahnya dan tinggal skripsian aja. niken boleh ngga kerja mulai dari pagi dan pulang pada jam kantor seperti karyawan lainya" ucap niken
"tentu saja boleh, tapi jangan lupakan skripsimu dan juga ingat kamu calon istri jadi harus mulai belajar bagaimana sikap seorang istri dan menantu.
papa lihat mertuamu bukan orang yang mudha didekati. jadi kamu harus dewasa dalam bersikap" pak surya yang lebih banyak diam kini mengeluarkan nasihatnya untuk anak perempuannya yang akan menikah
" iya pa, terima kasih kalian sudah membesarkan dan menjagaku sampai saat ini" ucap niken memeluk pak surya dan bu jihan
******
__ADS_1
setelah tiba dirumah niko dan adel keduanya msauk kedalam rumahnya yang sepi karena hanya ada disti didalamnya
"haiii ponakan tante sudah pulang, kak niko ngga kekantor?" tanya disti yang meilhat kakak iparnya masih mengenakan pakaian santainya
" kekantor nantio agak siang, kamu mau ke toko?" tanya niko melihat disti telah rapi dengan stelan celana jeans dan juga kaos polos
"iya kak, maaf ngga masak ngga tahu jika kalian sudah akan pulang" ucap disti
"kami sudah makan, hati hati dijalan" ucap adel
disti pergi meninggalkan rumah kakaknya dan menaiki ojek online seperti biasanya
"sayang mas kekantor sebentar ya ada urusan, mas pulang lebih cepat dari biasanya" pamit niko setelah menerima pesan dari seseorang
"sus, tolong bawa zain kekamarnya ya. saya mau lihat stok makanan didapur" ucap adel memberikan zain pada pengasuhnya
"baik bu" jawab sus siti lalu melangkan kakinya ke kamar zain
adel menuju dapur melihat isi kulkasnya yang ternyata kosong, bude sari sudah beberapa hari izin karena pulang kampung
sementara niko menancapkan gasnya menambah kecepatan mobilnya karena terburu buru untuk menemui seseorang
tiba disebuah kamar hotel mewah niko menggebrak pintu slah satu kamar
"sudah saya bilang jangan ganggu keluarga saya, tapi anda ingin bermain main dengan saya!!" ucap niko dengan sangat marah
"tenang dulu nak, tenang sayang! ayo duduk dulu kita bicarkan baik baik" ajak wanita cantik dengan senyuman sulit diartikan
"jangan sentuh saya, katakan apa yang anda inginkan!" ucap niko
"sepertinya kita butuh bicara serius tentang perusahaan, bukankan saya sebagai istri muda kakekmu juga mendapatakn hak atas perusahaan itu" ucap vira dengan santai sambil memainkan kuku nya
"anda mau perusahaan! dulu saat kakek saya meninggal dan mewariskan perusahaan yang sudah hampir gulung tikar anda kemana saja. jangan kira saya tak tahu jika anak anda sudah mencoba menghancurkan perusahaan ini.
__ADS_1
saya berjuang sampai saat ini dan bisa berkembang seperti sekarang lalu anda datang untuk meminta hak, jangan harap!!" tolak niko tegas
"tak masalah jika tak mau bagi perushaan asalkan saya dapat jaminan pasti seumur hidup dapat menikmati kekayaan ini" ucap vira lagi tanpa rasa malu
"bukankah sudah saya berikan setiap bulan saya selalu memberikan apa yang bisa membuat anda dan anak anda tak mati kelaparan bahkan kehidupan yang sangat enak tanpa harus bekerja, lalu apa lagi"
niko mengeraskan rahangnya menahan emosinya
" sudah saya bilang\, aku menyukaimu dan jika kamu mau menikahiku maka kehidupanku akan terjamin dan anak istrimu saya jamin aman" tawar vira yang terdengar menji*ji*kan diucapkan oleh seorang wanita
"apa anda tak tahu malu, anda adalah istri dari kakek saya walaupun hanya simpanan. saya rasa tidak ada yang perlu dibahas lagi. tanda tangani surat ini
jika anda melanggar! siap siap saja anda dan keluarga anda akan masuk penjara. karena telah membuat orang tua saya kecelakaan" ancam niko sambil menyodorkan sebuah kertas yang berisi perjanjian
"masuk" niko mengubungi seseorang yang menunggunya diluar
"ada yang bisa saya bantu pak" ucap ferdi orang yang niko ajak untuk menjadi saksi agar tak terjadi salah faham nantinya
"sesuai perjanjian bawa wanita ini jauh dari kota ini, berikan tempat tinggal yang bagus dan juga uang bulanan yang cukup! jika terlihat wanita ini dan anggota keluarganya yang ada difoto ini berkeliaran, maka segera kirimkan bukti pembunuhan berencana pada orang tua saya ke polisi" perintah niko sangat jelas dan tegas
niko mendapatkan bukti bukti kasus pembunuhan orang tuanya yang ditutupi oleh kakeknya sendiri yang tak mau wanita yang dicintainya masuk penjara, setelah kakeknya meninggal niko menemukan bukti itu di ruang kakeknya
dan baru menyadari jika orang tuanya adalah korban
namun niko mendapatkan pesan terakhir dari sang kakek, agar menjaga perusahaan dan juga istri muda serta anaknya. dan janji itu tak mungkin niko langgar hingga niko tetap diam hingga saat ini
"masih mau mengelak, kita ke kantor polisi sekarang" tantang niko
vira terdiam, ia semula ingin menjebak niko dan mendapatkan kekayaan serta orang yang dicintainya sejak dulu. namun semua sirna karena keluarganya menginginkan vira menikahi kakek niko yang memiliki perusahaan
sementara niko yang dulu juga teman satu kampus dengan vira, sempat tertarik dan menyukai vira sebelum dia tahu jika vira adalah orang ketiga antara kakek dan neneknya
serta keluarga vira penyebab kematian orang tua niko. agar warisannya tak jatuh ketangan anak sulungnya
__ADS_1
"baik saya terima untuk saat ini, tapi jika ada kesempatan saya akan tetap mendapatkan apa yang saya inginkan" ucap vira
cinta nya tak pernah terbalas dan harta pun tak dapat dimilikinya