
Sementara di belahan bumi yang lain seorang pria tengah menatap layar ponsel miliknya setelah hampir setengah jam yang lalu ia memberanikan diri mengirim pesan chat pada perempuan yang berhasil membuat hatinya sedikit gundah.
Siapa lagi bukan Rendiansyah Ahmad atau biasa di panggil Rendi, setelah pertemuan terakhirnya tadi pagi dengan perempuan bernama Adsilla Clareta Jasmeen yang berhasil menggoyahkan hatinya.
"Kok ga bales ya?atau mungkin udah tidur?"batin Rendi yang terus menerus menatap ke layar ponselnya.
Hingga satu jam, dua jam bahkan sudah lebih dari 3 jam belum ada balasan sama sekali dari Silla hingga akhirnya Rendi menyerah dan memilih untuk tidur.
Rendi bangun dengan mood yang buruk ternyata bayangannya tentang Silla yang membalas pesannya sirna sudah, bahkan ketika Rendi akan berangkat ke kantor tidak ada satupun pesan balasan dari Silla.
"Terserah deh"batin Rendi yang kesal berimbas pada moodnya yang sedikit buruk.
Rendi bahkan tidak berselara untuk sarapan ia hanya memainkan sendoknya dan melamun, Rudi yang merasa aneh langsung bertanya.
"Kenapa Ren?ada masalah di kantor?"tanya Rudi.
"Engga yah aku cuma lagi ga berselera makan aja, lebih baik aku berangkat ya"pamit Rendi yang memilih langsung berangkat bukannya takut di tanya lebih lanjut oleh Sang Ayah namun ia ingin lebib fokus bekerja supaya sedikit melupakan tentang pesan yang tidak di balas.
Sementara Silla malah tengah asyik dengan setumpuk dokumen di mejanya ia bahkan lupa dimana menyimpan ponselnya.
"Bu maaf ini hasil meeting kemarin dengan RA Company"ujar sekretaris Silla.
__ADS_1
Silla terdiam ia jadi ingat tentang pesan yang dikirimkan Rendi semalam dan tidak di balas Silla karena terlalu malas.
"Bu?"panggil kembali si sekretaris karena Silla malah melamun.
"Oh iya simpan saja disana nanti saya cek"ucap Silla jadi gugup karena sempat memikirkan Rendi.
"Baik bu kalo begitu saya permisi dulu"
Setelah si sekretaris pergi, Silla langsung menyandarkan punggungnya entah kenapa di hatinya muncul sedikit rasa bersalah pada Rendi karena mengabaikan pesannya.
"Apa aku balas aja ya?"batin Silla yang mencari ponselnya.
Setelah menimang-nimang akhirnya Silla memutuskan untuk membalas walaupun mungkin sangat telat tapi daripada tidak di balas.
"Kenapa aku jadi deg degan begini"guman Silla sambil memegang dadanya.
"Heii Silla fokus fokus"ucap Silla berusaha menyadarkan dirinya sendiri.
Namun suara pesan masuk di ponsel Silla membuyarkan pikiran Silla, dengan cepat Silla langsung membuka ponselnya namun ternyata bukan dari Rendi melainkan dari Arvan yang memberitahukan jika dirinya akan ke kantor setelah jam makan siang nanti.
"Bodo amat dehhh oke Silla tarik nafas... huuuuh rileks Silla"gumam Silla berusaha untuk kembali fokus.
__ADS_1
Dan akhirnya berhasil Silla kembali berkutat dengan komputer lipatnya dan juga dokumen-dokumen di sampingnya.
Rendi yang fokus meminpin Rapat tidak tahu jika ternyata Silla membalas pesannya karena ponselnya disimpan di jas yang ia kenakan dan dalam mode silent.
"Oke untuk rapat kali ini cukup 2 hari lagi kita rapat dan saya ingin sudah ada solusi dari masalah yang tadi"ucap Rendi tegas tidak ingin di bantah.
"Baik Pak"ucap serempak para karyawan Rendi.
Lalu satu persatu para karyawan mulai keluar dan meninggalkan Rendi yang masih berdiam diri di ruang meeting.
"Cape juga ternyata mimpin rapat kaya gini"guman Rendi yang sedikit melonggarkan dasinya karena terasa sesak.
Rendi yang baru memegang perusahaan sedikit kewalahan dan belum terbiasa dengan jabatannya saat ini.
Ketika akan pergi ke riangannya ada panggilan masuk dari sekretarisnya jika ada klien yang sudah menunggu di ruangan Rendi.
Begitu telpon selesai Rendi tidak sengaja melihat notifikasi pesan masuk yang ternyata dari orang yang di tunggunya sejak semalam.
📩 Siap aku juga save ya Pak Rendi.
Walaupun hanya satu kalimat namun mampu membuat Rendi tersenyum sumringah, moodnya yang anjlok tiba-tiba naik lagi.
__ADS_1
Rendi seperti orang yang telah mendapatkan hadiah yang sangat besar ia bahkan tidak ragu untuk mengerakan badaan nya saking senangnya chatnya di balas.